Syukron Apresiasi Pembangunan Pabrik Rokok di Lamtim, Harap Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKS, Syukron Muchtar mengapresiasi rencana pembangunan pabrik rokok oleh Ceo Rokok Hs, Muhammad Suryo, di Kabupaten Lampung Timur.

Pabrik rokok merek HS tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 dan diharapkan mampu menyerap hingga ribuan tenaga kerja lokal. Syukron menilai langkah Suryo sebagai kabar baik bagi daerah, terutama dalam upaya menekan angka pengangguran.

“Ini rencana yang bagus dari anak daerah yang sukses di perantauan. Harapannya, langkah seperti ini bisa diikuti oleh perantau Lampung lainnya yang telah berhasil,” ujar Syukron, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :  Ketua Komisi I DPRD Lampung Apresiasi Kejati Buka Blokir Rekening PT PSMI

Meski demikian, Syukron mengingatkan agar pendirian pabrik dilakukan dengan memenuhi seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aspek perizinan, kepastian lahan, serta potensi dampak sosial dan hukum di kemudian hari.

“Semua prosedur harus dipenuhi, jangan sampai ada yang terlewat. Baik soal perizinan, status lahan, maupun aspek sosial,” imbuhnya.

Syukron juga berharap kehadiran pabrik rokok tersebut benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Lampung, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Ketua DPRD Dukung Kebijakan Gubernur Lampung Hapus Uang Komite Sekolah

“Jangan hanya bangga pabriknya berdiri di Lampung, tapi juga bangga karena masyarakat Lampung menjadi bagian dari tenaga kerja di dalamnya,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, CEO Surya Group sekaligus pimpinan Perusahaan Rokok HS
Muhammad Suryo saat konferensi pers bersama grup band Slank di Bandar Lampung, Sabtu (17/1/2026) mengungkap rencananya mendirikan pabrik rokok di Lampung.

Suryo mengatakan, pabrik yang akan dibangun memiliki luas sekitar dua hektare. Pembangunan pabrik ini, menurut dia, merupakan bagian dari komitmen untuk mengembangkan industri rokok lokal sekaligus membuka lapangan pekerjaan di daerah.

Baca Juga :  Reses di Bandar Lampung, Naldi Rinara Serap Aspirasi Warga Soal Jalan dan Penerangan

“Kita bangun pabrik di Lampung Timur, targetnya tahun depan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pabrik tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja, terutama untuk kebutuhan produksi.

Suryo yang lahir di Lampung menegaskan, pendirian pabrik ini juga menjadi bentuk kontribusinya bagi daerah asal. (Amd)

Berita Terkait

Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi
Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’
40 Tahun Menggantung, DPRD Lampung Janji Kawal Penyelesaian Konflik Waydadi
Ghofur Soroti Risiko Pasir Laut dalam Proyek Infrastruktur, Desak Pemerintah Lakukan Verifikasi
HIV Meningkat di Pringsewu, Syukron Muchtar Minta Pengawasan Digital Diperketat
DPRD Lampung Soroti Peran Koperasi Merah Putih dan Kendala Lahan di Desa
DPRD Lampung Minta Pengawasan Ketat Lapak Kurban Pinggir Jalan
Dewi Mayang Sari Djausal Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:46 WIB

Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:28 WIB

Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB

40 Tahun Menggantung, DPRD Lampung Janji Kawal Penyelesaian Konflik Waydadi

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:03 WIB

Ghofur Soroti Risiko Pasir Laut dalam Proyek Infrastruktur, Desak Pemerintah Lakukan Verifikasi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:37 WIB

HIV Meningkat di Pringsewu, Syukron Muchtar Minta Pengawasan Digital Diperketat

Berita Terbaru

Berita

BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:44 WIB

Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter, Sabtu.

Ekonomi dan Kreatif

Pemerintah Tegaskan Harga Eceran Minyakita Tetap Rp15.700/Liter

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:43 WIB