Membaca Keheningan KH M Imam Aziz: Ini Pandangan Tokoh tentang Pemikir Islam Progresif

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id) – Kelompok Studi Kader (KLASIKA) Lampung bersama Komunitas Jaringan Gusdurian Lampung menggelar acara bertajuk ‘Membaca Keheningan KH M Imam Aziz’ untuk memperingati 40 hari wafatnya KH. M. Imam Aziz, pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) sekaligus pengasuh Pesantren Bumi Cendikia Yogyakarta.

Acara berlangsung di Rumah Ideologi KLASIKA, Bandar Lampung, Jumat (22/8) malam.

Acara ini dirancang sebagai ruang hening dan refleksi atas kiprah serta pemikiran almarhum yang selama ini menginspirasi gerakan intelektual Islam dan aktivisme sosial di Indonesia.

Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan yasin, tahlil, doa bersama, dan diskusi reflektif tentang warisan pemikiran Imam Aziz.

Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Safari Daud, mengenang Imam Aziz sebagai sosok yang visioner dan sederhana.

Baca Juga :  Lampung Mengenang Reformasi : Merawat Ingatan, Menyalakan Perlawanan

“Berpikir besar dan tampilan sederhana adalah dua hal yang melekat pada Mas Imam Aziz. Pemikiran Islam yang beliau gagas mengajarkan kami untuk selalu kritis dan membebaskan akal, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang tulus. Semakin sadar keagamaan, semakin tinggi kemanusiaan. Itulah perkawinan agama dengan ilmu-ilmu sosial,” ujarnya.

Prof. Safari menekankan, ciri utama seorang pemimpin sejati adalah kegelisahan.

“Kalau pemimpin tidak punya kegelisahan, itu bukan pemimpin. Dia harus gelisah dan harus berbuat apa,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, S.Hi., M.H. Menurutnya, kegelisahan Imam Aziz justru menjadi tanda kepekaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Mas Imam adalah sosok yang selalu gelisah melihat ketidakadilan. Kegelisahan itu bukan kelemahan, tetapi tanda kepekaan dan keberpihakan kepada mereka yang lemah. Beliau juga humble, dengan keilmuan luas, baik di bidang keagamaan maupun sosial. Itulah yang patut kita teladani,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Lampung Raih Tiga Penghargaan Nasional Tata Kelola Pemerintahan

Khoir menambahkan, pemikiran Imam Aziz menjadi teladan bagi generasi sekarang.

“Banyak tokoh yang bisa menjadi gambaran ideal bagi kita, salah satunya Mas Imam Aziz. Dari beliau kita belajar bagaimana membangun nilai dan arah untuk masa depan,” katanya.

Tokoh Nahdlatul Ulama Lampung, H. Khaidir Bujung, menyoroti kesederhanaan Imam Aziz sebagai ciri khas yang melekat sepanjang hidupnya.

“Kiai Imam selalu tampil sederhana, baik dalam keseharian maupun dalam memimpin gerakan. Kesederhanaan itulah yang membuatnya begitu dekat dengan banyak kalangan, dari santri, aktivis, hingga masyarakat akar rumput,” ungkapnya.

Baca Juga :  PK KNPI Sukarame Sukses Mengadakan Kegiatan Berbagi Takjil dan Silaturahmi Pemuda

Sementara itu, Chepry Chairuman Hutabarat, Founder KLASIKA, mengaitkan pemikiran Imam Aziz dengan filsafat Plato.

“Mas Imam mengajarkan bahwa manusia saling terhubung oleh kepentingan, namun selalu berlandaskan kebajikan. Dalam pandangan Plato, jiwa manusia terdiri dari logistikon (akal), thumoes (semangat), dan epithumia (hasrat).”

“Mas Imam mengutamakan logistikon akal sehat dalam setiap gerak kemanusiaannya, namun tetap seimbang dengan keberanian dan kesederhanaan. Itulah mengapa kiprah beliau membumi sekaligus bernilai universal,” jelasnya.

Chepry juga mengingatkan pandangan filsuf Jürgen Habermas tentang pentingnya aspek emansipatoris dari pengetahuan.

“Bagi Mas Imam, pengetahuan tidak berhenti pada aspek teknis, melainkan harus menjadi kegelisahan personal yang membebaskan dan memanusiakan,” katanya. (AMD)

Berita Terkait

Mukhlis Basri Desak Investigasi Menyeluruh Pengelolaan Kapal Penumpang, Uji Kelaikan Dipertanyakan
PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas
Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda
Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik
Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK
Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Mukhlis Basri Desak Investigasi Menyeluruh Pengelolaan Kapal Penumpang, Uji Kelaikan Dipertanyakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:15 WIB

PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB