Duh BBM Biosolar Langka Lagi di Sejumlah SPBU di Bandar Lampung, Ada Apa Ya?

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara rela mengantri untuk mendapat BBM jenis biosolar di SPBU Pramuka, Bandar Lampung. SPBU ini menjadi andalan pengendara yang kesulitan mencari BBM subsidi biosolar, Rabu (20/5).

i

Pengendara rela mengantri untuk mendapat BBM jenis biosolar di SPBU Pramuka, Bandar Lampung. SPBU ini menjadi andalan pengendara yang kesulitan mencari BBM subsidi biosolar, Rabu (20/5).

Bandar Lampung (dinamik.id)-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis biosolar kembali terjadi di wilayah Bandar Lampung sepekan ini. Akibatnya, pengendara truk angkutan dan mobil pribadi harus rela mengantri di sejumlah SPBU. Pengendara pun bertanya-tanya apakah stok BBM subsidi jenis solar menipis atau terjadi penyalahgunaan oleh oknum mafia BBM subsidi.

Dari penelusuran wartawan media ini, Rabu (20/5/2026) beberapa SPBU tampak dipenuhi antrian kendaraan berbahan bakar BBM jenis solar seperti di SPBU depan Mall Boemi Kedaton (MBK) pada siang hari. Demikian juga antrian panjang tampak di SPBU Jalan Raden Imba Kusuma Ratu, Kelurahan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat.

Sementara di SPBU Jalan Sultan Agung pada siang sekitar pukul 14.30 tidak terdapat antrian lantaran BBM subsidi jenis solar kosong. Demikian juga di SPBU Jalan Teuku Cik Diktiro Kemiling, Bandar Lampung solar pun kosong.

Baca Juga :  KNPI Lampung Sukseskan Kongres Pemuda ke XVI di Maluku Utara

Seperti biasa, para pengendara mobil berbahan bakar BBM jenis biosolar akan mencari ke SPBU 24.351.71 Jalan Pramuka, Kemiling, Bandar Lampung. Sebab, hanya SPBU ini yang menjadi andalan pengendara untuk mengantri BBM subsidi biosolar.

Salahsatu pengendara merasa heran lantaran BBM jenis biosolar pada bulan lalu mudah didapat di SPBU. “Sebulan lalu tidak perlu mengantri untuk mengisi bahan bakar biosolar di SPBU seputaran Bandar Lampung. Saat itu memang ada himbauan Presiden Prabowo agar jangan ada lagi mafia BBM subsidi. Polda gerak cepat, mafia ditangkap, solar lancar,” ungkapnya.

Sementara saat ini, BBM subsidi biosolar kembali mengalami kelangkaan. Ia berharap aparat kepolisian dapat memberantas mafia BBM subsidi ilegal yang dapat merugikan masyarakat dan melemahkan pergerakan roda ekonomi, khususnya truk angkutan kebutuhan masyarakat. Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih mencoba mengonfirmasi pihak Pertamina Regional Lampung.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Gelar Halal Bihalal dan Berikan Piagam Penghargaan Kepada Jajaran Polres Mesuji

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung mengungkap dugaan penyalahgunaan distribusi solar subsidi dengan modus membeli BBM di sejumlah SPBU menggunakan barcode berbeda, lalu menjualnya kembali ke gudang penampungan.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial AH (31), warga Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Dari tangan tersangka, petugas turut menyita lima unit truk Fuso yang telah dimodifikasi untuk mengangkut solar subsidi dalam jumlah besar.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Unit Tipidter Satreskrim Polresta Bandar Lampung pada Rabu malam (6/5/2026).

“Pelaku membeli solar subsidi di SPBU menggunakan beberapa barcode berbeda. Setelah tangki terisi, solar kemudian disedot menggunakan mesin ke dalam kempu dan jeriken yang sudah disiapkan di bak truk,” kata Kombes Pol Alfret, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga :  Kadin Pusat Harus Memverifikasi Peserta Musprov Kadin Lampung

Selain itu, polisi juga menemukan puluhan pelat nomor kendaraan berbeda yang diduga digunakan secara bergantian untuk mengelabui sistem barcode pembelian BBM subsidi.

Petugas turut mengamankan barang bukti berupa buku catatan pembelian BBM, barcode pengisian solar, hingga buku tabungan yang diduga berkaitan dengan aliran transaksi bisnis ilegal tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka, solar subsidi dibeli dengan harga Rp6.800 per liter, kemudian dijual kembali ke sebuah gudang di wilayah Rajabasa, Bandar Lampung dengan harga Rp8.500 per liter.

“Keuntungan per liter sekitar Rp1.700. Hasilnya dibagi untuk pengangkut, biaya kendaraan, dan pemodal,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, praktik ilegal tersebut disebut telah berjalan sejak Januari 2026. Polisi memperkirakan para pelaku mampu mengumpulkan hingga 5 ton solar subsidi setiap hari dengan menggunakan beberapa kendaraan. (EKA)

Penulis : Eka

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kantor PWI Solok Selatan
Tegas, Presiden Minta Bank Himbara Turunkan Bunga Kredit Rakyat Miskin
Akademisi dan Mahasiswa Diskusikan Masa Depan Bahasa Daerah di Tengah Globalisasi
Pemprov Lampung Dukung Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih
Cahaya Listrik PLN Akhirnya Terangi Warga Dusun Untemungkur, Terimakasih Presiden!
Jaksa Agung: Tak Boleh Ada Lagi Kebocoran Kekayaan Negara dan Penguasaan SDA!
Satgas PKH Serahkan Rp10 Triliun dan 2,37 Ha Kawasan Hutan ke Negara
Konflik Agraria Bakung Menggema: Pemprov Lampung Siap Kawal Penyelesaian ke Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:19 WIB

Duh BBM Biosolar Langka Lagi di Sejumlah SPBU di Bandar Lampung, Ada Apa Ya?

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:43 WIB

Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kantor PWI Solok Selatan

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:10 WIB

Tegas, Presiden Minta Bank Himbara Turunkan Bunga Kredit Rakyat Miskin

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:54 WIB

Akademisi dan Mahasiswa Diskusikan Masa Depan Bahasa Daerah di Tengah Globalisasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:24 WIB

Pemprov Lampung Dukung Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru