Bandarlampung (Dinamik.id) – Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto mengatakan bahwa panen raya padi di wilayah tersebut akan tetap berlangsung di Maret serta tidak terkendala Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Untuk panen padi di musim tanam (MT) I 2026 di Lampung, panen rayanya memang di Maret, tapi sudah ada juga yang panen sejak Januari di fase awal panen,” ujar Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan meski panen raya diperkirakan berlangsung bersamaan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional yakni Idul Fitri, tetapi pelaksanaan panen akan tetap dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau petani biasanya tetap panen, dan tidak terganggu dengan adanya hari raya. Sebab kalau mereka sudah tanam namun tidak dipanen malah rusak padinya,” katanya.
Menurut dia, untuk mempercepat serta mempermudah pelaksanaan panen, pihaknya pun merekomendasikan petani di wilayahnya memanfaatkan combine harvester untuk memotong padi.
“Panen tidak boleh telat karena nanti padi bisa rubuh ataupun menghitam. Petani dapat memanfaatkan mesin panen seperti combine harvester jadi panen lebih cepat,” tambahnya.
Ia mengatakan di Provinsi Lampung sudah ada sejumlah daerah yang melakukan panen, meski tidak secara merata terlaksana, dan hal tersebut pun mampu membantu dalam mendukung ketersediaan beras selama Ramadhan serta menjelang Idul Fitri.
“Ada beberapa wilayah yang sudah panen ini bisa menambah stok, dan kondisi stok pangan secara keseluruhan pun terjaga. Sehingga tidak perlu khawatir untuk konsumsi sampai Idul Fitri nanti,” ujar dia.
Sebelumnya diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa luas panen padi Lampung selama 2025 mencapai 596,02 ribu hektare.
Luas panen padi Lampung selama 2025 mencapai 596,02 ribu hektare tersebut mengalami kenaikan sebesar 64,30 ribu hektare atau memiliki persentase sebesar 12,09 persen, bila dibandingkan dengan luas panen padi di 2024 sebesar 531,72 ribu hektare.
Sedangkan untuk produksi padi Lampung selama 2025 berjumlah 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 461,28 ribu ton atau 16,53 persen dibandingkan produksi padi 2024 sebanyak 2,79 juta ton gabah kering giling (GKG).(pin)

Penulis : Pina











