PRINGSEWU, (Dinamik.id) – Kasus suspek campak di Kabupaten Pringsewu mengalami peningkatan pada tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat hingga 13 Maret 2026 terdapat 24 kasus terduga campak, dua di antaranya telah terkonfirmasi positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Dr. Hadi Muhtarom, mengatakan sebagian besar sampel masih dalam proses pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.
“Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2025 lalu yang hanya terdapat 18 kasus suspek campak. Namun setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, seluruh kasus tahun lalu dinyatakan negatif,” ujar Hadi Muhtarom saat diwawancarai. Jumat, (13/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, dari 24 kasus suspek campak pada tahun ini, baru enam sampel yang telah keluar hasil pemeriksaannya dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.
“Hasilnya, dua kasus dinyatakan positif campak dan empat kasus negatif campak maupun rubella. Sementara 18 kasus lainnya masih dalam proses pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar campak atau bukan,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dua kasus positif campak ditemukan di Kecamatan Pagelaran. Sementara untuk kasus suspek atau terduga campak paling banyak ditemukan di Kecamatan Pringsewu dan Gadingrejo, masing-masing lima kasus.
Menurut Hadi, penyebaran campak biasanya lebih rentan terjadi di wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum merata, kepadatan penduduk tinggi, serta mobilitas masyarakat yang aktif.
“Faktor lain yang mempengaruhi adalah masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi campak atau MR secara lengkap serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi,” katanya.
Meski demikian, secara umum cakupan imunisasi MR (Measles Rubella) di Kabupaten Pringsewu telah mencapai 95 persen dari sasaran anak, sesuai target pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Pringsewu terus melakukan berbagai langkah, di antaranya memperkuat surveilans penyakit di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan, melaksanakan imunisasi rutin dan imunisasi kejar, serta melakukan penyuluhan kepada masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga melakukan investigasi epidemiologi jika ditemukan kasus suspek campak, serta berkoordinasi dengan sekolah, kader kesehatan, dan pemerintah desa untuk meningkatkan cakupan imunisasi.
Hadi juga mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak atau MR secara lengkap sesuai jadwal.
“Jika anak mengalami demam yang disertai ruam merah pada kulit, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa campak sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi, sehingga peran orang tua sangat penting dalam melindungi anak dari penyakit tersebut. (Rhn)

Penulis : Raihan
Editor : Pina











