Lampung Mengenang Reformasi : Merawat Ingatan, Menyalakan Perlawanan

Kamis, 29 Mei 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Dua puluh tujuh tahun telah berlalu sejak Reformasi 1998 mengguncang fondasi kekuasaan otoriter di Indonesia dan menandai lahirnya era demokrasi, bangsa ini terus mengalami perubahan sosial dan transisi sistem ekonomi dan politik.

Namun, seiring waktu, peristiwa bersejarah ini kian terabaikan dan tidak lagi dikenang sebagai peristiwa penting dari perjalananan kolektif bangsa.

Berangkat dari problem tersebut, Kelompok Studi Kader (Klasika) Lampung mengadakan acara Nobar dan Diskusi dengan mengangkat tema “Merawat Ingatan, Menyalakan Perlawanan: Tiga Babak Revolusi Dunia”.

Acara Nobar dan Diskusi ini diketahui, dibagi kedalam tiga sesi. Sesi pertama, menghadirkan film dokumenter Revolusi Kuba 1959. Kemudian sesi kedua, Revolusi Iran dan Sesi Ketiga, menghadirkan film dokumenter Reformasi Indonesia 1998.

Baca Juga :  Membaca Keheningan KH M Imam Aziz: Ini Pandangan Tokoh tentang Pemikir Islam Progresif

Founder Klasika Chepry Chairuman Hutabarat dalam penghantarnya menyampaikan, agenda ini sengaja dilaksanakan sebagai media untuk merawat ingatan Reformasi 1998. Terlebih hari ini, sangat jarang ada yang memperingati peristiwa Reformasi.

“Padahal momen ini adalah peristiwa besar dimana para Aktivis, Intelektual dan Masyarakat Sipil berjuang bersama melawan pemerintahan otoriter,” jelasnya.

Ia menjelaskan, selain sebagai momen merawat ingatan, nonton film dokumenter tiga babak revolusi dunia ini juga, menunjukkan bahwa setiap perubahan sosial tidak terjadi begitu saja melainkan terdapat pengaruh pertarungan ekonomi politik secara global.

Ia menambahkan, menurut Tan Malaka terdapat dua syarat perubahan sosial bisa tercipta. Pertama syarat objektif, dimana semua masyarakat mengalami kondisi tertindas. Kedua syarat subjektif, yang mengharuskan terdapat kepemimpinan nasional yang menggerakkan perubahan.

Baca Juga :  Diumumkan Besok, Berikut Link dan Cara Cek Kelulusan SPAN-PTKIN 2023

Sementara Direktur Klasika, Ahmad Mufid mengatakan, Nobar dan Diskusi tiga babak Revolusi Dunia ini sengaja dihadirkan, selain memperingati Reformasi 1998 juga ingin melihat bagaimana proses revolusi di negara lain.

“Kita sengaja menghadirkan film dokumenter Revolusi Kuba, karena kerap dijadikan rujukan bagaimana masyarakat sipil merebut kekuasaan dari pemerintah yang menindas. Kemudian Revolusi Iran ingin melihat bagaimana masyarakat Islam berjuang melawan pemerintah yang otoriter,” jelasnya.

Ia mengatakan, reformasi 1998 merupakan salah satu fenomena penting bagi mahasiswa yang acap kali mendaku sebagai agen perubahan dan agen control sosial.

Baca Juga :  Kekerasan Perempuan, Tubuh, dan Relasi Kuasa Tajuk Majelis Jum’at Klasika

“Peristiwa 1998 adalah bukti nyata dimana mahasiswa turun bergerak mendorong perubahan sosial. Alhasil mahasiswa waktu itu, menjadi salah satu penggerak perubahan sosial,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, forum nobar dan diskusi ini banyak diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Seperti perwakilan BEM UIN RIL, Mahasiswa Unila, Mahasiswa Patani Thailand Selatan, sejumlah Organisasi Ekstra Kampus dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengatakan, acara nobar dan diskusi ini turut dimeriahkan oleh Orkes Ba’da Isya, sebuah grub musik yang kebanyakan diisi oleh mahasiswa. (Mfd)

Berita Terkait

Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, PCNU Bandar Lampung Serukan Perlawanan Terhadap Kekerasan Seksual
PKC PMII Lampung Gelar Movement Gathering dan Baksos di Desa Tejang Pulai Sebesi
PMII Rayon FKIP Unila Jalankan Program Pengabdian ke Desa Bawang
Refleksi Hari Kartini Ke-147: Ichwan Ajak Generasi Muda Bangun Kedaulatan Intelektual di Era Digital
Pensiunan PT SIL Gelar Halalbihalal Jaga Silaturahmi
Dari Buka Puasa ke Buka Fakta: Forum Publik di Talangsari Ingatkan Negara soal Keadilan
BEM FH UBL Desak Tangkap Aktor dan Beking Tambang Emas Ilegal Waykanan, Cek Juga di Pesawaran!
Masyarakat Berhak Menggugat: Pemerintah Disebut Gagal Melindungi Warga dari Bencana Banjir

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:33 WIB

Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, PCNU Bandar Lampung Serukan Perlawanan Terhadap Kekerasan Seksual

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

PKC PMII Lampung Gelar Movement Gathering dan Baksos di Desa Tejang Pulai Sebesi

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:10 WIB

PMII Rayon FKIP Unila Jalankan Program Pengabdian ke Desa Bawang

Selasa, 21 April 2026 - 17:32 WIB

Refleksi Hari Kartini Ke-147: Ichwan Ajak Generasi Muda Bangun Kedaulatan Intelektual di Era Digital

Minggu, 12 April 2026 - 22:42 WIB

Pensiunan PT SIL Gelar Halalbihalal Jaga Silaturahmi

Berita Terbaru

Provinsi

Prabowo Serahkan Sapi Kurban 1,138 Ton untuk Pemprov Lampung

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:21 WIB