Erupsi GAK, Mikdar Ilyas : Postur Anggaran Penanggulangan Bencana Lampung Perlu Dievaluasi

Rabu, 9 September 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Abu vulkanik Anak Gunung Krakatau tidak hanya meninggalkan jejak di udara, tetapi juga menyodorkan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Lampung, yakni kesiapan anggaran menghadapi bencana tak boleh datang setelah bencana terjadi.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menyoroti pentingnya kesiapan postur anggaran penanggulangan bencana pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi risiko bencana.

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini menilai, erupsi dan sebaran abu vulkanik merupakan kejadian yang sulit diprediksi sehingga pemerintah daerah harus memiliki skema anggaran yang cukup fleksibel untuk menghadapi kondisi darurat.

“Kita harus akui, ini musibah di luar dugaan. Anggaran daerah pasti banyak terkuras untuk penanganan dan pencegahan dampak bencana. Karena itu, pengalaman ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat antisipasi ke depan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Peningkatan Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik

Mikdar mengatakan, DPRD Lampung akan mendorong agar kebutuhan penanggulangan bencana mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya.

Jika anggaran yang tersedia belum memadai, kata dia, DPRD dapat meminta pemerintah daerah mengevaluasi kembali program di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), terutama belanja yang belum bersifat mendesak.

“Kalau nanti Pemerintah Provinsi Lampung memasukkan rencana anggaran untuk penanganan bencana, patut kita dukung. Kalau belum maksimal, akan kita pertanyakan kepada dinas terkait apakah perlu tambahan anggaran,” tegasnya.

Ia menilai realokasi anggaran dari program yang urgensinya lebih rendah dapat menjadi opsi ketika kebutuhan penanganan bencana bersifat mendesak.

“Mana anggaran OPD yang belum begitu prioritas, mungkin bisa ditunda ke tahun berikutnya dan digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Karena yang kita hadapi sekarang memang mendesak, yaitu mengatasi persoalan bencana,” kata Mikdar.

Baca Juga :  Pembukaan Meriah Pekan Raya Lampung 2024

Menurutnya, pengalaman menghadapi abu vulkanik Anak Gunung Krakatau harus menjadi momentum memperkuat sistem mitigasi Lampung, bukan hanya dari sisi kesiapsiagaan personel dan peralatan, tetapi juga memastikan dukungan fiskal.

“Bencana alam tidak bisa kita prediksi secara pasti. Gunung meletus, banjir, angin kencang, kebakaran dan bencana lainnya bisa terjadi kapan saja. Karena itu, pemerintah harus selalu siap,” ujarnya.

Selain itu, Mikdar menilai rencana Pemerintah Provinsi Lampung melakukan modifikasi cuaca atau hujan buatan sebagai respons terhadap sebaran abu vulkanik merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Menurutnya, dampak erupsi Anak Gunung Krakatau kini telah dirasakan di sejumlah wilayah, bahkan hingga Banten dan Jakarta, serta mulai mengganggu aktivitas penerbangan.

Baca Juga :  IJP Lampung Gelar Buka Bersama dan Beri Santunan Yatim Piatu

“Ini merupakan salah satu respons yang cukup bagus. Kita sudah merasakan dampak abu vulkanik, bukan hanya di Lampung tetapi juga Banten dan Jakarta. Bahkan sudah mengganggu penerbangan yang secara otomatis merugikan banyak pihak,” imbuhnya.

Ia menilai modifikasi cuaca dapat menjadi salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi sebaran debu vulkanik yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Mikdar mengingatkan, abu vulkanik bukan persoalan sepele. Masyarakat kini harus menggunakan masker dan pelindung mata karena paparan abu dapat mengganggu kesehatan, terlebih partikel vulkanik dapat mengandung material tajam seperti kaca.

“Ini pemikiran yang bagus dari Pak Gubernur untuk meringankan penderitaan masyarakat. Kita harus keluar memakai masker, bahkan mata bisa pedih kalau tidak menggunakan pelindung,” pungkasnya. (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Pina haidar

Berita Terkait

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung
Udara Bandar Lampung Aman, Warga Diimbau Tetap Jaga Kesehatan dan Lingkungan
Serius Kelola Zakat, Gubernur Lampung Raih Grand Baznas Award 2026
Dinilai Arogan dan Batasi Kerja Jurnalis, Sikap Tim Media Gubernur Lampung Dikecam
Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!
KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 Sekolah Raih Adiwiyata 2026-2030
Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD Lampung, Minta Tantangan Fiskal Tak Dibebankan ke Rakyat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Serius Kelola Zakat, Gubernur Lampung Raih Grand Baznas Award 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Dinilai Arogan dan Batasi Kerja Jurnalis, Sikap Tim Media Gubernur Lampung Dikecam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:34 WIB

KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB