Menanam Harapan: Anak Muda Lampung Bangun Pertanian Organik dari Desa

Rabu, 4 Juni 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANG BAWANG BARAT, (dinamik.id) – Kelangkaan pupuk kimia dan lonjakan harganya telah menjadi tantangan besar bagi petani di berbagai daerah, termasuk di Lampung. Menanggapi kondisi ini, seorang pemuda asal Desa Bujung Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, bernama Sapriansyah atau akrab disapa Bang Sap, melakukan terobosan dengan memproduksi pupuk organik Kohe Giling dari limbah kotoran kambing. Rabbu, 4 Juni 2025.

Melalui UMKM kecil yang ia rintis bersama rekannya, Bang Sap berhasil mengubah limbah ternak menjadi solusi pertanian yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Ia menjelaskan bahwa pupuk Kohe Giling mampu mengembalikan unsur hara tanah dan membasmi mikroorganisme parasit yang merugikan tanaman.

“Pupuk kimia memang cepat hasilnya, tapi dalam jangka panjang merusak tanah. Kohe Giling ini alternatif yang lebih aman dan menyuburkan,” ujar Bang Sap saat ditemui di lokasi produksi.

Dalam pernyataan tidak langsung, Bang Sap menegaskan bahwa produksi pupuk ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk buatan pabrik, yang saat ini kian sulit diakses.

Ia menyampaikan bahwa banyak petani singkong di desanya kesulitan dalam mengelola lahan karena harga pupuk kimia yang melambung.

“Harga pupuk sekarang tidak masuk akal. Sulit dicari, dan kalaupun ada, petani kecil tidak sanggup beli,” kata Bang Sap secara langsung.

Setiap hari, UMKM yang digerakkan Bang Sap dan timnya mampu memproduksi sekitar 3 ton pupuk Kohe Giling. Proses pengolahannya dilakukan melalui penggilingan, pengeringan, dan fermentasi. Menurutnya, metode ini meningkatkan daya serap pupuk oleh tanah dan tanaman.

Baca Juga :  Dishub Tubaba Ajukan Pengadaan Kendaraan Roda 2 dan 4 Tahun 2025

Ia mengatakan bahwa dengan pengolahan yang tepat, kotoran kambing dan sapi bisa menjadi solusi permanen bagi keberlangsungan pertanian organik.

“Kita punya sumber daya sendiri, kenapa tidak dimanfaatkan? Petani bisa mandiri pupuk jika ini dikembangkan,” ujar Bang Sap.

Selain dari aspek lingkungan, Bang Sap juga menekankan nilai ekonomis dari penggunaan pupuk organik. Ia menyampaikan bahwa Kohe Giling tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih murah dan dapat diproduksi langsung oleh petani.

“Selama ini limbah hewan hanya dibuang. Padahal itu bisa jadi emas kalau diolah dengan benar,” tegas Bang Sap.

Baca Juga :  Kemenkes RI Gelontorkan DAK Rp63 Milyar, RSUD Kecamatan Rawajitu Utara segera Dibangun

Petani di sekitar wilayah Desa Bujung Dewa kini mulai menggunakan pupuk Kohe Giling dan mengaku merasakan dampaknya terhadap hasil panen. Bang Sap berharap pemerintah dan lembaga terkait dapat memberi dukungan agar produksi pupuk organik ini bisa diperluas ke wilayah lain.

“Saya ingin gerakan ini berkembang. Bukan cuma usaha, ini juga bentuk perjuangan untuk masa depan pertanian yang sehat,” ujar Bang Sap penuh harap.

Dengan inovasi sederhana namun berdampak besar ini, Bang Sap menunjukkan bahwa solusi pertanian tidak harus datang dari kota besar atau teknologi mahal. Dari desa, anak muda bisa menghadirkan perubahan nyata bagi ketahanan pangan dan kelestarian alam. (Ang)

Berita Terkait

Wakil Bupati Tubaba Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian dan Sedekah di Bulan Ramadhan
KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India
Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII
Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK
Habiburokhman Apresiasi Tindakan Tegas Polri ke AKBP Didik
Anggota DPRD Tubaba Serahkan Buku, Ajak Masyarakat Perkuat Literasi
Komisi VIII Pertanyakan Anggaran dan Lambannya Pembuatan Sertifikasi Halal

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Tubaba Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian dan Sedekah di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 16:57 WIB

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:57 WIB

Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:02 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:50 WIB

Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK

Berita Terbaru