Dukung Potensi Wilayah Sumber Bibit, Pemprov Lampung Agendakan Kontes Ternak Sapi PO di Lamsel

Rabu, 1 November 2023 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id)–Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 357/Kpts/PK.040/6/2015 sejak Tahun 2015 Provinsi Lampung memiliki Wilayah Sumber Bibit Ternak khusus Rumpun Sapi PO yang berada di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), tepatnya di Kecamatan Tanjung Sari.

Untuk itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung melaksanakan agenda Kontes Ternak dan Panen Pedet Tahun 2023 di Kelompok Ternak Sukamaju II Desa Purwodadi Dalam, Tanjung Sari, Lamsel, Selasa, 31 Oktober 2023.

Agenda dihadiri oleh Gubernur Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Lampung Ir. Kusnardi, M.Agr.Ec., Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI drh. Agung Suganda, M.Si.

Kemudian hadir juga Bupati Lampung Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Keuangan Achmad Herry, SE, MM. Lalu, peserta undangan berjumlah 350 orang yang berasal dari unsur Dinas Lingkup Pertanian Pemprov Lampung, Instansi UPT Lingkup Kementerian Pertanian, Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan se-Provinsi Lampung, Perguruan Tinggi, dan Asosiasi Peternakan di Provinsi Lampung.

Wilayah Sumber Bibit (Wilsumbit) adalah suatu kawasan agroekosistem yang tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan dan mempunyai potensi untuk pengembangan bibit dari jenis, rumpun atau galur ternak tertentu.

Baca Juga :  Pj Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum APBDP 2022 Fraksi-Fraksi

Penetapan tersebut tentunya mempunyai tujuan, salah satunya ialah untuk menyediakan dan mengembangbiakkan rumpun ternak Sapi PO yang berkualitas sesuai dengan standar nasional.

Selain hal tersebut pengelolaan wilayah sumber bibit diperuntukkan untuk meningkatkan potensi genetik sapi lokal melalui seleksi dan pembentukan kelompok penghasil bibit atau breeding stock.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si saat memberikan hadiah acara kontes sapi ternak dan panen pedet di Kelompok Ternak Sukamaju II Desa Purwodadi Dalam, Tanjung Sari, Lamsel, Selasa, 31 Oktober 2023.

Dalam Laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni diantaranya memotivasi dan merangsang peternak untuk memproduksi bibit sapi PO yang berkualitas.

Lalu memberi penghargaan kepada peternak yang berprestasi, meningkatkan nilai jual bibit sapi PO, mengetahui penambahan populasi sapi dan kerbau melalui kelahiran hasil IB SIKOMANDAN, mengekspos hasil kelahiran Transfer Embrio (TE) dan perkembangan rumpun Belgian Blue dan Wagyu di Provinsi Lampung.

Ia menjelaskan bahwa saat ini potensi Wilayah Sumber Bibit khususnya Sapi PO ini harus terus ditingkatkan, mengingat massifnya pelaksanaan Inseminasi Buatan yang mayoritas peternak menginginkan ternak dengan rumpun eksotis seperti Limousin, Simmental dan lainnya.

Peran Pemerintah dalam mengelola Wilayah Sumber Bibit dalam menjaga keturunan Sapi PO tetap terjaga kualitasnya haruslah selaras dengan program-program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah, salah satunya penggunaan semen beku rumpun Sapi PO dan melaksanakan seleksi performan sebagai bentuk penjaringan ternak-ternak yang memenuhi kualitas standar nasional.

Baca Juga :  Ini Skema Jalan Outer Ring Road yang Diusulkan Gubernur Mirza ke Menteri PU

“Tentunya komitmen peternak dan petugas peternakan setempat juga harus dijaga. Hal ini agar populasi ternak rumpun sapi PO di wilayah sumber bibit terus meningkat.”

“Seperti yang kita ketahui Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan sumber daya genetik sapi potong lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan berdasarkan peraturan Menteri Pertanian nomor: 2841/Kpts/LB.430/8/2012.

“Untuk pelaksanaan program SIKOMANDAN dan Penandaan Ternak di Provinsi Lampung dapat kami sampaikan kepada Bapak, bahwa sampai dengan 28 Oktober 2023 jumlah ternak terlayani secara inseminasi buatan sebanyak 289.991 akseptor dari target 255.000 atau sekitar 113%,” ungkapnya.

Sedangkan ternak yang terlapor lahir dari kegiatan tersebut sebanyak 159.623 ekor dari target 160.740 atau sekitar 99%, kemudian ternak yang telah ditandai dengan Eartag Secure QR Code dan didata sebanyak 721.378 ekor dari target 882.714 atau sekitar 81,7%.

Jumlah ternak lahir hasil Transfer Embrio sebanyak 25 ekor sejak 2018. Sedangkan Ternak Rumpun Belgian Blue tercatat sebanyak 640 ekor.

“Kelahiran-kelahiran tentunya akan masih bertambah mengingat pada tahun ini Provinsi Lampung mendapatkan alokasi Embrio dari BET Cipelang sebanyak 40 dosis dan Semen Beku Belgian Blue dari BIB Lembang sebanyak 11.000 dosis,” jelas Lili Mawarti.

Populasi Ternak 916 Ribu

Baca Juga :  Jelang Peresmian, Sekda Lambar Tinjau Lamban Pancasila

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Lampung Ir. Kusnardi, M.Agr.Ec., menyampaikan bahwa saat ini populasi ternak di Provinsi Lampung mencapai 916 ribu dan potensi pengembangan ternak di Provinsi Lampung terus meningkat.

Provinsi Lampung juga mempunyai andil dalam penyediaan ternak potong ke luar Provinsi Lampung terutama beberapa Provinsi di Pulau Sumatera dan tentunya DKI Jakarta.

“Gubernur Lampung menyampaikan, kita harus bangga karena kita dapat memberikan sumbangsih dalam pemenuhan konsumsi daging ataupun protein hewani untuk masyarakat luas,” kata Kusnardi.

Gubernur mengingatkan bahwa ini menjadi momentum bagi semua pihak bahwa pentingnya peran pemerintah dan seluruh elemen dalam menyediakan bibit-bibit ternak yang unggul dan berkualitas untuk memenuhi rantai peningkatan produksi peternakan.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak drh. Agung Suganda, M.Si.

Dalam arahan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak drh. Agung Suganda, M.Si, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah harus menjaga wilayah-wilayah sumber bibit kita.

Hal ini bertujuan agar pemanfaatan dan pelestarian ternak rumpun asli Indonesia tetap terjaga dan bahkan dapat meningkat populasinya. Penyediaan bibit-bibit unggul juga dari hasil pengelolaan wilayah sumber bibit, yakni dengan pola seleksi performan ternak dan pembinaan kelompok pembibit. (ADV/NAZ/RED1)

Berita Terkait

DPRD Lampung Desak Sekolah Diliburkan Sementara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Daring Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
BPBD Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Tuntaskan Permasalahan Jalan, Pemkab Mesuji Kerahkan Alat Berat di RJU Mesuji
170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan
Sudah Di-hold, Pembangunan Masih Jalan; Wabup Pringsewu: Kalau Belum Berizin Berhenti
Pengurus PWI Lampung Berkunjung ke Pemkab Mesuji Bahas HPN dan Porwanas 2027
Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan, Thomas Amirico : Picu Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:26 WIB

DPRD Lampung Desak Sekolah Diliburkan Sementara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 18:23 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Daring Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 21:12 WIB

BPBD Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Kamis, 3 September 2026 - 20:22 WIB

Tuntaskan Permasalahan Jalan, Pemkab Mesuji Kerahkan Alat Berat di RJU Mesuji

Rabu, 2 September 2026 - 20:55 WIB

170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan

Berita Terbaru