Bandar Lampung, (dinamik.id) — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKS, Syukron Muchtar mengapresiasi rencana pembangunan pabrik rokok oleh Ceo Rokok Hs, Muhammad Suryo, di Kabupaten Lampung Timur.
Pabrik rokok merek HS tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 dan diharapkan mampu menyerap hingga ribuan tenaga kerja lokal. Syukron menilai langkah Suryo sebagai kabar baik bagi daerah, terutama dalam upaya menekan angka pengangguran.
“Ini rencana yang bagus dari anak daerah yang sukses di perantauan. Harapannya, langkah seperti ini bisa diikuti oleh perantau Lampung lainnya yang telah berhasil,” ujar Syukron, Kamis (22/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Syukron mengingatkan agar pendirian pabrik dilakukan dengan memenuhi seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aspek perizinan, kepastian lahan, serta potensi dampak sosial dan hukum di kemudian hari.
“Semua prosedur harus dipenuhi, jangan sampai ada yang terlewat. Baik soal perizinan, status lahan, maupun aspek sosial,” imbuhnya.
Syukron juga berharap kehadiran pabrik rokok tersebut benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Lampung, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Jangan hanya bangga pabriknya berdiri di Lampung, tapi juga bangga karena masyarakat Lampung menjadi bagian dari tenaga kerja di dalamnya,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, CEO Surya Group sekaligus pimpinan Perusahaan Rokok HS
Muhammad Suryo saat konferensi pers bersama grup band Slank di Bandar Lampung, Sabtu (17/1/2026) mengungkap rencananya mendirikan pabrik rokok di Lampung.
Suryo mengatakan, pabrik yang akan dibangun memiliki luas sekitar dua hektare. Pembangunan pabrik ini, menurut dia, merupakan bagian dari komitmen untuk mengembangkan industri rokok lokal sekaligus membuka lapangan pekerjaan di daerah.
“Kita bangun pabrik di Lampung Timur, targetnya tahun depan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pabrik tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja, terutama untuk kebutuhan produksi.
Suryo yang lahir di Lampung menegaskan, pendirian pabrik ini juga menjadi bentuk kontribusinya bagi daerah asal. (Amd)












