Jangan Kecolongan, Aktivis Perlu Soroti RUU KHUP yang segera Disahkan

Minggu, 3 Juli 2022 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (dinamik.id)–Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bidang Sosial dan Kesejahteraan Aris Tama memberikan catatan kritis terhadap segenap fenomena yang tranding belakangan ini.

Beberapa waktu belakangan ini, ada beberapa informasi yang mendominasi konten informasi di media masa atau media sosial masyarakat.

Aris Tama mengatakan paling tidak ada 3 informasi yang mendominasi wacana masyarakat. Informasi tersebut diantaranya penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin, kasus Holywings dengan iklan kontroversialnya yang berujung pada penutupan outlet Holywings di beberapa tempat.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain dua hal tersebut, kunjungan Presiden Joko Widodo ke beberapa negara Eropa menjadi salah satu topik yang paling sering muncul di laman media massa dan media sosial masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Aklamasi, Anggota F-PAN Jadi Ketum PB IKA PMII

Melihat fenomena tersebut, Aris tama mengatakan bahwa media massa cenderung lebih dominan memberitakan 3 hal tersebut.

Sementara beberapa informasi lainnya yang secara substansi menjadi penting untuk diketahui masyarakat justru menjadi tenggelam. Salah satu informasi penting yang tenggelam dan baru baru viral saat ini adalah problem soal RUU KUHP yang informasinya akan segera disahkan oleh DPR.

Baca Juga :  Satlantas Polres Mesuji Sosialisasi Tertib Lalulintas ke Pelajar

“Tiga peristiwa tersebut (Khilafatul Muslimin, Holywings, dan kunjungan Jokowi) pada satu titik berhasil menggeser fokus masyarakat sehingga masyarakat teralihkan perhatiannya terhadap isu-isu subtansial lainnya. Salah satunya isu tentang RUU KUHP yang kabarnya segera disahkan,” ujar Aris Tama, Minggu, 3 Juli 2022.

Kabar akan disahkannya RUU KUHP yang kontroversial ini menjadi viral setelah beberapa aktivis dan publik figur seperti Najwa Sihab, bintang emon dan lainnya membuat konten di media. Konten tersebut kemudian dikonsumsi masyarakat yang akhirnya menjadi viral dan berhasil menggeser fokus masyarakat untuk juga memberikan perhatian terhadap RUU KUHP yang menuai kontroversi tersebut.

Baca Juga :  Indah dan Nikmatnya Berlibur ke Agrowisata Kebun Teh Kaligua PTPN I Reg 3

“RUU KUHP adalah salah satu isu yang harus diketahui masyarakat. Sebab RUU KUHP yang rencananya akan disahkan mengandung beberapa pasal yang mengancam terhadap kemerdekaan berpendapat setiap individu. Di sisi lain, kontroversi terbaru dari RUU KUHP yang akan disahkan itu adalah, draft RUU tersebut belum juga dibuka ke publik.”

Terakhir Aris Tama mengimbau kepada setiap pemuda dan segenap aktivis untuk tetap memperhatikan visi perjuangan untuk Indonesia lebih adil dan makmur, Indonesia Tanguh Indonesia Tumbuh. (ran/red)

Berita Terkait

Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII
Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK
Habiburokhman Apresiasi Tindakan Tegas Polri ke AKBP Didik
Komisi VIII Pertanyakan Anggaran dan Lambannya Pembuatan Sertifikasi Halal
Ketua PWI Lampung Siap Hadiri Launching IJP FC, Dukung Wartawan Aktif Berolahraga
HPN 2026, Presiden Tekankan Peran Strategis Pers
Gubernur Banten Ungkap HPN 2026 Berdampak Positif untuk Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:57 WIB

Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:02 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:50 WIB

Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK

Senin, 16 Februari 2026 - 18:03 WIB

Habiburokhman Apresiasi Tindakan Tegas Polri ke AKBP Didik

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:12 WIB

Komisi VIII Pertanyakan Anggaran dan Lambannya Pembuatan Sertifikasi Halal

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Senin, 23 Feb 2026 - 16:57 WIB