Orkes Bada Isya Hadirkan ‘Suaka Luka’: Simfoni Kerinduan dan Harapan

Rabu, 25 Desember 2024 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Orkes Bada Isya releas single terbarunya berjudul ‘Suaka Luka’ pada Jum’at, 13 Desember 2024, dengan genre Folk Balada.

Penulis lagu sekaligus Komposer lagu ini, Robby Aslam Amrouzi dan Mike Fena Firdania menjelaskan, single terbaru Orkes Bada Isya, “Suaka Luka,” merupakan lagu yang menggambarkan kerinduan dan kesetiaan yang universal. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman kehilangan yang mendalam, baik itu dalam hubungan cinta, persahabatan, keluarga, atau bahkan kehilangan akan masa lalu yang indah.

“Lagu ini mengingatkan kita, bahwa meskipun waktu berlalu dan kehidupan bergerak maju, ada bagian dari diri kita yang tetap setia pada kenangan dan perasaan yang pernah ada,” ujar Robby pada dinamik.id.

Ia menambahkan, dengan aransemen melodi akustik yang hangat dan vokal yang menyentuh, lagu ini cocok bagi pendengar yang menyukai musik dengan lirik reflektif.

Baca Juga :  Bawaslu Imbau Kepala Daerah Tidak Rolling Jabatan ASN Jelang Pilkada 2024

Sementara, Mike Fena Firdania menuturkan Orkes Bada Isya adalah sebuah grup musik bergenre Folk Balada yang dikenal dengan liriknya yang puitis.

“Nama grup ini diambil dari waktu ‘Bada Isya,’ yang merupakan momen di mana mereka sering berkumpul dan berlatih musik bersama. Waktu tersebut sangat istimewa karena mencerminkan suasana tenang dan kontemplatif setelah aktivitas sehari-hari,” ujar Mike yang juga Vokalis Orkes Bada Isya .

Bagi mereka musik bukan hanya tentang melodi indah tetapi juga sebagai media untuk merefleksikan dunia sehari-hari. Mereka adalah Pencerita yang mengajak kita untuk merasakan, meresapi, dan merefleksikan kembali perjalanan yang telah kita tempuh sejauh ini.

Baca Juga :  PWI Lampung Tegaskan Kebudayaan Daerah Sebagai Penopang Identitas Nasional

Orkes Bada Isya sendiri dimaknai sebagai sebuah peristiwa musik yang terjadi pada waktu malam menuju fajar: musik yang bersifat privat, intim, dan dewasa.

Dalam proses kreatifnya, Orkes Bada Isya tidak hanya fokus pada eksplorasi musikal, tetapi juga kerap terlibat dalam mempelajari lintas disiplin seni. Mereka percaya bahwa seni adalah sebuah ekosistem yang saling berhubungan, di mana musik, sastra, tari, teater, dan seni visual dapat saling memperkaya satu sama lain. 

Selain itu mereka sering berkolaborasi dengan seniman dari berbagai latar belakang, mengintegrasikan elemen-elemen seni lainnya ke dalam karya musik mereka. Melalui keterlibatan dalam lintas disiplin seni, Orkes Bada Isya terus memperluas batas-batas kreatif, menjelajahi cara-cara baru untuk menyampaikan pesan dan emosi melalui musik yang mereka ciptakan.  

Baca Juga :  Polres Mesuji Gelar Bansos di Desa Mulya Agung, Rangkaian HUT Bhayangkara ke-78

Dalam perjalanan musiknya, Orkes Bada Isya telah merilis sebuah album berjudul “Menuju Rumahmu”. Album ini merupakan karya yang berisi enam buah lagu yang merupakan hasil alihwahana dari puisi-puisi karya para penyair Nasional asal Lampung.

Saat ini, Orkes Bada Isya sedang mempersiapkan album kedua mereka, yang akan memperluas eksplorasi aransemen musiknya yang menggabungkan elemen-elemen tradisi dan modern, timur dan barat, yang menjadi nuansa segar untuk dunia industri musik. Melalui dukungan DSP, karya mereka dapat menjangkau audiens yang mencari pengalaman musik yang kontemplatif dan emosional.

“Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, dan kolaborasi media, silakan hubungi: Email: sintesaproductions@gmail.com
Telepon: +62 823 7206 4444
Instagram: @orkesbadaisya,” tutup Mike. (Amd)

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB