Caleg Diduga Intimidasi, Warga Gunungsangkaran Lapor Sentra Gakumdu

Selasa, 6 Februari 2024 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blambanganumpu (dinamik.id)–Sejumlah warga Kampung Gunungsangkaran, Kecamatan Blambanganumpu, Waykanan melapor ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Waykanan, Selasa (6/2/2024).

Kepada petugas Gakumdu, warga mengaku diintimidasi dan diancam menggunakan senjata tajam oleh sejumlah orang yang diduga tim sukses anggota DPRD Kabupaten Waykanan Wilma Fadli yang kembali maju sebagai caleg melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Komisioner Bawaslu Kabupaten Waykanan Lekat Rizwan membenarkan adanya laporan tersebut. “Mereka (warga) melaporkan, salah satu caleg dari Partai Amanat Nasional melakukan ancaman dan intimidasi, agar warga tidak memilih caleg lain,” kata Lekat Rizwan didampingi unsur Gakumdu dari Polres Waykanan Ahmad Ari Suprapto dan Kejaksaan Negeri setempat Arliansyah Adam.

Usai melapor, Purwanto warga Dusun 7 Trisnomulyo, Kampung Gunungsangkaran yang menjadi korban itimidasi tersebut, mengakau diancam dengan senjata tajam jenis pedang dan badik oleh sejumlah orang yang diduga tim sukses caleg Wilma Fadli.

“Mereka teriak-teriak dengan mengacungkan pedang sambil berkata awas kamu ya, jika sampai ada suara Firdaus (Caleg DPRD Kabupaten Waykanan dari Partai Demokrat) satu saja di sini, mati kamu!” Tutur Purwanto.

Erni tetangga Purwanto, mengaku melihat aksi intimidasi tersebut balik lubang dinding papan rumahnya. melihat para pelaku mendatangi korban.

“Kurang lebih jam 10 malam, saya kebangun dari tidur karena mendengar suara teriakan keras dari samping rumah. Langsung saya intip dari lubang dinding papan, sekelompok orang mengerubungi rumah pak Purwanto sambil teriak dan mengacungkan senjata,” tutur Erni.

Baca Juga :  Kantongi C1 Plano, AMPG Lamteng Amankan Suara Caleg DPR Hi Aprozi Alam

Mutarom gur mengaji yang juga menjadi korban itimidasi tersebut, berharap agar pihak kepolisian dan Bawaslu segera menindaklanjuti kasus itu sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Saya berharap agar pihak pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan ini, agar ke depan tidak ada lagi intimidasi dari siapa pun. Sehingga saya bisa tenang mengajar anak-anak mengaji di TPA Safina Tunnaja,” kata Mutarom.

Hal senada disampaikan Isman Hadi warga Dusun 7 Trisnomulyo, Kampung Gunungsangkaran yang juga menjadi korban intimidasi tersebut.

“Iya harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Biar kami-kami ini bisa tenang bekerja di kebun dan anak anak anak bisa sekolah kembali, tidak ketakutan lagi,” harapnya. (MUN)

Berita Terkait

Pj Gubernur Ajak KNPI Lampung Kolaborasi Program Sentuh Masyarakat
Rapat Pleno PWI Pusat Tunjuk Zulmansyah Sekedang Plt Ketum PWI
Pj Bupati Febrizal Levi, Hadiri Pencanangan PIN Polio di Puskesmas Brabasan
Puskesmas Wirabangun Gelar Pencanangan PIN Polio di Balai Desa Mulya Agung
Dahsyat, PKB Tegaskan Usung Mirza di Pilgub Lampung 2024
Pendaftaran Calon Komisioner KPU Lampung Dibuka 12 Hari
Kian Dinamis, Umar Ahmad Ditugaskan DPP PDIP Menjadi Cawagub Lampung
Jajaran Kecamatan Simpang Pematang, Lakukan Gotong Royong Serentak di 13 Desa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:42 WIB

Pj Gubernur Ajak KNPI Lampung Kolaborasi Program Sentuh Masyarakat

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:34 WIB

Pj Bupati Febrizal Levi, Hadiri Pencanangan PIN Polio di Puskesmas Brabasan

Selasa, 23 Juli 2024 - 12:16 WIB

Puskesmas Wirabangun Gelar Pencanangan PIN Polio di Balai Desa Mulya Agung

Senin, 22 Juli 2024 - 19:33 WIB

Dahsyat, PKB Tegaskan Usung Mirza di Pilgub Lampung 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 12:47 WIB

Pendaftaran Calon Komisioner KPU Lampung Dibuka 12 Hari

Berita Terbaru

Pemerintahan

Gubernur Lampung Ajak PWI Berperan Aktif dalam Pilkada 2024

Kamis, 25 Jul 2024 - 13:12 WIB