Lolly Suhenty : Perubahan Paradigma Pengawasan Pemilu

Selasa, 15 Oktober 2024 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar lampung – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam mengawasi pemilu. Hal ini diungkapkannya dalam bedah buku yang membahas peran penting pengawasan pemilu di Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat Korp PMII Putri (Kopri) Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Lampung mengadakan diskusi sekaligus bedah buku bertajuk “Inovasi Pengawasan Pemilu 2024” di kafe Daja Coffee, Bandar Lampung, Selasa, 15 Oktober 2024.

“Buku ini penting bukan karena saya yang menulisnya atau karena saya seorang komisioner Bawaslu, tetapi karena buku ini mampu memberikan panduan bagi kita semua dalam memahami peran pengawasan pemilu,” ungkap Lolly dalam acara tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Tiadakan Shalat Id

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat yang salah memahami tugas pengawas pemilu. Mereka kerap kali hanya melihat peran Bawaslu dari sisi penindakan pelanggaran, padahal pencegahan menjadi aspek krusial yang sering terlupakan. “Spirit pencegahan baru lahir di periode ini. Divisi pencegahan baru dibentuk, dan ini yang harus dipahami masyarakat,” tambah Lolly.

Ia menekankan bahwa pemilu adalah milik semua pihak, dan pengawasan bukan sekadar soal menindak pelanggaran, tetapi juga mencegahnya. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dalam konteks pemilu, mencegah pelanggaran lebih baik daripada menindak setelah pelanggaran terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Safari Ramadhan, Dirut PTPN Grup Tanam Tebu di Bungamayang Kejar Target Swasembada Gula

Lolly juga menyebut bahwa buku yang diluncurkannya berfungsi sebagai panduan yang dapat diakses oleh semua kalangan, baik penyelenggara pemilu maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pengawasan. Buku tersebut disajikan dengan gaya yang mudah dipahami, tanpa bahasa yang kaku, sehingga dapat dibaca kapan saja oleh siapa pun.

“Buku ini adalah hasil riset dan merupakan buku aksi. Saya ingin mengajak semua orang untuk menulis cerita mereka sendiri, karena kita semua adalah pelaku sejarah,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Hadiri Apel Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Berpredikat WBK Menuju WBBM

Dengan bedah buku ini, Lolly berharap dapat meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu serentak 2029. Ia percaya bahwa semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengawasan, maka semakin kecil kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilu di masa mendatang.

“Setiap orang di tempat ini adalah pelaku sejarah. Jangan pernah takut untuk menulis, karena kita semua penting dan cerita kita layak dibagikan kepada orang lain,” pungkasnya.

Penulis : Ahlun Nazar

Berita Terkait

PWI Tulangbawang Gelar Konferensi IX, Dua Calon Siap Berkompetisi
Warga Pertanyakan Profesionalitas, Rekanan Jalan Pringsewu-Pardasuka Bantah ‘Mangkrak’
Aris Tama: ARMADA Siap Kawal dan Sukseskan Munas HIPMI di Lampung
Presiden Prabowo Akan Mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui, Resmikan RS M Thohir
BNN Dikabarkan Menangkap Calon Ketum HIPMI dan Beberapa Loyalis Terindikasi Narkoba
Anggota Komisi VIII Aprozi Alam Meminta Kemenhaj Verifikasi Ulang Travel Umroh
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kantor PWI Solok Selatan
Tegas, Presiden Minta Bank Himbara Turunkan Bunga Kredit Rakyat Miskin

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:51 WIB

PWI Tulangbawang Gelar Konferensi IX, Dua Calon Siap Berkompetisi

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

Warga Pertanyakan Profesionalitas, Rekanan Jalan Pringsewu-Pardasuka Bantah ‘Mangkrak’

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:10 WIB

Aris Tama: ARMADA Siap Kawal dan Sukseskan Munas HIPMI di Lampung

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:58 WIB

Presiden Prabowo Akan Mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui, Resmikan RS M Thohir

Rabu, 10 Juni 2026 - 04:55 WIB

BNN Dikabarkan Menangkap Calon Ketum HIPMI dan Beberapa Loyalis Terindikasi Narkoba

Berita Terbaru

Berita

BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:44 WIB

Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter, Sabtu.

Ekonomi dan Kreatif

Pemerintah Tegaskan Harga Eceran Minyakita Tetap Rp15.700/Liter

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:43 WIB