Rahmat Mirzani Djausal dan Istri Terima Gelar Adat Tertinggi dari Perwatin Megou Pak Lampung

Kamis, 31 Oktober 2024 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) — Calon Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal atau yang akrab disapa Mirza, bersama istrinya, Purnama Wulansari, menerima gelar adat tertinggi dari Perwatin Megou Pak, dalam upacara adat Begawi yang berlangsung khidmat di kediaman tokoh adat Megou Pak, Herman Artha. Gelar Suttan Rajo diberikan kepada Rahmat Mirzani Djausal, sementara istrinya dianugerahi gelar Suttan Ratu Pembina oleh Herman Artha selaku Suttan Kuasa Marga, dan disaksikan oleh para tokoh adat Lampung dan seluruh Perwatin.

Baca Juga :  30 Peserta Lolos Kurasi Sayembara Sastra Cipta Puisi Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2026

Acara Begawi yang berlangsung di Tubaba, Selasa, 29 Oktober 2024 ini juga menandai Rahmat Mirzani Djausal dan Purnama Wulansari sebagai anak angkat dari keluarga besar Megou Pak, dengan ikatan Seangkenan Warey atau saudara angkat bersama Wahyu Agus Saputra, yang menyandang gelar Suttan Sampurna Jaya, Ketua Federasi Adat Megou Pak Tulang Bawang.

Baca Juga :  Dua Karya Sastrawan Lampung Masuk Nominasi Penghargaan Sastra 2026

Dalam kesempatan ini, Mirza mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Gelar ini adalah kehormatan besar bagi kami sekeluarga, sebuah amanah yang akan kami junjung tinggi. Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan ini dengan baik, serta selalu menjunjung nilai-nilai luhur yang ada dalam adat dan budaya Lampung,” ungkapnya.

Mirza dan Wulan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh adat yang hadir dan menyaksikan prosesi Begawi yang berlangsung penuh makna. Dengan gelar yang mereka emban, pasangan ini menyatakan kesiapan mereka untuk terus berperan dalam melestarikan adat istiadat serta budaya masyarakat Lampung.

Baca Juga :  Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat

Upacara adat ini dihadiri oleh para tokoh adat dari se-Tubaba dan para tamu undangan lainnya, yang menyaksikan prosesi pemberian gelar dan cakak pepadun yang melambangkan ikatan abadi antara saudara. (Amd)

Berita Terkait

Dua Karya Sastrawan Lampung Masuk Nominasi Penghargaan Sastra 2026
Wagub Jihan Siap Dukung Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy
Penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026
30 Peserta Lolos Kurasi Sayembara Sastra Cipta Puisi Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2026
Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat
Ini 20 Peserta Lolos Kurasi, Kurator: Mereka Layak Ikut Bengkel Sastra
Tanoh Krakatau : Ketika Panggung Menjadi Suara untuk Tanah Lampung
PWI Lampung Mengajak MPAL Matangkan Ikon Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dua Karya Sastrawan Lampung Masuk Nominasi Penghargaan Sastra 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Selasa, 29 September 2026 - 21:09 WIB

Penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:41 WIB

30 Peserta Lolos Kurasi Sayembara Sastra Cipta Puisi Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Raih Dua Penghargaan AHI 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:18 WIB