Bandar Lampung, (dinamik.id) — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung gelar pertemuan dengan Komisioner BNSP Republik Indonesia Abdul Hayid, di cafe Doesoen II Rajabasa Bandar Lampung, Sabtu (18/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Hayid atau yang biasa dipanggil Gus Hayid menegaskan pentingnya peran BNSP dalam proses pengakuan kompetensi tenaga kerja. Ia menuturkan, sertifikasi menjadi elemen penting dalam penyiapan tenaga kerja yang kompeten secara nasional.
“Untuk itu BNSP dan stakeholders harus mampu dengan cepat merespon setiap perkembangan pada dunia industri,” ujar Gus Hayid.
Ia menjelaskan, peran BNSP sendiri sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) Nomor 10 Tahun 2018.
“Peraturan yang berisi tentang BNSP memiliki tugas utama melaksanakan sistem sertifikasi kompetensi kerja,” imbuhnya.
Meski demikian, Gus Hayid mengakui pelaksanaan sertifikasi yang sudah berjalan di Indonesia saat ini masih memiliki banyak tantangan bagi anggota BNSP dan LSP. Oleh karenanya, ia mengingatkan, pentingnya sertifikasi kompetensi kerja sebagai sarana meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia khususnya di Provinsi Lampung.
“Hal ini agar tenaga kerja di Provinsi Lampung mampu bersaing dengan tenaga kerja dari Provinsi lain ataupun tenaga kerja asing yang masuk ke Provinsi Lampung,” tegasnya.
Sementara itu mewakili Ketua Umum Kadin Lampung M. Kadafi, Kordinator Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Romi Junanto Utama menyampaikan berterima kasih kepada Gus Hayid atas kehadiran dalam forum diskusi tersebut.
“Dalam Hal ini Kadin Lampung sangat terbuka bekerja sama terutama dalam program-program yang bisa mendukung program Gubernur Lampung,” Ujar Romi
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Lampung sekaligus Wakil ketua umum Kadin Lampung, Munir A. Haris menyampaikan bahwa Program sertifikasi dari BNSP bisa membantu Provinsi Lampung dalam hal meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.
Menurutnya, Sertifikasi berperan langsung mendongkrak dimensi standar hidup layak melalui peningkatan daya saing dan pendapatan pekerja, serta dimensi pengetahuan atau keterampilan.
“Hal ini sejalan dalam kerangka pembangunan kualitas hidup manusia yang diukur oleh BPS,” kata Munir.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pengurus Kadin Lampung, diantaranya, H. Irfan Gani (WKU Bidang Perbankan), Sari Rogo (WKU bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebukan), Edy Syafril Uyung (WKU Bidang Ekonomi Kreatif), Hengky Yuliansyah (Komtap Pengembangan dan Inovasi Pemasaran Digital), Febrian Willy (Komtap bidang Hukum). (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid
Editor : Pina









