Gubernur Arinal Membuka Temu Teknis Penyuluh Pertanian se-Provinsi Lampung

Selasa, 13 Desember 2022 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id) – Bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan jasa pertanian mempunyai posisi penting sebagai lokomotif pembangunan ekonomi Provinsi Lampung dengan sumbangan PDRB tahun 2021 sebesar 28,39%.

Pernyatan tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ketika membuka Temu Teknis Penyuluh Pertanian se-Provinsi Lampung Tahun 2022 bertempat di Ballroom Hotel Horison, Selasa (13/12/2022).

Kegiatan yang mengusung tema ‘Pertanian Maju, Mandiri dan Modern Menuju Lampung Berjaya’ ini dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua KINA Provinsi Lampung, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, serta 650 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Arinal dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah untuk mewujudkan visi Rakyat Lampung Berjaya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini, untuk meningkatkan pengetahuan, menyatukan dan mensingkronkan langkah kedepan, mengkoordinasikan seluruh komponen yang terlibat serta mengintegrasikan seluruh terkait dengan penyuluhan pertanian dalam upaya mewujudkan visi Lampung yaitu Rakyat Lampung Berjaya.” ucapnya.

Baca Juga :  Chusnunia Chalim menjadi narasumber Workshop Penguatan Karakter Diera Digital

Gubernur Lampung melanjutkan bahwa Lampung merupakan Provinsi di ujung Selatan Pulau Sumatera yang posisinya sangat strategis dan mempunyai potensi yang besar baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia dalam pembangunan ekonomi menuju Rakyat Lampung Berjaya.

Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di era revolusi industri 4.0 atau yang lebih dikenal dengan Fourth Industrial Revolution, Provinsi Lampung melakukan terobosan berupa Kartu Petani Berjaya (KPB).

“KPB adalah bagian dari Internet of Things (IoT) dalam rangka memperlancar, mengefisiensikan dan meminimalisir biaya transaksi dalam penyediaan input produksi, pemasaran dan distribusi hasil pertanian, ” tambah Gubernur.

Dengan adanya KPB, Petani akan mendapatkan 10 kepastian yang diantaranya: 1. Penjadwalan tani (olah tanah, air, penanaman, pemupukan, panen); 2. Penyaluran air irigasi; 3. Ketersediaan benih (waktu, jumlah dan kualitas); 4. Ketersediaan pupuk (waktu, jumlah dan kualitas); 5. Penanganan hama dan penyakit tanaman terpadu (waktu dan metode);

Selanjutnya 6. Penanganan panen dan pasca panen(waktu, jumlah, metode, dan harga); 7. Pendampingan budidaya (penyuluhan); 8. Ketersediaan teknologi pertanian; 9. Permodalan (pembiayaan pertanian); dan 10. Manajemen risiko usaha tani (asuransi).

Baca Juga :  Gubernur Arinal Sambut Ketua Umum PMI dan Ketua PMI Provinsi se-Indonesia

Dengan 10 kepastian tersebut, Gubernur Lampung berharap kepada para penyuluh pertanian yang mengikuti Temu Teknis ini untuk mendorong petani, kelompok tani dan Gapoktan petani ikut serta dan tergabung dalam Kartu Petani Jaya (KPB) supaya sistem usaha taninya efisien, produktivitas tinggi dan ada jaminan pasar.

Penyuluh juga diharapkan untuk memperkuat kelembagaan petani; kelompok tani dan Gapoktan agar kapasitas kelembagaan petani tersebut meningkat sehingga akan tercipta skala usaha yang ekonomis, efisien, posisi tawar petani kuat, yang pada akhirnya mempunyai daya saing baik lokal, regional maupun internasional.

Selain itu Para penyuluh juga diharapkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausaha (entrepreneurship) sebagai pelaku utama dan pelaku usaha, serta penyuluh juga diminta untuk mengoptimalkan tugas fungsi dan peran BPP sebagai pusat pembangunan pertanian tingkat Kecamatan (kostratani) sehingga BPP menjadi pusat data dan informasi, pusat pembelajaran, pusat pengembangan jejaring kemitraan, pusat gerakan pembangunan pertanian, dan sebagai pusat konsultasi agribisnis.

Baca Juga :  Ketua PKK Purnama Wulan Sari Mirza Canangkan Margomulyo Tubaba Desa Tapis

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Gubernur berharap kendala dan tantangan yang ada dapat diatasi sehingga proses pengawalan dan pendampingan oleh Penyuluh Pertanian, benar-benar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Gubernur lampung juga meminta kerjasama seluruh pihak, baik itu dari Dinas di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota serta stakeholder untuk dapat bersinergi dan mengambil peran dalam tersebut. mengatasi kendala-kendala yang ada.

Diakhir, Gubernur Lampung berharap bahwa kegiatan ini akan bermanfaat untuk meningkatkan semangat dan motivasi para penyuluh.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi penyuluh untuk memberikan sumbangsih dan kemampuan terbaiknya dalam rangka mendukung suksesnya pembangunan pertanian, perkebunan dan peternakan.” pungkasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan ini juga Gubernur Lampung memberikan apresiasi kepada petani dan petugas penyuluh berupa, piagam, tropi, dan uang pembinaan di tujuh kategori, diantaranya:

1.kategori penyuluh pertanian berprestasi
2.Kategori Penyuluh pertanian PNS )
3.Kategori PHL PB penyuluh pertanian
4.kategori Penyuluh pertanian swadaya
5.kategori petani berprestasi
6.kategori kelompok tani berprestasi
7.kategori penobatan ekonomi petani berprestasi. (naz/red)

Berita Terkait

Jalan Menuju TPU di Pekon Pandansari Mulai Rusak Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Pokir DPRD Pringsewu
TN Way Kambas Perkuat Strategi Terpadu Tekan Konflik Gajah dan Manusia
Terungkap! Komplotan Pencuri Sapi yang Beraksi 3 Tahun di Pringsewu Dibekuk Polisi
KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua
Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!
Hari Desa Nasional 2026, Seluruh Tiyuh dan Kecamatan di Tubaba Gelar Aksi Lingkungan
Pemkab Pringsewu Gandeng Mbizmarket, Buka Jalan Digitalisasi Pengadaan dan UMKM Lokal
Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:13 WIB

Jalan Menuju TPU di Pekon Pandansari Mulai Rusak Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Pokir DPRD Pringsewu

Senin, 19 Januari 2026 - 20:50 WIB

TN Way Kambas Perkuat Strategi Terpadu Tekan Konflik Gajah dan Manusia

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:21 WIB

KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:21 WIB

Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:53 WIB

Hari Desa Nasional 2026, Seluruh Tiyuh dan Kecamatan di Tubaba Gelar Aksi Lingkungan

Berita Terbaru

DPRD Provinsi

DPRD Lampung Kawal 89.286 Peserta BPJS PBI 2026

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:19 WIB

Bandar Lampung

TN Way Kambas Perkuat Strategi Terpadu Tekan Konflik Gajah dan Manusia

Senin, 19 Jan 2026 - 20:50 WIB