Kader PKDN M Julianto Desak Pengurus segera Gelar Munas Persatuan

Jumat, 11 Juli 2025 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (dinamik.id)-Permadani Diksi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Nasional (PDKN) sebuah perkumpulan yang seharusnya menjadi wadah tempat bersatu dan bergerak bagi mahasiswa serta alumni Bidikmisi dan KIP Kuliah kini justru terjerembab dalam ketidakjelasan struktural dan arah gerak.

Hal ini bermula pada saat adanya permasalahan dualisme kepemimpinan di Musyawarah Nasional (Munas) Yogyakarta pada 2022 silam yang hingga saat ini belum menemukan titik terang.

Menyikapi dinamika yang terjadi, Muhammad Julianto yang juga sebagai calon Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) PDKN dalam siaran persnya, Jumat (11/7/2025) turut menyoroti hal ini.

Ia menyampaikan dengan tegas agar para pihak segera duduk bersama menyepakati Munas Persatuan untuk menyelesaikan perseteruan yang sedari dulu belum terselesaikan.

Baca Juga :  Dibuka Pukul 15.00, Begini Cara Lihat Pengumuman UMPTKIN 2023

Juli, sapaan akrabnya turut menegaskan bahwa pelaksanaan Munas ke depan harus dijadikan sebagai konsolidasi persatuan antara anggota dan pengurus yang harus saling berikat dalam simpul forum PDKN.

“Munas ini harus menjadi wadah persatuan bagi semua elemen dan ruang yang nyaman untuk semua tanpa adanya konflik kepentingan sesaat,” tegasnya.

Ia melanjutkan, jika PDKN tidak segera berbenah dengan melaksanakan Munas, yang dikhawatirkan akan membuat organisasi terus terpuruk dalam ketidakjelasan dan kehilangan kepercayaan dari para anggotanya.

“Potensi ini yang akan membuat memudarnya kekuatan persatuan dari semua anggota,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komunitas Baca Lampung Ngobrol dan Berpikir Gelar Kegiatan Bedah Buku

Juli menegaskan dan mendesak untuk seluruh elemen organisasi bersatu dan mengesampingkan ego pribadi demi sebuah organisasi.

“Kedua belah pihak harus dengan ikhlas menurunkan ego agar pelaksanaan Munas ini bisa sebagai wadah persatuan semua elemen,” tandasnya.

Ia mengatakan, jika semua pihak bersatu dan bersama melangkah dengan menurunkan ego akan membuat organisasi semakin maju dan dapat dipercaya sebagai wadah yang nyaman demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah di Indonesia.

Ia berharap agar semua elemen bisa bersatu dalam menyikapi perbedaan dan menyelaraskan persepsi untuk kepentingan organisasi. Menurutnya, kepentingan organisasi ini lebih utama jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Baca Juga :  Entitas Padat Karya, Donor Darah PTPN I Regional 7 Paling Konsisten

“Organisasi ini banyak membawa nilai maslahat untuk kepentingan orang banyak karena sebagai wadah persatuan dan perhimpunan bagi seluruh penerima beasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Julianto berpesan agar momen Munas nantinya ini bisa disikapi dengan baik untuk tonggak awal membawa pesan damai bagi penerima manfaat beasiswa.

Ia menegaskan 2 poin yang harus didorong sebagai jalan tengah kompromi. Pertama, undur Munas pertengahan atau akhir Agustus dengan rasionalisasi. Kedua, penambahan kepanitiaan SC dan OC dengan rasionalisi. (PINA)

Berita Terkait

Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum
Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:20 WIB

Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 12 September 2026 - 19:52 WIB

Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Berita Terbaru