Awas! Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Kamis, 3 Februari 2022 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung (dinamik.id) – Gunung Anak Krakatau (GAK) terjadi erupsi dengan mengembuskan abu vulkanik yang mencapai 200 meter di atas puncak, atau 357 meter dari permukaan laut (Mdpl), sekitar pukul 16.15WIB, Kamis (3/2).

Berdasarkan Informasi dari Magma Indonesia, Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan dan barat daya. Suhu udara sekitar 27-32.2°C. Kelembaban 43-72%.

Pengamatan Visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak.

Dalam Pengamatan Kegempaan, telah terjadi satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 10 detik dan telah terjadi 17 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 5-17 mm, dan lama gempa 2-5 detik.

Baca Juga :  Jadi Timses Arjuno, Nover Ajukan Cuti dari Keanggotaan PWI

Selanjutnya, telah terjadi 9 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4-22 mm, dan lama gempa 2-13 detik, satu kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 16 mm, S-P 1.6 detik dan lama gempa 9 detik.

Kemudian, telah terjadi dua kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 45-47 mm, S-P 2.46-2.47 detik dan lama gempa 40-46 detik, satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 22 mm, S-P 13.3 detik dan lama gempa 63 detik dan terakhir, satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-13 mm, dominan 1 mm.

Baca Juga :  Rugikan Negara 3,4 Miliar, DJP Serahkan Dua Tersangka Faktur Pajak Fiktif ke Kejari

Atas dasar tersebut, Gunung Anak Krakatau memiliki Tingkat Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dengan Level II (Waspada).

Sehingga, Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Petugas Pos Pantau GAK Lampung, Andi Suandi, membenarkan adanya erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter dari atas puncak.

“Saat kami pantau, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, condong ke arah Timur Laut atau menuju Pulau Jawa. Tapi kami tidak mendengar suara dentuman, saya belum mendapat laporan suara dentuman. Abu mengarah ke Pulau Jawa,” Ungkap Andi Suandi, Kamis (3/2).

Baca Juga :  Gelar Halal Bihalal Bersama Kepala SMK, SMA dan SLB Se Lampung, Ini Pesan Sulpakar

Menurutnya, erupsi yang terjadi pada GAK tidak berdampak berbahaya maupun kerusakan. Sebab, skalanya masih kecil, sehingga dirinya meminta masyarakat untuk waspada dan selalu memantau aplikasi Magma Indonesia.

“Kalau sekarang ini statusnya berada pada status Level 2, waspada, dengan rekomendasi tidak boleh mendekat dalam radius 2 km dari kawah,” Pungkasnya. (RAN)

Berita Terkait

Perempuan NU Perkuat Peran Strategis dalam Apel Akbar Harlah Ansor–Fatayat di Lampung Tengah
PMII Bersholawat di Kotabumi, Ribuan Jamaah Diperkirakan Hadir Malam Ini
Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027
Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027
Hari Bumi 2026 Selamatkan Planet, Suntik Mati PLTU Batubara
Koalisi STuEB Soroti Minimnya Tindak Lanjut, Dorong Transparansi dan Kesadaran Publik atas Dampak PLTU Batubara
Kapolsek Muara Sungkai Disanksi Disiplin, Terkait Penolakan Laporan KDRT
Lampung Kompak Jelang Munas HIPMI, Mandat Dukungan Diserahkan ke Ketum

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:34 WIB

Perempuan NU Perkuat Peran Strategis dalam Apel Akbar Harlah Ansor–Fatayat di Lampung Tengah

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

PMII Bersholawat di Kotabumi, Ribuan Jamaah Diperkirakan Hadir Malam Ini

Rabu, 22 April 2026 - 21:21 WIB

Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027

Rabu, 22 April 2026 - 21:15 WIB

Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027

Rabu, 22 April 2026 - 16:17 WIB

Hari Bumi 2026 Selamatkan Planet, Suntik Mati PLTU Batubara

Berita Terbaru