Tiga Hari Tim Gabungan Padamkan Karhutla Taman Nasional Way Kambas

Senin, 9 September 2024 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas, Lampung, sejak Sabtu, 7 September 2024.

Kebakaran terjadi di beberapa titik, termasuk di Simpang Pule dan RPTN Umbul Salam, dengan vegetasi berupa alang-alang kering dan semak belukar.

Kebakaran permukaan ini menjalar cepat akibat angin kencang yang bertiup di daerah tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari 31 orang, termasuk anggota Polri, TNI, Polhut Balai, ASN SPTN II, Manggala Agni, dan mitra TN Way Kambas, segera dikerahkan setelah asap pertama kali terdeteksi oleh tim patroli di daerah Simpang Pule pada pukul 13.30 WIB.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Temui Masa Aksi Dari Element Mahasiswa Aliansi

Setelah persiapan peralatan, tim bergerak menuju titik api, namun medan yang sulit menyebabkan tim baru tiba di lokasi kebakaran pada pukul 23.00 WIB. Mereka segera melakukan pemadaman hingga dini hari.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, mengungkapkan, bahwa kebakaran tersebut merupakan ancaman serius bagi ekosistem konservasi.

“Kebakaran hutan di Way Kambas ini sangat memprihatinkan karena terjadi di kawasan konservasi. Kami terus berupaya maksimal untuk memadamkan api dan mencegah penjalarannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua PDIP Dedi Yuginta Ajak Kader Tingkatkan Kepedulian Sosial

Selama proses pemadaman, api sempat membakar luasnya area alang-alang yang kering. Kondisi ini diperparah dengan angin kencang, sehingga penjalaran api semakin cepat.

Tim gabungan bekerja tanpa henti hingga kebakaran berhasil dipadamkan pada Senin, 9 September 2024, pukul 03.18 WIB.

“Setelah pemadaman, tim juga melakukan mop up, membersihkan bara di bawah permukaan tanah untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” lanjut Kombes Umi Fadillah Astutik.

Baca Juga :  Selain Kepemimpinan Kuat, Plt Kepala Daerah Harus Paham Kultur

“Kami akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kebakaran ini benar-benar padam dan tidak ada titik api baru,” paparnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat sekitar untuk waspada dan melaporkan setiap tanda-tanda kebakaran, terutama di musim kemarau saat hutan dan lahan sangat mudah terbakar.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dari masyarakat. Jika melihat indikasi kebakaran, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum api menyebar lebih luas,” tegasnya.

Berita Terkait

Tanggapi Demo Relawan MBG, Giri Akbar: Evaluasi Implementasi, Bukan Hentikan Program
DPRD Lampung Minta Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
PKB Lampung Inisiasi Gerakan Anti Kekerasan, Pesantren se-Lampung Sepakati Komitmen Bersama Lindungi Santri
Ketua DPC PKB se-Lampung Resmi Kantongi Mandat DPP
Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi
Handitya Narapati Siap Nahkodai Golkar Bandarlampung, 15 PK dan AMPG Solid Dukung
Pindang dan Sambal Terasi Menu Favorit Ketua MPR Ahmad Muzani saat Kunjungi Dapil
Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:11 WIB

Tanggapi Demo Relawan MBG, Giri Akbar: Evaluasi Implementasi, Bukan Hentikan Program

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:57 WIB

DPRD Lampung Minta Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:17 WIB

PKB Lampung Inisiasi Gerakan Anti Kekerasan, Pesantren se-Lampung Sepakati Komitmen Bersama Lindungi Santri

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:15 WIB

Ketua DPC PKB se-Lampung Resmi Kantongi Mandat DPP

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:46 WIB

Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi

Berita Terbaru

Berita

Hak Tak Dibayar, Eks-Karyawan Lapor ke Disnaker

Senin, 22 Jun 2026 - 18:08 WIB