Sempat Tinggalkan Pesan untuk Keluarga, IRT Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu, (Dinamik.id) – Polisi mengingatkan warga untuk lebih peka terhadap kondisi keluarga dan tetangga, terutama bila ada yang terlihat murung berkepanjangan atau menghadapi tekanan hidup. Imbauan itu disampaikan Polsek Sukoharjo setelah seorang ibu rumah tangga di wilayah tersebut ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri.

Peristiwa itu menimpa Puri Utami (35), warga Pekon Sukoharjo 3, Kabupaten Pringsewu. Sehari-hari, korban dikenal berjualan gorengan tidak jauh dari rumahnya.

Baca Juga :  Ground Breaking Jalan Banyumas–Way Kunyir, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Wilayah Utara Pringsewu

Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Tugino (67). Rabu Pagi (18/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, saat menuju belakang rumah untuk membersihkan kandang dan membuang sampah, ia melihat sosok tergantung di pohon cokelat.

“Saya kaget, tidak menyangka itu anak saya,” ujarnya singkat.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, polisi menemukan sebuah amplop berisi tulisan yang diduga pesan terakhir korban, berisi permintaan maaf kepada suami serta pesan agar anak-anaknya dijaga ibadahnya.

Baca Juga :  Masyarakat Pringsewu Sambut Pasar Murah & Bazar UKM/IKM

Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, mengatakan hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis Puskesmas Sukoharjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun untuk motifnya masih kami dalami,” kata Juniko mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra.

Baca Juga :  HUT Ke-77 PMI, ORARI Lokal Pringsewu Gelar SES 8H77PMI

Pihak keluarga, lanjutnya, telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Juniko juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu saling peduli di lingkungan sekitar. Menurutnya, perhatian sederhana seperti menyapa atau mengajak bicara bisa membantu seseorang yang sedang menghadapi masalah.(rhn).

Berita Terkait

Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan
Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Pringsewu Pastikan Layanan Tetap Berjalan Meski Terapkan WFH Tiap Jumat Kedua
Belanja Pegawai Masih di Atas 30 Persen, Pringsewu Tak Buka Formasi CPNS 2026
Hari Kedua Pencarian, Dua Remaja yang Hanyut di Way Sekampung Ditemukan Meninggal Dunia
Sempat Tolak Ajakan Bertemu, IRT di Pringsewu Tewas Diduga Ditusuk Suami Siri
Konsultan Bantah Minimnya Pengawasan Pekerjaan Jalan Pringsewu–Pardasuka
Konsultan Dibayar Rp444 Juta, Pekerjaan Jalan Pringsewu–Pardasuka Diduga Minim Pengawasan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:24 WIB

Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:33 WIB

Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:29 WIB

Disdukcapil Pringsewu Pastikan Layanan Tetap Berjalan Meski Terapkan WFH Tiap Jumat Kedua

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:23 WIB

Belanja Pegawai Masih di Atas 30 Persen, Pringsewu Tak Buka Formasi CPNS 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:45 WIB

Hari Kedua Pencarian, Dua Remaja yang Hanyut di Way Sekampung Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru