Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kantor PWI Solok Selatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

i

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Jakarta (dinamik.id)-Penyerangan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat pada Senin (18/5) lalu mendapat atensi Komisi III DPR RI. Aparat kepolisian diminta mengusut tuntas pelaku penyerangan dan motifnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyebut hal itu merupakan bentuk teror dan intimidasi terhadap kerja pers yang merupakan pilar ke empat demokrasi.

“Ini teror terhadap pers, polisi harus segera usut tuntas siapa dalangnya, karena pasti ini ada kepentingan orang-orang tertentu yang mungkin ingin kasusnya tidak dibuka oleh pers, kuat diduga begitu,” ujar Sahroni di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga :  Perbakin Lampung Lantik 8 Pengurus Baru Kabupaten, Olpin Putra Ketua Pengkab Mesuji

Oleh sebab itu, Ahmad Sahroni meminta kepolisian mengusut tuntas penyerangan kantor PWI Solok Selatan , Sumatera Barat. Ia menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan intimidasi maupun kekerasan yang menyasar insan pers karena berpotensi mengganggu kebebasan pers dan kerja jurnalistik di daerah.

Menurut Sahroni, pengungkapan kasus secara cepat penting dilakukan agar aksi serupa tidak berulang dan tidak memicu rasa takut di kalangan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

Baca Juga :  Tim Kurnia Jaya Mesuji Runner Up, Dalam Tournament Mini Soccer Bhayangkara Cup 1 2023

“Dan sebenarnya secara umum, saya tidak mau teror-teror seperti perusakan kantor, penyiraman air keras, pengiriman anggota tubuh binatang, dan sebagainya ini makin marak,” ungkapnya.

Politisi yang familiar dengan sebutan crazy rich Tanjung Priok itu juga meminta aparat memberikan sanksi tegas terhadap pelaku apabila terbukti melakukan tindak pidana perusakan dan intimidasi terhadap pers.

“Makanya ketika ada kasus seperti ini, harus diusut tuntas dan dicari pelakunya sampai ketemu. Pastikan juga dijerat dengan hukuman berat,” ujar Sahroni.

Baca Juga :  Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Kantor PWI Solok Selatan dilaporkan diserang sekelompok orang tidak dikenal pada Senin (18/5) malam hingga menyebabkan kerusakan pada gedung sekretariat organisasi wartawan tersebut.

Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies memastikan pengurus daerah telah menempuh langkah hukum atas insiden itu.

Kasus penyerangan kantor PWI Solok Selatan menambah perhatian terhadap perlindungan kerja jurnalistik di daerah, terutama terkait keamanan insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik. (Red)

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB