Buka Kelas Khusus 40 Hari, KLASIKA Angkat Tema Negativitas Manusia & ‘BLeEUIbleEUJIUb÷¢$’

Rabu, 25 Desember 2024 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) — Kelompok Studi Kader (Klasika) Lampung akan kembali menggelar program utamanya, Kelas Mondok 40 Hari Angkatan XIV, yang rencananya dimulai pada 30 Desember 2024 dan berakhir pada 7 Februari 2025.

Direktur Klasika, Ahmad Mufid, menyampaikan Kelas Mondok Klasika merupakan sebuah pendidikan alternatif yang bertujuan untuk melengkapi pendidikan formal, yang menurut Klasika, sering kali gagal mencetak individu yang kritis, aktif, dan memiliki kepribadian unggul.

“Program ini ditujukan kepada mahasiswa dan pemuda untuk menggali potensi intelektual mereka dan memperdalam analisis terhadap realitas sosial,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa Kelas Mondok dilatarbelakangi oleh fenomena kegagalan pendidikan formal yang lebih mengutamakan pencapaian hasil akademik, namun tidak melibatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis atau kemampuan untuk menciptakan perubahan sosial.

Menurutnya, pendidikan formal seringkali terjebak dalam orientasi industri yang menumbuhkan individu dengan pola pikir sempit, lebih fokus pada hafalan dan kecakapan teknis daripada pada analisis sosial yang mendalam.

Baca Juga :  Pj Bupati Mesuji Sambut Hangat Rektor Unila dalam Monitoring Mahasiswa KKN di Mesuji

“Kelas Mondok hadir sebagai solusi untuk mendidik generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi,” ujar Mufid.

Ia juga menjelaskan, tujuan dari Kelas Mondok ini dalam rangka mengoptimalkan tiga pusat utama dalam tubuh manusia, yakni Thinking Centre, Emotional Centre, dan Physical Centre.

“Kami ingin peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir kritis tetapi juga mengasah aspek emosional dan fisik mereka, agar bisa memahami dan merespon realitas dengan lebih komprehensif,” jelas Mufid.

Selain itu, Kelas Mondok juga bertujuan menciptakan ruang publik yang sehat dan kondusif serta memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika sosial yang ada.

“Kami berharap peserta dapat memperoleh pisau analisis yang tajam untuk menghadapi tantangan kehidupan, baik di dalam diri mereka sendiri maupun di dunia luar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kelas Mondok Angkatan XIV, Hanip Nur Alam menyampaikan Kelas Mondok Klasika Angkatan XIV mengangkat tema “Negativitas Manusia & BLeEUIbleEUJIUb÷¢$”.

Baca Juga :  Mosi Tidak Percaya DPR #KawalPutusanMK

“Tema ini sengaja dipilih untuk mengeksplorasi sisi gelap dari perilaku manusia, termasuk kekerasan massa, terorisme, dan trauma kolektif yang seringkali merupakan akibat dari tekanan sosial, ideologi ekstrem, dan pengalaman traumatis masa lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa negativitas manusia menjadi salah satu fokus penting karena perilaku destruktif sering kali muncul dalam dinamika sosial, dan perlu pemahaman yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi akar penyebabnya.

“Negativitas manusia, dalam konteks ini, mencakup perilaku-perilaku destruktif seperti kekerasan dan aksi teror yang berakar dari ketidakadilan sosial dan manipulasi ideologi. Tema ini sangat relevan untuk memahami dinamika sosial di masyarakat kita,” kata Hanip.

Hanip menjelaskan, selama 40 hari pelaksanaan program, peserta Kelas Mondok Klasika akan mempelajari pemikiran filosofis dari berbagai tradisi intelektual, baik dari Barat maupun Timur.

“Para peserta kelas nakan mempelajari pemikran para filsuf dengan rentang waktu mulai dari Yunani Kuno hingga post-modernisme,” jelasnya

Baca Juga :  Kanwil DJPb Lampung Gelar Diseminasi Kajian Fiskal Regional di UIN

Ia juga mengatakan bahwa, program ini terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum, terutama bagi pemuda yang ingin mengembangkan kemampuan intelektual dan kesadaran sosial mereka.

“Kita terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum, bagi yang ingin mengembangkan intelektualnya. Pendaftaran kelas juga sudah kita buka sejak 21 – 27 Desember 2024 nanti,” kata Hanip.

Sementara, untuk pengumuman peserta yang lolos seleksi akan dilakukan pada 28 Desember 2024, dan kegiatan pembukaan kelas akan dilaksanakan pada 29 Desember 2024.

Hanip juga mengingatkan bahwa Kelas Mondok Klasika bukan sekadar ruang belajar, melainkan sebuah wadah untuk melakukan refleksi diri dan mengeksplorasi ide-ide besar dari berbagai disiplin ilmu.

“Kami ingin agar peserta tidak hanya menjadi pengikut, tetapi juga mampu menjadi pemikir kritis yang berani menghadapi realitas sosial,” pungkasnya.(fid)

Berita Terkait

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Semangat Bunda Eva Wujudkan Hunian Layak Masyarakat Terbaik I Nasional
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dewi Mayang Apresiasi Kolaborasi Polresta Bandar Lampung, Perlindungan Korban Jadi Prioritas
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Semangat Bunda Eva Wujudkan Hunian Layak Masyarakat Terbaik I Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB