Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN): Desa Bumi Jaya Menuju Ramah Lingkungan dengan Eco-Enzyme

Senin, 5 Februari 2024 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I tahun 2024 di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Pembuatan Eco-Enzyme. Kegiatan telah berlangsung pada Sabtu, 3 Februari 2024 di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

Penyuluhan dan Pembuatan Eco-Enzyme dihadiri oleh anggota GAPOKTAN, KWT, dan masyarakat Desa Bumi Jaya. Ide pelaksanaan program ini muncul dari kondisi riil masyarakat Desa Bumi Jaya yang masih mengandalkan pupuk kimia dan bahan kimia rumah tangga. Program ini hadir dengan tujuan utama mengedukasi masyarakat tentang pentingnya adopsi produk ramah lingkungan, khususnya eco-enzyme.

Selain menyasar anggota GAPOKTAN, KWT, dan masyarakat Desa Bumi Jaya, program ini juga bertujuan membawa perubahan positif terkait penggunaan pupuk kimia dan bahan kimia rumah tangga.

Baca Juga :  Guru Bimbingan dan Konseling sebagai Pemimpin Layanan Peminatan Karir Studi Lanjut Bagi Peserta Didik di SMP

Program ini dipandu oleh dua pemateri Rinaldo Adi Pratama, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Ir. Herry Susanto, M.P., dari Fakultas Pertanian Unila.

Kelompok mahasiswa KKN yang terlibat diantarannya Francisca Shanti Anggraini, dari Pendidikan Biologi dan Rahma Dea dari pendidikan bahasa Inggris bertindak sebagai Penanggung Jawab (PJ) Kegiatan, Muhammad Hatta Fahada, Laila Rahmadani,

Selanjutnya Aulia Senawati, Salsabilla, Rizki Firdaus, Rahma Dhea Agustina , Arinda Darma Kinanti, Syahira Najla Paramita, dan Putri Salsabila.

Francisca Shanti Anggraini selaku PJ acata ini dalam sambutannya, berharap penyuluhan dan pembuatan eco-enzyme ini dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Bumi Jaya untuk memanfaatkan limbah organik sekaligus menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Pendaftaran SPAN-PTKIN Diperpanjang Hingga 19 Maret 2024

“Dengan adanya penyuluhan dan pembuatan eco-enzyme ini, masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik untuk mengurangi sampah di bumi” katanya.

Proses pembuatan eco-enzyme yang dijelaskan melibatkan bahan-bahan sederhana seperti limbah organik, molase, dan air memberikan solusi praktis bagi masyarakat. Program ini berpotensi memberikan output positif berupa penggunaan eco-enzyme sebagai pupuk alami, pembersih, dan penghilang bau kotoran.

Dengan berfokus pada perbandingan takaran yang tepat, yakni 1:3:10, peserta dipandu dalam pengolahan limbah organik seperti kulit mangga, jeruk, pepaya, nanas, dan sayuran segar menjadi eco-enzyme.

Ir. Herry yang merupakan Dosen di FP Unila memberikan inspirasi dari melihat penggunaan pupuk kimia di Bumi Jaya yang merugikan tanah dan kesehatan. Eco-enzyme dengan enzimnya memiliki banyak manfaat, seperti pemupukan alami, penyubur tanah, penjernih air, dan pembersih rumah tangga.

Baca Juga :  Ajak Siswa Kreatif, Mahasiswa KKN-PLP Unila Desa Kertosari X Buat Mading Sekolah

Sementara Rinaldo lebih menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci kesuksesan dalam menjaga lingkungan “Melalui eco-enzyme, kita dapat menjaga tanah, air, dan kesehatan manusia secara berkelanjutan,” ujarnya.

Semua mahasiswa KKN Unila terlibat aktif dalam menjalankan program memiliki harapan kegiatan yang mereka dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Bumi Jaya. Dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu, program ini diharapkan menjadi contoh inspiratif menuju desa ramah lingkungan (pin) 

Berita Terkait

BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dan Dewan Pendidikan Bahas Arah Kebijakan Pendidikan Lampung
Dewan Pendidikan Lampung Ajak Masyarakat Kawal SPMB SMA/SMK 2026
Perkuat Pengawasan dan Karakter, Disdikbud Lampung Antisipasi Tawuran Pelajar
SPMB Lampung 2026 Dirombak, Kadis Pendidikan: Jalur Domisili Kini Lebih Adil dan Berkualitas
Kemah Sastra 2026, Ari Pahala: Puisi Bukan Sekadar Bahasa, Tapi Cara Menjumpai Dunia
Rektor UIN Raden Intan Lampung Lantik Pimpinan Universitas Periode 2026–2030
BBPL Tindak Lanjuti Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025
LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:34 WIB

BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dan Dewan Pendidikan Bahas Arah Kebijakan Pendidikan Lampung

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:05 WIB

Dewan Pendidikan Lampung Ajak Masyarakat Kawal SPMB SMA/SMK 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:10 WIB

Perkuat Pengawasan dan Karakter, Disdikbud Lampung Antisipasi Tawuran Pelajar

Senin, 13 April 2026 - 18:48 WIB

SPMB Lampung 2026 Dirombak, Kadis Pendidikan: Jalur Domisili Kini Lebih Adil dan Berkualitas

Kamis, 9 April 2026 - 13:45 WIB

Kemah Sastra 2026, Ari Pahala: Puisi Bukan Sekadar Bahasa, Tapi Cara Menjumpai Dunia

Berita Terbaru