Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Dengan langkah yang tenang dan penuh kesadaran akan tanggung jawab akademik, Prof. Warsito menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031.

Tidak ada kemeriahan yang berlebihan dalam perjalanan itu. Prof. Warsito berangkat dari Kantor Jurusan Fisika FMIPA Unila, didampingi tiga guru besar, Prof. Mustofa Usman, Prof. Endang, dan Prof. Sutiarso, serta dua orang staf.
Sebelum menuju Gedung Rektorat, rombongan menunaikan salat Zuhur, berdoa, kemudian makan siang bersama. Dari suasana yang sederhana itu, rombongan kemudian bergerak menuju Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Panlih) di lantai 3 Gedung Rektorat Unila. Selasa (18/8/2026).

Bagi Prof. Warsito, langkah tersebut bukan sekadar memenuhi tahapan administratif. Ia memaknainya sebagai upaya menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.
“Saya melaksanakan amanah yang diberikan kepada saya.”

Kalimat sederhana tersebut menjadi dasar sikap Prof. Warsito dalam memasuki proses pemilihan Rektor Unila.
Diterima Ketua dan Sekretaris Senat serta Panitia Pilrek
Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan Prof. Warsito diterima di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor oleh Ketua dan Sekretaris Senat Universitas Lampung, serta Ketua dan Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor.
Pertemuan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh penghormatan terhadap proses kelembagaan.

Sebanyak 13 formulir beserta berkas persyaratan pendaftaran diserahkan kepada Panitia Pemilihan Rektor. Berdasarkan verifikasi awal, seluruh dokumen yang disampaikan dinyatakan lengkap.
Ketua Senat Unila dalam sambutannya menyampaikan penerimaan sekaligus apresiasi atas kesediaan Prof. Warsito berpartisipasi dalam proses pencalonan Rektor Unila periode 2027–2031.

Menyerahkan Rekam Jejak Akademik dan Manajerial
Dokumen yang diserahkan tidak hanya berupa persyaratan administratif, tetapi juga merepresentasikan perjalanan akademik dan pengalaman kepemimpinan Prof. Warsito.
Di antara dokumen tersebut terdapat SK jabatan fungsional terakhir, termasuk SK Profesor dengan angka kredit 1.050, serta SK kenaikan pangkat Pembina Utama, golongan IV/e.
Selain itu, diserahkan pula sejumlah dokumen yang menunjukkan pengalaman manajerial dan kepemimpinan yang telah dijalani sepanjang karier akademik dan pengabdiannya.

Baca Juga :  Pembukaan Orientasi PPPK Kemenag, WR II UIN

Pengalaman tersebut mencakup tugas sebagai Sekretaris Jurusan Fisika; Ketua Jurusan Fisika; Pembantu Dekan I FMIPA; Kepala Pusat Kurikulum LP3M; Ketua Senat; Dekan FMIPA; Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Paris; dan Deputi di Jakarta.

Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan kepemimpinan yang tumbuh secara bertahap: dari ruang akademik, pengelolaan program studi dan fakultas, kepemimpinan kelembagaan universitas, hingga penugasan di tingkat internasional dan nasional.
Pemilihan Rektor sebagai Proses Akademik
Ketua Panitia Pemilihan Rektor selanjutnya menyampaikan tahapan verifikasi serta agenda lanjutan dalam proses pemilihan.
Salah satu tahapan berikutnya adalah tes kesehatan fisik dan psikologi, yang dijadwalkan sekitar 5–10 September 2026.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme yang harus dilalui seluruh bakal calon sesuai ketentuan yang berlaku.
Prof. Warsito menyambut seluruh tahapan tersebut dengan sikap terbuka dan menghormati mekanisme kelembagaan. Baginya, proses pemilihan Rektor harus dijalankan secara baik, transparan, berintegritas, dan bermartabat, karena yang dipertaruhkan bukan hanya kepentingan para kandidat, tetapi juga kehormatan Universitas Lampung sebagai institusi pendidikan tinggi.
Mengajak Putra-Putri Terbaik Unila
Dalam sambutan akhirnya, Prof. Warsito menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan yang baik dari Ketua dan Sekretaris Senat serta Panitia Pemilihan Rektor.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh tahapan pemilihan Rektor dapat berjalan dengan baik dan berintegritas.
Yang menarik, Prof. Warsito tidak menempatkan dirinya sebagai satu-satunya pilihan. Ia justru mengajak putra-putri terbaik Universitas Lampung untuk turut berpartisipasi dalam proses pencalonan Rektor.
“Saya mengajak putra-putri terbaik Unila untuk berpartisipasi sebagai bakal calon Rektor, agar Unila yang kita cintai semakin lebih baik.”

