Pemprov Lampung Gelar Ramah Tamah Bersama Jajaran Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu RI

Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG (Dinamik.id) – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Silaturahmi dan Ramah Tamah bersama jajaran Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, di Bandarlampung, Sabtu (14/6/2025) malam.

Acara ini terkait dengan peran Provinsi Lampung sebagai tuan rumah bagi kegiatan Pelatihan Komoditas Berkelanjutan untuk Negara Sehaluan/Like-Minded Countries 2025.

Dalam acara ini, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di hadapan peserta dari 16 Negara mitra. Tujuan acara ini untuk memperkuat praktik berkelanjutan serta diplomasi ekonomi daerah.

Pada kesempatan itu Pj. Sekdaprov Firsada menyampaikan komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mendukung penuh hilirisasi komoditas kopi dan kakao guna memperkuat posisi daerah di pasar ekspor global. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan masyarakat Lampung.

“Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas inisiatif dan dukungannya, serta kepada seluruh peserta dari 16 negara sahabat yang telah berkenan hadir. Semoga pertemuan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi pembangunan sektor kopi dan kakao, tetapi juga bagi persahabatan antarbangsa,” ujarnya.

Baca Juga :  Riana Sari Arinal Buka Pendampingan Kurasi Kerajinan Lampung

Pj. Sekdaprov Firsada menyoroti kekayaan alam Lampung, khususnya dua komoditas strategis, yakni kopi robusta dan kakao. Kopi robusta Lampung telah lama dikenal di dunia berkat aromanya yang kuat, karakter rasa yang khas, dan kualitas biji yang unggul. Ia menegaskan bahwa hal ini adalah hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah daerah, dan semangat kolaborasi yang tak pernah padam.

“Kopi robusta dari Lampung telah lama dikenal dan dihargai di berbagai belahan dunia. Ini adalah buah dari kerja keras para petani, dukungan dari pemerintah daerah, dan semangat kolaborasi yang tidak pernah padam,” jelas Firsada.

Baca Juga :  Berprestasi di Sektor Pertanian, Gubernur Lampung Terima Penghargaan Mentan Syahrul Yasin Limpo

Selain kopi, kakao Lampung juga memainkan peran penting dalam rantai pasok industri cokelat global. Biji kakao dari provinsi ini dikenal memiliki kualitas fermentasi yang baik sehingga banyak dicari produsen cokelat ternama. “Ini adalah potensi besar yang terus kita dorong agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” tambahnya.

Firsada menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi, memperkuat kemitraan petani dengan industri, serta membuka akses pasar ekspor yang lebih luas. Peningkatan kapasitas petani juga menjadi prioritas melalui pelatihan, akses teknologi, dan pembiayaan inklusif.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teknis, tetapi juga ruang dialog antarbangsa untuk memperkuat kerja sama dan solidaritas global dalam mewujudkan sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur KSIA Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI Nidya Kartikasari menjelaskan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi praktik lapangan karena potensi unggulan di sektor komoditas kopi dan kakao, serta pengalaman daerah dalam pengembangan rantai pasok berkelanjutan. Praktik lapangan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 27 Mei -13 Juni 2025 ini dilakukan di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Timur, melibatkan petani dan komunitas lokal secara langsung.

Baca Juga :  Gigh Level Meeting TPID : Menjaga Inflasi Menjelang Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Kegiatan pelatihan yang mengusung pendekatan Training Network Initiative for Business Alignment (TNI-BA) ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Provinsi Lampung sebagai lokasi praktik lapangan.

Melalui kerja sama ini, Lampung diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat komoditas unggulan nasional yang mendukung praktik usaha berkelanjutan dan inklusif di kancah global.

Sementara itu, Kepala CTTS IPB Damayanti Buchori menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bukan hanya karena dihadiri 16 Negara, tetapi juga karena merupakan kesempatan nagi Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan global.
(Pin)

Berita Terkait

Wagub Jihan Luncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor 2026 di Lampung
Pemprov Lampung: Program Pelana jadi upaya pemerataan pembangunan pesisir
PWNU Lampung Sembelih 10 Sapi dan 2 Kambing, Bagikan 1.328 Paket Kurban
Pemprov Lampung Dorong ASN Adaptif Teknologi Lewat Program GARUDA AI
Prabowo Serahkan Sapi Kurban 1,138 Ton untuk Pemprov Lampung
Kementan Kucurkan Rp1,4 Triliun untuk Lampung, Mirza Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Gubernur Mirza Tekankan Digitalisasi untuk Optimalkan PAD dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Lampung

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:01 WIB

Wagub Jihan Luncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor 2026 di Lampung

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pemprov Lampung: Program Pelana jadi upaya pemerataan pembangunan pesisir

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:04 WIB

PWNU Lampung Sembelih 10 Sapi dan 2 Kambing, Bagikan 1.328 Paket Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemprov Lampung Dorong ASN Adaptif Teknologi Lewat Program GARUDA AI

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:21 WIB

Prabowo Serahkan Sapi Kurban 1,138 Ton untuk Pemprov Lampung

Berita Terbaru