Dewi Handajani Saksikan Panen Raya Udang Vaname

Rabu, 14 September 2022 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus (dinamik.id)–Bupati Tanggamus Dewi Handajani meninjau Panen Raya Udang Vaname, di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kotaagung, Pekon Waygelang, Kecamatan Kotaagung Barat, Rabu (14/09/202).

Hadir pada penen udang tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Tanggamus, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tanggamus yang diwakili sekretaris Rahman Husen, Kepala Dinas Kominfo Tanggamus Edi Nerimo, Inspektur Kabupaten Tanggamus Ernalia, Kabag Protokol Rien Devile Abdul Kadir, Kabag Kerjasama Sekretariat Bupati.

Kedatangan rombongan di SUPM Negeri Kotaagung disambut baik oleh Kepala SUPMN Kotaagung, Khaerudin beserta jajarannya.

Bupati Dewi Handajani mengucapkan banyak terima kasih telah menyambut baik kedatangannya.

Ia mengatakan ingin melihat langsung hasil panen yang bagus dan memuaskan, serta agar budidaya udang Vaname dapat terus dikembangkan di Kabupaten Tanggamus.

Baca Juga :  Bupati Tanggamus Tinjau Vaksinasi di Pekon Suka Banjar dan  Penyerahan Intensif 

“Dengan melihat hasil tersebut nantinya masyarakat dapat berkolaborasi dalam pengembangan budidaya udang Vaname tersebut untuk ke depannya,” kata Bupati.

“Harapannya masyarakat bisa berkolaborasi. Dengan artian, nanti jika ada masyarakat ada yang ingin membudidayakan udang ini, kalau memang teknologinya membutuhkan pembinaan akan kita dorong ke sini,” tutur Bupati.

Sementara  Kepala Sekolah SUPMN Khairuddin S.Pi. M.Si menyampaikan  kegiatan panen ini merupakan panen parsial dengan tujuan untuk mengurangi populasi udang yang ada di tambak. Hasilnya digunakan untuk mendukung pakan pada tambak udang tersebut.

Untuk udang yang dipanen hari ini adalah size 30-6l0 ( dalam 1 Kg terdapat 30-60 ekor udang) dan usia udang pada saat ini telah mencapai 2 bulan dengan harga penjualan Rp. 80.000,- /Kg.

Baca Juga :  Hj Dewi Handajani Menghadiri Kegiatan Panen Perdana Budidaya Ikan Lele Sistem Bloflok

“Harapannya ke depan usaha budidaya udang ini dapat meluas ke seluruh wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanggamus,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan panen ini merupakan panen parsial dengan tujuan untuk mengurangi populasi udang yang ada di tambak dan hasilnya digunakan untuk mendukung pakan pada tambak udang tersebut.

Panen parsial kedua cara usmetik ini, menurutnya merupakan solusi dari teknologi mengembangkan udang secara intensif dengan modal yang relatif kecil.

“Usmetik ini singkatan dari budidaya udang dengan Empang plastik dengan membuat petak petak kecil dengan ukuran 600 meter sampai 1000 meter persegi bisa menghasilkan 2,5 ton per 60 hari dan dapat menghasilkan produksi sangat tinggi,” terang Khairuddin.

Baca Juga :  Bupati Tanggamus Blusukan Kawal Pasar Murah Cegah Inflasi

Untuk udang yang dipanen hari ini adalah size 30-60 ( dalam 1 Kg terdapat 30-60 ekor udang) dan usia udang pada saat ini telah mencapai 3 bulan dengan harga penjualan Rp. 80.000,- /Kg.

Ia berharap ke depan usaha budidaya udang ini dapat meluas ke seluruh wilayah pesisir teluk semaka Kabupaten Tanggamus dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kabupaten Tanggamus.

“Usaha ini dapat kita kelola dengan baik dengan kolaborasi dengan BUMD maupun kelompok usaha bersama (KUB) insya Allah produksi udang di wilayah Tanggamus akan meningkat,” tandas Khairuddin. (pon)

Berita Terkait

CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR
Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!
KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan
Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain
Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu
Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:34 WIB

KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB