Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia untuk Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Tubaba

Kamis, 30 Mei 2024 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANGBAWANG BARAT (dinamik.id) – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar acara peningkatan kapasitas kader pembangunan manusia dalam upaya terintegrasi untuk mengurangi angka stunting.

Acara ini berlangsung di Wisma Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pada Kamis (30/5/2024) dan dihadiri oleh 100 kader dari berbagai Tiyuh di Tubaba.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT), Sopyan Nur, menyampaikan bahwa acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tubaba. Sopyan menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menguatkan peran kader dalam penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

“Ada tiga narasumber utama hadir dalam acara ini. Di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, yang membahas upaya-upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Kedua, perwakilan dari Dinas Kesehatan Tubaba yang memperkenalkan alat ukur perkembangan bayi yang digunakan di posyandu untuk memantau perkembangan anak usia balita. Ketiga, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang menjelaskan tentang penginputan aplikasi EHDW, sebuah aplikasi nasional yang wajib diinput oleh masing-masing kader di Tiyuh,” jelas Sopyan.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Buka Kuliah Umum dan Seminar Nasional Pencegahan Gratifikasi

Lanjut dia, Pada tahun 2022, angka stunting di Tubaba berada di angka 14 persen. Berkat upaya bersama, angka tersebut berhasil diturunkan sekitar 4 persen pada tahun 2023, sehingga menurut hasil evaluasi terbaru, angka stunting kini berada di 10 persen, lebih rendah dari target yang ditetapkan yaitu 12 persen.

“Melalui kolaborasi ini, kita berharap angka stunting di Tubaba dapat terkendali. Meskipun membutuhkan waktu yang panjang, kami berharap tidak ada lagi kasus stunting baru di Tubaba, artinya zero new stunting,” kata Sopyan.

Data terbaru menunjukkan bahwa saat ini terdapat 541 bayi atau balita di Tubaba yang divonis mengalami stunting. Berbagai upaya penyembuhan telah dilakukan baik secara medis maupun melalui penanganan lainnya.

Baca Juga :  Kadis Kominfotik Lampung Buka Acara Pelatihan Teknis Cyber Security Exercise Technical

Sopyan juga menyoroti bahwa terdapat 14 penyebab utama lahirnya bayi stunting, antara lain usia perkawinan dini, sanitasi lingkungan yang buruk, gizi yang tidak memadai, dan beberapa faktor lainnya.

Acara peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat peran kader pembangunan manusia dalam mengatasi masalah stunting di Tubaba, sehingga angka stunting dapat terus menurun dan kesehatan anak-anak di Tubaba dapat semakin terjamin.(pin)

Berita Terkait

Jamnas Jeep Nasional 2026 Digelar di Lamsel, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Gubernur Lampung Tekankan Kualitas Perbaikan Jalan Wates–Metro Rp14,67 Miliar
Rp14,67 Miliar untuk Jalan Wates–Metro, Gubernur Tekankan Mutu dan Drainase
Tak Sekadar Lomba, Anak-anak Pringsewu Hidupkan Kisah Nusantara
Ketika Tugu Ikonik di Lampura Rusak Berbalut Lumut dan Berhias Rumput
Kejurprov LRC 2026 Tubaba Sukses Digelar, 256 Pembalap Ramaikan Sirkuit NP Pemda
Dilepas Bupati Pringsewu, SKIn Gelar Fun Camping Ride
Wagub Lampung Ajak Kader PMII Kolaborasi dan Menjadi Motor Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:06 WIB

Jamnas Jeep Nasional 2026 Digelar di Lamsel, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Lampung Tekankan Kualitas Perbaikan Jalan Wates–Metro Rp14,67 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 17:15 WIB

Rp14,67 Miliar untuk Jalan Wates–Metro, Gubernur Tekankan Mutu dan Drainase

Selasa, 21 April 2026 - 17:37 WIB

Tak Sekadar Lomba, Anak-anak Pringsewu Hidupkan Kisah Nusantara

Senin, 20 April 2026 - 11:50 WIB

Ketika Tugu Ikonik di Lampura Rusak Berbalut Lumut dan Berhias Rumput

Berita Terbaru

Berita

Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:21 WIB

Berita

Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:15 WIB