‎Pelatihan Sabun Berstandar Aman, BRIN dan Kadafi Ciptakan Peluang Usaha Baru di Lampung

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi saat kegiatan peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi bagi masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun mandi dan sabun cuci piring. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (03/03/2026).

i

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi saat kegiatan peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi bagi masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun mandi dan sabun cuci piring. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (03/03/2026).

‎Bandar Lampung, (dinamik.id)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi bagi masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun mandi dan sabun cuci piring. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (03/03/2026).

‎Kegiatan ini dihadiri oleh para komunitas perempuan, salah satunya Fatayat NU. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan materi hingga praktik pembuatan sabun yang dinilai mendorong kemandirian dan memiliki peluang usaha menjanjikan.

‎Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Kadafi, dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa sabun merupakan kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

‎“Banyak aktivitas masyarakat menggunakan sabun. Ini menjadi kesempatan yang sangat bermanfaat karena hari ini kita diajarkan cara membuat sabun dengan standar yang benar, mulai dari komposisi, formulasi, hingga pemilihan bahan yang aman,” ujar Kadafi.

‎Ia menekankan pentingnya standarisasi dalam pembuatan sabun, termasuk pemahaman terkait kandungan yang layak digunakan. Menurutnya, masih banyak produk sabun di pasaran yang belum tentu memenuhi standar keamanan, bahkan berpotensi mengandung zat terlarang yang membahayakan kesehatan.

‎Kadafi juga melihat pelatihan ini sebagai peluang usaha yang potensial, terutama karena organisasi perempuan seperti Fatayat NU memiliki jaringan yang kuat dan pangsa pasar yang jelas.

‎“Banyak pengusaha sukses memulai usahanya dari nol. Dengan bonus demografi dan sumber daya alam yang kita miliki, masyarakat harus berani memulai usaha. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

‎Ia turut menyinggung posisi strategis Lampung sebagai provinsi terpadat kedua di Sumatera, dengan pertumbuhan hotel dan perputaran ekonomi yang cukup pesat. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi produk-produk lokal, termasuk sabun hasil produksi masyarakat.

‎“Kita juga terus mendorong agar penerbangan internasional dibuka, sehingga perputaran ekonomi semakin meningkat dan produk lokal bisa berkembang lebih luas,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ahli Muda BRIN, Heriyoki Yohanes, dalam pemaparannya menjelaskan secara teknis proses pembuatan sabun, mulai dari jenis-jenis sabun, formulasi, hingga bahan-bahan yang digunakan.

‎Ia mendorong para peserta untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani menjadi pelaku usaha mandiri berbasis riset dan inovasi.

‎“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya komunitas perempuan, agar mampu mengembangkan usaha dengan standar yang baik dan aman,” jelasnya.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pelaku usaha baru dari kalangan komunitas perempuan yang mampu memanfaatkan hasil riset dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta organisasi. (Amd)

Baca Juga :  Lampung Makin Dilirik Investor Global, Pabrik Penyulingan Minyak Diresmikan

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Aksi Tanggap Darurat GAK, PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Siagakan Ambulans
Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah
DPRD Lampung Dorong Relaksasi HPP Gabah di Tengah Lonjakan Harga Akibat El Nino
Waketum Kadin Munir Berharap Gubernur BI Atensi Sektor Riil dan Transformasi Ekonomi
Mentan Amran Puji Komitmen SGC Ciptakan Lapangan Kerja dan Dukung Swasembada Gula
Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!
Kemarau Berdampak pada Pertanian, Warga Payung Batu Minta Bantuan Pompa Air
Puncak Harlah, Nunik Tegaskan PKB Harus Beri Manfaat bagi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:25 WIB

Aksi Tanggap Darurat GAK, PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Siagakan Ambulans

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah

Rabu, 2 September 2026 - 20:57 WIB

DPRD Lampung Dorong Relaksasi HPP Gabah di Tengah Lonjakan Harga Akibat El Nino

Selasa, 1 September 2026 - 20:17 WIB

Waketum Kadin Munir Berharap Gubernur BI Atensi Sektor Riil dan Transformasi Ekonomi

Selasa, 1 September 2026 - 19:48 WIB

Mentan Amran Puji Komitmen SGC Ciptakan Lapangan Kerja dan Dukung Swasembada Gula

Berita Terbaru