Meraih Keberkahan Ramadan

Rabu, 5 Maret 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo Soekarno

Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan penuh berkah yang melebihi bulan-bulan lainnya. Di dalamnya terdapat keistimewaan yang tidak ditemukan di waktu lain—pintu-pintu surga dibuka, pahala dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, dan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ”

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Keberkahan Ramadan tidak akan bisa diraih hanya dengan melewatinya begitu saja. Ramadan harus kita sambut dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tekad yang kuat untuk menjadikannya sebagai momentum perubahan.

Keutamaan pahala di bulan ini jauh melampaui ibadah di bulan lainnya, karena Allah melipatgandakan setiap amal kebajikan. Bagaimana kita bisa meraih keberkahan Ramadan dan keluar dari bulan ini dengan hati yang lebih suci serta amal yang lebih berkualitas? Berikut beberapa hal yang dapat diraih:

1. Berpuasa dengan Kesadaran dan Keikhlasan

Puasa di bulan Ramadan memiliki pahala yang tidak terhingga, berbeda dengan ibadah lain yang memiliki takaran tertentu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman:

“كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ”

Baca Juga :  Dibuka Pukul 15.00, Begini Cara Lihat Pengumuman UMPTKIN 2023

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah, sehingga pahalanya diberikan langsung oleh-Nya tanpa batas. Oleh karena itu, berpuasa dengan hati dan jiwa sama pentingnya dengan berpuasa dengan tubuh.

2. Memperbanyak Tilawah dan Tadabbur Al-Qur’an

Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, dan membaca satu huruf dari kitab suci ini akan diganjar dengan pahala berlipat ganda. Rasulullah ﷺ bersabda:

“مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا”

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
(HR. Tirmidzi)

Di bulan Ramadan, setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca akan mendapat pahala yang jauh lebih besar daripada bulan lain, menjadikannya waktu terbaik untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati.

3. Menghidupkan Malam dengan Shalat dan Dzikir

Shalat malam di bulan Ramadan memiliki pahala yang sangat besar, hingga bisa menjadi sebab pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah ﷺ bersabda:

“مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

“Barang siapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Baca Juga :  PKM-K Luncurkan Es Krim Probiotik Ice-Tetik

Di bulan ini, terdapat Lailatul Qadr, malam yang lebih baik daripada seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Amal ibadah yang dilakukan di malam itu setara dengan ibadah selama 83 tahun lebih, menjadikannya momen yang tidak boleh disia-siakan.

4. Menyebarkan Kebaikan dan Memperbanyak Sedekah

Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan pahalanya bisa menyamai pahala ibadah haji. Rasulullah ﷺ bersabda:

“مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا”

“Barang siapa yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, ringankan tangan untuk berbagi, baik dalam bentuk harta, tenaga, ilmu, atau bahkan sekadar senyuman dan kata-kata baik.

5. Menjaga Diri dari Hal yang Merusak Keberkahan Ramadan

Keberkahan Ramadan bisa hilang jika kita tidak menjaga diri dari perbuatan sia-sia dan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:

“لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ”

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan sia-sia dan perbuatan keji.”
(HR. Ibnu Hibban)

Baca Juga :  Rektor Lantik Dua Pejabat Fungsional Baru Dukung Kemajuan Universitas

Maka, hindari kebiasaan yang merusak nilai puasa seperti menghabiskan waktu dengan hiburan yang tidak bermanfaat, perdebatan sia-sia, atau mengumbar emosi. Ramadan adalah waktu untuk mendidik diri menjadi lebih sabar, lebih tenang, dan lebih fokus pada ibadah.

Ramadan adalah bulan di mana setiap amalan kecil menjadi besar, dan setiap dosa dihapuskan. Jika kita menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan, maka kita akan keluar darinya dengan hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih kuat, dan kebiasaan baik yang terus kita pertahankan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Jika kita tidak berubah setelah Ramadan, maka kita hanya menahan lapar dan haus tanpa makna. Tetapi jika kita menjadikan Ramadan sebagai titik balik kehidupan, maka keberkahannya akan terus mengalir bahkan setelah bulan ini berlalu.

Jangan sia-siakan setiap detik Ramadan. Mari manfaatkan bulan ini untuk mendekat kepada Allah, memperbanyak amal, dan meraih keberkahan yang tidak bisa didapatkan di waktu lain. Semoga Ramadan ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup kita. Aamiin.

Penulis : KH Puji Raharjo

Editor : Mufid

Berita Terkait

PW MDS Rijalul Ansor Lampung Rakor Persiapan Kegiatan Ramadhan
Terpilih Pimpin KAHMI Lamteng, Topan Aquardi Ajak Alumni Kompak
PMII Bandar Lampung Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Lewat Entrepreneur Hub
LBH Dharma Loka Nusantara Menolak Amnesia Sejarah Lewat Diskusi ‘Membaca Nusantara #5’
Pencabutan HGU Cerminkan Sikap Kurang Kedepankan Prinsip Kepatutan
Komunitas Ruang Pojok dan Lampung Literature gelar Ngaji Bahasa: Membaca Nusantara #3
Komunitas Ruang Pojok dan Lampung Literature Gelar Ngaji Bahasa: Membaca Nusantara #3
Membaca Nusantara, Amnesia : Menggugat Delusi Kejayaan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:26 WIB

PW MDS Rijalul Ansor Lampung Rakor Persiapan Kegiatan Ramadhan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:15 WIB

Terpilih Pimpin KAHMI Lamteng, Topan Aquardi Ajak Alumni Kompak

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:30 WIB

PMII Bandar Lampung Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Lewat Entrepreneur Hub

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:38 WIB

LBH Dharma Loka Nusantara Menolak Amnesia Sejarah Lewat Diskusi ‘Membaca Nusantara #5’

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:29 WIB

Pencabutan HGU Cerminkan Sikap Kurang Kedepankan Prinsip Kepatutan

Berita Terbaru