Angka Perceraian Di Lampura Terus Meroket, Abung Selatan Tertinggi

Senin, 13 April 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABUMI, (Dinamik.id) – Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tampaknya sedang menghadapi krisis sosial yang serius. Alih-alih menurun, angka perceraian di Lampura justru terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan setiap tahunnya.
​Berdasarkan data yang dihimpun dari Pengadilan Agama (PA) Kotabumi Kelas I B, Lampura tercatat ledakan kasus yang signifikan. Jika pada tahun 2024 terdapat 1.122 kasus, angka tersebut membengkak menjadi 1.312 kasus pada 2025. Tren negatif ini pun belum menunjukkan tanda-tanda mereda; terbukti hanya dalam kurun waktu empat bulan pertama di tahun 2026, sudah ada 383 pasangan yang memilih mengakhiri ikatan pernikahan.

Baca Juga :  LBH Dharma Loka Nusantara Soroti Tindakan Represif Kampus Terhadap Mahasiswa

​Panitera Muda PA Kotabumi, Teti Pitriani mengungkapkan bahwa alasan klasik masih mendominasi kehancuran rumah tangga warga Lampura. Perselisihan yang tak kunjung usai, himpitan ekonomi, hingga insiden Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi pemicu utama ribuan orang memilih menyandang status janda dan duda,”Penyebab yang paling utama itu karena perselisihan terus menerus, faktor ekonomi, dan KDRT,”terang Teti Pitriani saat dikonfirmasi di Pengadilan Agama Kotabumi, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  KPU Lampung Raih Tiga Penghargaan Nasional Tata Kelola Pemerintahan

​Yang menarik untuk disoroti, wilayah Kecamatan Abung Selatan mencatatkan sebagai Daerah dengan tingkat perceraian tertinggi di Lampura.
​Meski pihak PA Kotabumi mengklaim telah mengupayakan mediasi dan memberikan imbauan agar masyarakat tidak terburu-buru bercerai, kenyataan di lapangan berkata lain. Ribuan akta cerai yang terbit setiap tahunnya menjadi bukti bahwa program edukasi pra-nikah maupun manajemen konflik yang ada saat ini seolah hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata.
​Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Jika edukasi ekonomi keluarga dan penguatan mental pra-nikah tidak segera dibenahi secara radikal, bukan tidak mungkin Lampura akan terus memecahkan rekor angka perceraian di masa mendatang. (Redaksi)

Berita Terkait

Konflik Agraria Bakung Menggema: Pemprov Lampung Siap Kawal Penyelesaian ke Pemerintah Pusat
Pemerintah Terbitkan PMK-28/2026, Atur Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak
Sudah Satu Generasi, SDN 1 Desa Tanjung Raja Tanggamus Tak Tersentuh Pembangunan Hanya Karena Status Lahan
Ahmad Sahroni Minta Kemenag Evaluasi Perizinan Pesantren Ndolo Kusumo
Pengangkatan Kapolri Tetap Persetujuan DPR
LBH Bandar Lampung Kecam Pemasangan Plang TNI AU di Bakung Udik
PAC GP Ansor Natar Sukses Gelar Ansor Cup, Dibuka Langsung oleh Camat Natar
Hardiknas 2026: Dr Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:03 WIB

Konflik Agraria Bakung Menggema: Pemprov Lampung Siap Kawal Penyelesaian ke Pemerintah Pusat

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:09 WIB

Pemerintah Terbitkan PMK-28/2026, Atur Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:25 WIB

Sudah Satu Generasi, SDN 1 Desa Tanjung Raja Tanggamus Tak Tersentuh Pembangunan Hanya Karena Status Lahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:21 WIB

Ahmad Sahroni Minta Kemenag Evaluasi Perizinan Pesantren Ndolo Kusumo

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:26 WIB

Pengangkatan Kapolri Tetap Persetujuan DPR

Berita Terbaru

Ketua STAI Aminullah Lampung Nicho Hadi Wijaya

Opini

Pendidikan Digital di Atas Reruntuhan Ruang Kelas

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:20 WIB

Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi PT Lampung Energi Berjaya (LEB).

Hukum

Ini Tokoh Berjasa Dibalik Pengungkapan Kasus PT LEB

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:06 WIB