Reses di Natar, Abas Dengar Keluhan Petani Soal Listrik Lahan Pertanian dan Validasi Data Bansos

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, (dinamik.id) — Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Selatan, Ahmad Basuki, turun langsung ke Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, dalam rangka kegiatan reses, Rabu (30/7/2025).

Dalam kesempatan itu, ia menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan petani dan penerima bantuan sosial.

Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah terkait belum tersedianya jaringan aliran listrik untuk lahan pertanian. Hal ini menyulitkan petani yang masih menggunakan mesin penyedot air berbahan bakar solar.

“Petani meminta jaringan aliran listrik agar bisa menggunakan alat penyedot air bertenaga listrik, bukan lagi pakai solar. Itu jauh lebih ekonomis,” ujar Ahmad Basuki, yang akrab disapa Abas.

Selain itu, Abas juga menyoroti persoalan data penerima manfaat bantuan pangan berupa beras, yang dinilai belum tepat sasaran. Menurutnya, selama ini bantuan tersebut hanya diberikan kepada warga yang telah terdaftar sebagai penerima PKH dan BPNT, sementara masyarakat miskin lainnya tidak masuk dalam daftar penerima manfaat.

Baca Juga :  Mingrum Gumay Sampaikan IPWK di Kalangan Pelajar SMA 1 Punggur Lampung Tengah

“Informasi dari Pak Kadus, data baru sudah diusulkan, tapi yang turun justru masih data lama. Ini harus menjadi perhatian,” kata politisi dari Fraksi PKB tersebut.

Baca Juga :  Lampung Lakukan Survei Seismik 688 Km, DPRD Optimis Tambah PAD dari Migas

Abas menekankan pentingnya pembaruan data penerima bantuan sosial secara berkala, agar bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Data penerima bansos harus terus diperbarui. Mereka yang sudah mampu bisa dialihkan ke warga yang belum mampu, karena tingkat kesejahteraan itu dinamis. Yang miskin bisa menjadi mampu, dan yang tadinya mampu bisa jadi rentan secara ekonomi,” Pungkasnya. (Amd)

Berita Terkait

Kostiana: HUT ke-51 IWAPI Lampung Momentum Perkuat Transformasi Digital UMKM
Kasus Ban Kempis Mahasiswi UBL, Andy Roby Irit Bicara Usai Diperiksa BK
BK DPRD Lampung Panggil Andy Roby Terkait Dugaan Pengempisan Ban Mobil Mahasiswa UBL
100 Ribu Peserta BPJS PBI di Lampung Dinonaktifkan, DPRD Ungkap Penyebab dan Solusinya
HPN 2026, Kostiana Ajak Pers Adaptif Hadapi Era Digital
Tak Hanya Turun Lapangan, Desca Siap Cetak Goal ke Gawang IJP FC
Krisis Etika, BEM UBL Desak BK dan Fraksi Tegas soal Andy Roby
Ketua DPRD Lampung Dukung Launching IJP FC, Dorong Budaya Hidup Sehat

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:38 WIB

Kostiana: HUT ke-51 IWAPI Lampung Momentum Perkuat Transformasi Digital UMKM

Senin, 9 Februari 2026 - 23:18 WIB

Kasus Ban Kempis Mahasiswi UBL, Andy Roby Irit Bicara Usai Diperiksa BK

Senin, 9 Februari 2026 - 22:25 WIB

BK DPRD Lampung Panggil Andy Roby Terkait Dugaan Pengempisan Ban Mobil Mahasiswa UBL

Senin, 9 Februari 2026 - 16:32 WIB

100 Ribu Peserta BPJS PBI di Lampung Dinonaktifkan, DPRD Ungkap Penyebab dan Solusinya

Senin, 9 Februari 2026 - 16:28 WIB

HPN 2026, Kostiana Ajak Pers Adaptif Hadapi Era Digital

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Senin, 23 Feb 2026 - 16:57 WIB