Protes Jalan Rusak Berkepanjangan, Warga Gelar Aksi ‘Gogoh Iwak’ di Jalan

Senin, 26 Januari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu (Dinamik.id) – Warga Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu menyebut aktivitas truk tambang yang hilir mudik melintas menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan di wilayah mereka.

Hal tersebut diungkapkan Ali, warga Wonodadi, usai ratusan warga turun ke jalan menggelar aksi gogoh iwak di ruas Jalan Radin Intan, Pekon Wonodadi, Senin (26/1/2026), sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak.

“Salah satu penyebab jalan rusak ini adalah mobil truk tambang yang bolak-balik melintas,” ujar Ali.

Menurut Ali, jalan tersebut terakhir kali dalam kondisi baik pada tahun 2002 silam. Sejak itu, warga harus bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak parah.

“Kami sudah capek dengan kondisi jalan seperti ini. Kalau musim hujan becek penuh kubangan, kalau kemarau berdebu. Kasihan warga, termasuk pelaku UMKM di sekitar yang ikut terganggu,” katanya.

Di hadapan Camat Gadingrejo, anggota DPRD, serta perwakilan pemilik tambang, Ali menyampaikan sejumlah tuntutan. Ia meminta agar jalan segera diperbaiki, kepastian jadwal perbaikan diumumkan secara jelas, kualitas bahan baku diperhatikan, serta selama proses pengerjaan truk tambang tidak melintas sementara waktu.

Baca Juga :  PDXC ORARI Lokal Pringsewu Gelar iROTA dan iVOTA

Sementara itu, Syarif, warga lainnya, menyebutkan terdapat tiga tambang yang selama ini beroperasi di wilayah Gadingrejo.
“Kami minta pihak tambang memperhatikan jalan yang rusak. Jangan tambangnya makmur, tapi masyarakat sengsara,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan warga, Ari Madani, perwakilan pemilik tambang CV BKMB, menyatakan pihaknya siap menampung aspirasi warga, terutama terkait pemeliharaan jalan.

“Dalam artian kami siap melakukan penambalan jalan yang berlubang. Namun kalau bicara CSR atau perbaikan permanen, harus ada mediasi antara tiga tambang dan pihak pekon,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Titin Agustin, perwakilan dari Tambang CV Sinar Bumi Mandiri (SBM). Ia mengatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada pimpinan perusahaan.

“Terkait pemeliharaan jalan, termasuk perbaikan gorong-gorong yang ambrol, akan kami upayakan minggu ini,” kata Titin.

Baca Juga :  Dilepas Bupati Pringsewu, SKIn Gelar Fun Camping Ride

Dalam aksi tersebut, warga juga memasang sejumlah banner berisi tuntutan dan kritik, di antaranya bertuliskan “Tambang Kaya, Rakyat Sengsara” serta “Dalam Waktu Sebulan Tidak Diperbaiki, Jalan Kami Blokir”.

ratusan warga Gadingrejo turun ke jalan melakukan aksi gogoh iwak sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah karena jalan rusak di wilayah mereka tak kunjung diperbaiki.

Aksi tersebut dilakukan di ruas Jalan Pekon Wonodadi–Wonosari, Kecamatan Gadingrejo, yang juga merupakan akses penghubung menuju Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Menurut Eko, warga setempat, aksi serupa sudah dilakukan sebanyak lima kali, namun belum mendapat respons nyata dari pemerintah.

“Panjang jalan rusak sekitar 500 meter. Mudah-mudahan ini menjadi aksi terakhir,” harapnya.

Warga lainnya menyebut aksi ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka kepada pemerintah daerah.
“Kalau Pak Bupati sering gogoh iwak di sawah, silakan datang ke sini gogoh iwak di jalan rusak bareng kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Merakyat, Marindo dan Agnesia Jadi Pedagang Sembako Dadakan

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pengendara, khususnya anak sekolah, kerap terjatuh akibat jalan berlubang dan dipenuhi kubangan.

“Setiap hari kami menghirup debu jalanan. Kami minta tolong agar pemerintah segera memperbaiki jalan ini, jangan hanya janji-janji belaka,” tegasnya.

Pantauan di lokasi, peserta aksi yang didominasi kaum emak-emak tampak antusias menyampaikan aspirasi. Suasana semakin ramai saat warga berebut sekitar dua kuintal ikan lele yang disiapkan dalam aksi gogoh iwak tersebut.

Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, yang memantau langsung jalannya aksi, mengimbau warga agar tetap menjaga ketertiban.

“Silakan menyampaikan aspirasi, namun ini fasilitas umum, jadi perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu aktivitas warga lainnya,” ujarnya.

Aksi berlangsung sekitar 90 menit. Setelah itu, warga membubarkan diri dengan tertib dan kembali membuka akses jalan yang sempat ditutup. (Rhn)

Berita Terkait

Pemilik Lahan Baku Sawah Pajaresuk Diduga Abaikan Pemerintah, Alih Fungsi Lahan Jalan Terus
Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna
Pembangunan Gudang di Fajaresuk Masuk Lahan Baku Sawah Di ‘Hold’
Kekeringan Ancam Sawah di Pringsewu, Petani Khawatir Gagal Panen
Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan
Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Pringsewu Pastikan Layanan Tetap Berjalan Meski Terapkan WFH Tiap Jumat Kedua
Belanja Pegawai Masih di Atas 30 Persen, Pringsewu Tak Buka Formasi CPNS 2026

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Pembangunan Gudang di Fajaresuk Masuk Lahan Baku Sawah Di ‘Hold’

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Kekeringan Ancam Sawah di Pringsewu, Petani Khawatir Gagal Panen

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:24 WIB

Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:33 WIB

Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB