Program MBG Bandar Lampung Diluncurkan Maret

Selasa, 11 Februari 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung dijadwalkan akan dimulai pada Maret 2025. Program ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp. 54 Miliar untuk penyediaan dapur umum bagi siswa TK, SD dan SMP.

Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis, termasuk verifikasi penyedia dapur umum dan rekrutmen tenaga pendukung.

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah menyebutkan bahwa BGN memiliki standar khusus untuk tempat yang layak dijadikan dapur umum, termasuk ketersediaan ruang dan gudang logistik.

Baca Juga :  Berkah Ramadhan, Kapolres Mesuji Berbagi Takjil di Wilayah Way Serdang

“Hari ini BGN sedang dalam tahapan memperifikasi para pihak yang mendaftar untuk menyediakan dapur umum. Selain itu sedang dalam tahap rekrutmen ASN dan Relawan makan bergizi gratis,” ujarnya saat diwawancara.

Ia memperkirakan Kota Bandar Lampung membutuhkan sekitar 60 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis bagi TK, SD dan SMP. Setiap dapur diproyeksikan melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 siswa.

Baca Juga :  Hujan Lebat Tak Surutkan Warga Ikuti Sosialisasi PIP-WK, Yuhadi : Pancasila Pedoman Bangsa

“Jadi Bandar Lampung untuk TK, SD dan SMP diperkirakan membutuhkan 60 dapur umum. Belum termasuk SMA dan SMK hingga Ponpes,” jelas Asroni.

Lebih lanjut ia mengatakan, satu dapur umum akan menampung atau menyediakan makan bergizi gratis untuk 2500-3000 siswa.

Asroni menjelaskan, pembuatan satu dapur umum ditaksir mencapai 800-900, mencakup biaya sewa tempat serta perlengkapan pendukung MBG. Dengan kebutuhan total 60 dapur umum, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp54 milyar.

Baca Juga :  DPRD Bandar Lampung Sahkan Raperda APBD-P 2026, Defisit Rp87 Miliar

“Terkait dapur umum ini juga tidak bisa sembarangan dan harus berdasarkan jumlah siswa. Nanti pihak yayasan ataupun perusahaan yang mengelola dapur umum menyediakan terlebih dahulu dan selanjutnya biayanya akan digantikan oleh pemerintah,” kata dia.

Anggaran ini belum mencakup kebutuhan untuk pembuatan dapur umum untuk menyediakan makan bergizi gratis siswa SMA, SMK hingga Pondok Pesantren. (Amd)

Berita Terkait

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik
Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK
Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Berita Terbaru