Duka Keluarga Abizar, DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian Medis di RSIA

Senin, 13 April 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Kematian Abizar Fathan Athallah menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Bagi mereka, peristiwa ini bukan hanya kehilangan, tetapi juga menyisakan tanda tanya atas penanganan medis yang diterima selama masa perawatan.

Di tengah kesedihan itu, DPRD Lampung turun tangan menelusuri dugaan kelalaian pelayanan medis yang diduga terjadi di RSIA Puri Betik Hati.

Menindaklanjuti laporan pihak keluarga, komisi V DRPD Lampung memanggil sejumlah pihak terkait dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar pada Senin (13/04/2026). Pihak yang dihadirkan antara lain manajemen RSIA Puri Betik Hati, BPJS Kesehatan, serta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Selain itu, dihari yang sama komisi V juga meminta keterangan dari ayah korban, Muslimin.

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Condrowati, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih mendalami dugaan kelalaian medis yang menjadi sorotan publik tersebut.

‎Dalam hearing tersebut, Condrowati menilai terdapat indikasi lambannya penanganan terhadap pasien. Ia mengungkapkan, berdasarkan kronologi yang disampaikan, korban dirawat sejak 15 hingga 17 Februari 2026.

‎“Pada 17 Februari disuruh puasa sampai malam, tetapi belum ditangani hingga akhirnya meninggal dunia. Kalau menurut saya, ada sedikit kelalaian, penanganannya lamban,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor DPRD Lampung.

‎Condrowati juga menyoroti keterbatasan tenaga medis di rumah sakit tersebut. Ia menyebut, berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, jumlah dokter bedah hanya satu orang, sementara dokter anestesi disebut sulit dihubungi.

‎“Kalau mau operasi kan harus ada dokter anestesi. Tadi saya tanyakan, ternyata dokter anestesi sulit dihubungi. Ini tentu menjadi catatan serius,” katanya.

‎Selain itu, ia juga menyinggung evaluasi terhadap tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pasien, termasuk dokter yang disebut dalam forum hearing.

‎Menurutnya, ke depan perlu ada penambahan tenaga medis, khususnya dokter bedah dan dokter anestesi, guna menghindari kejadian serupa terulang.

‎“Tadi juga disampaikan perlu evaluasi. Menurut saya, lebih baik dokter ditambah, terutama dokter bedah,” tambahnya.

‎Meski demikian, Condrowati menegaskan bahwa saat ini Komisi V masih dalam tahap pendalaman dan belum mengambil kesimpulan akhir. Rekomendasi resmi nantinya akan disampaikan oleh pimpinan komisi.

‎“Bisa saja nanti ada rekomendasi, tapi saat ini masih dalam proses pendalaman. Nanti Pak Ketua yang akan menyampaikan,” jelasnya.

‎Sementara itu, berdasarkan keterangan dalam hearing, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah lebih dulu melakukan penelusuran awal, termasuk meminta pendapat dari tim ahli serta organisasi profesi untuk memastikan apakah pelayanan yang diberikan telah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

‎Di sisi lain, pihak RSIA Puri Betik Hati menyatakan bahwa pelayanan terhadap pasien telah dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.

‎Komisi V DPRD Lampung memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas guna memberikan kejelasan bagi keluarga korban, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan di Lampung berjalan sesuai standar yang ditetapkan. (Amd)

Baca Juga :  DPRD Lampung Panggil Inspektorat Lampung dan BKD Lampung

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Pina

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak, Ingatkan Jangan Sekadar Seremonial
Langgar Edaran, Elly Wahyuni Desak Disdik Tindak Tegas Sekolah yang Paksa Beli Seragam
Wahrul Fauzi Siap Maju Ketua Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM
Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Sulit Diturunkan, DPRD Minta Evaluasi
Tanggapi Demo Relawan MBG, Giri Akbar: Evaluasi Implementasi, Bukan Hentikan Program
DPRD Lampung Minta Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi
Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:26 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak, Ingatkan Jangan Sekadar Seremonial

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:12 WIB

Langgar Edaran, Elly Wahyuni Desak Disdik Tindak Tegas Sekolah yang Paksa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:06 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Ketua Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Senin, 6 Juli 2026 - 15:00 WIB

Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Sulit Diturunkan, DPRD Minta Evaluasi

Senin, 22 Juni 2026 - 21:11 WIB

Tanggapi Demo Relawan MBG, Giri Akbar: Evaluasi Implementasi, Bukan Hentikan Program

Berita Terbaru

Tulangbawang Barat

Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi

Selasa, 14 Jul 2026 - 18:32 WIB