Baca Juga :  Ditargetkan Selesai April, 9 dari 10 Mahasiswa S2 Filsafat UIN RIL Rampungkan Sempro

Ajakan itu mengandung pesan penting bahwa kepemimpinan universitas bukanlah milik seseorang atau kelompok tertentu. Unila memiliki banyak akademisi terbaik dengan kapasitas, pengalaman, gagasan, dan pengabdian yang dapat dipersembahkan untuk kemajuan universitas.
Dari Jurusan Fisika, Kembali kepada Almamater
Ada makna simbolik dalam perjalanan Prof. Warsito pada hari itu.
Ia memulai langkah dari Jurusan Fisika FMIPA Unila, tempat perjalanan akademiknya dibangun. Dari sana, ia melewati ruang-ruang pengabdian yang membentuk pengalaman kepemimpinannya hingga akhirnya mendapat amanah menjalankan tugas di tingkat nasional.

Kini, ia kembali mengambil bagian dalam proses kepemimpinan almamater.
Perjalanan itu bukan sekadar perjalanan geografis dari satu gedung ke gedung lainnya. Ia adalah perjalanan seorang akademisi dari ruang ilmu menuju ruang pengabdian yang lebih luas.
Jabatan adalah Amanah
Di balik penyerahan berkas pada pukul 13.00 WIB, sesungguhnya terdapat sebuah pesan yang lebih besar tentang makna kepemimpinan.

Jabatan akademik dan birokrasi bukanlah sekadar deretan posisi dalam sebuah daftar riwayat hidup. Setiap jabatan adalah amanah.
Dari Sekretaris Jurusan hingga Dekan, dari Ketua Senat hingga penugasan sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Paris, kemudian sebagai Deputi di Jakarta—setiap tahap membawa tanggung jawab dan pengalaman yang berbeda.
Kini, ketika kesempatan untuk mengabdi kembali terbuka di almamater, Prof. Warsito memilih untuk menjawabnya dengan mengikuti proses yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Lima Paper Dosen dan Mahasiswa UIN RIL Terpilih pada Event Internasional

Yang Harus Dijaga Adalah Unila
Pemilihan Rektor pada akhirnya bukan tentang memenangkan seseorang atas seseorang yang lain. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa Unila mendapatkan pemimpin terbaiknya.
Perbedaan gagasan adalah keniscayaan dalam kehidupan akademik. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Namun keduanya tidak boleh menghilangkan persaudaraan sebagai sesama insan akademik dan keluarga besar Universitas Lampung.
Karena setelah seluruh tahapan selesai, para kandidat akan kembali menjadi bagian dari rumah yang sama.
Rumah itu bernama Universitas Lampung. Dan rumah itu jauh lebih besar daripada kepentingan siapa pun.

Menutup dengan Kerendahan Hati
Menjelang akhir pertemuan, Prof. Warsito menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pendaftaran maupun perjalanan tim terdapat kekurangan atau kesalahan.

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju kepemimpinan tidak harus dimulai dengan kesempurnaan. Ia justru dapat dimulai dengan kerendahan hati.
Selasa, 18 Agustus 2026, menjadi sebuah penanda. Dokumen telah diserahkan. Verifikasi awal telah dinyatakan lengkap. Tahapan berikutnya telah menanti.

Namun bagi Prof. Warsito, perjalanan ini bukan semata-mata tentang menuju sebuah jabatan. Ini adalah tentang menjawab sebuah amanah, memberi kembali kepada almamater, menghadirkan pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan institusi, dan menjaga agar setiap proses kepemimpinan tetap berada dalam koridor integritas, keilmuan, persaudaraan, dan pengabdian.

Pada akhirnya, mungkin itulah makna terdalam dari sebuah pencalonan: bukan meminta untuk dipercaya, melainkan bersedia mempertanggungjawabkan kepercayaan.
“Untuk Unila. Untuk ilmu pengetahuan. Untuk pengabdian yang lebih luas.” (**)

Berita Terkait

Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar
UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru
Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031
IKA SUKA Lampung Resmi Reorganisasi, Menteri PPPA Tekankan Soliditas Alumni
Demi Masa Depan UNILA, Ferdiansyah Suarakan Harapan Calon Rektor dari Internal
Safari Daud Pimpin IKA SUKA Lampung, Siap Perkuat Peran Alumni untuk Daerah
BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dan Dewan Pendidikan Bahas Arah Kebijakan Pendidikan Lampung

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:16 WIB

UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru

Senin, 27 Juli 2026 - 21:49 WIB

Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031

Berita Terbaru