Awas, Masuk Rumah dan Pekarangan Tanpa Izin Pidana Satu Tahun!

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id)-Memasuki rumah orang lain tanpa izin merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat berdampak serius, baik secara hukum maupun sosial. Tindakan ini tidak hanya menginvasi privasi pemilik rumah, tetapi juga dapat memicu konflik dan bahkan tindakan hukum.

Berdasarkan pasal 167 KUHP lama, memasuki rumah tanpa izin bisa dipidana dengan ancaman pidana paling lama 9 bulan atau pasal 257 KUHP Baru (UU No.1 Tahun 2023) yang mulai berlaku pada Januari 2026 nanti, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda 10 juta rupiah, terutama jika dilakukan secara melawan hukum atau tidak segera pergi setelah diminta keluar.

Sanksi akan meningkat jika disertai kekerasan, perusakan, atau dilakukan bersama-sama.

Pakar hukum dari Universitas Airlangga, Surabaya, Suparto Wijoyo, mengatakan pemberlakuan atau penerapan pasal 167 KUHP lama atau Pasal 257 KUHP Baru tersebut memang diperlukan untuk melindungi aset dan keselamatan pemilik rumah atau lahan.

Baca Juga :  Motor Curian Ditemukan, Korban Apresiasi Polres Mesuji

Hampir semua negara memiliki hukum pidana untuk masuk lahan atau banginan tanpa izin, yang sering disebut sebagai pelanggaran pro­perti atau penerobosan, seperti di Indonesia melalui KUHP Pasal 167, yang melindungi hak kepemilikan pribadi dan negara.

Sanksinya bisa berupa denda hingga hukuman penjara, tergantung yurisdiksi dan berat pelanggaran. Tapi ini berlaku jika masuk secara paksa, arti­nya jika seseorang hanya kesasar (tersesat) lalu masuk ke lahan terbuka orang lain yang tidak ada pagar dan tulisan dilarang masuk, tidak akan serta merta dijatuhi pidana,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (14/12).

Baca Juga :  Pencuri Ponsel Diringkus Aparat Polsek Pasir Sakti

Itu untuk menjaga tertib sosial dan menghargai hak hak hidup bersama.

Sistem Pemidanaan

Sementara itu, ahli hukum dari Kantor Hukum Mahatma & Friends, Budi Danarto, menjelaskan bahwa perbedaan antara Pasal 167 KUHP lama dan Pasal 257 KUHP baru terkait masuk ke rumah atau pekarangan orang lain tidak terletak pada substansi larang­annya, melainkan pada penyesuaian sistem pemidanaan.

Ia menegaskan bahwa kedua pasal tersebut sama-sama mensyaratkan adanya unsur melawan hukum atau penolakan untuk pergi setelah diminta oleh pemilik yang berhak.

Menurut Budi Danarto, Pa­sal 167 KUHP lama yang saat ini masih berlaku mengatur ancaman pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Sedangkan Pasal 257 KUHP baru dalam UU Nomor 1 Tahun 2023—yang mulai berlaku pada 2026—meningkatkan ancaman maksimal menjadi satu tahun penjara atau denda kategori II.

Baca Juga :  Awasi Lelang Pembangunan Rumah Susun Unila Rp14 M

“Perubahan ini tidak dimaksudkan untuk memperluas kriminalisasi, melainkan menyesuaikan sistem hukum pidana agar lebih relevan dan proporsional,” ujarnya.

Ia menambahkan, masuk ke pekarangan atau rumah orang lain tidak serta-merta menjadi tindak pidana apabila tidak disertai unsur melawan hukum.

“Tanpa adanya penolakan untuk pergi setelah di­minta atau tanpa adanya unsur kekerasan dan perusakan, perbuatan tersebut tidak otomatis dapat dipidana,” kata Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa baik KUHP lama maupun KUHP baru tetap memberikan pemberatan pi­dana apabila perbuatan tersebut dilakukan dengan kekerasan, di­sertai perusakan, dilakukan secara bersama-sama, atau terjadi pada malam hari. (Amd)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Hercules Serahkan Rp800 Juta ke KPK Terkait Suap BPN
Kejahatan Lingkungan Tanpa Sanksi, Ancam Ruang Hidup Masyarakat Pesisir Sumatera
Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain
Ditreskrimsus Polda Lampung Tegas Tangani Dugaan Tipikor Rugikan Negara Rp14,16 Miliar
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
Komunitas Petani Sawit dan Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pengeroyokan dan Perusakan ke Polda Lampung
14 Tahun Mengabdi, D19DAYA Bersama KPK RI dan IPDN Perkuat Integritas Budaya Kerja ASN
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Kuasa Hukum Hercules Serahkan Rp800 Juta ke KPK Terkait Suap BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Kejahatan Lingkungan Tanpa Sanksi, Ancam Ruang Hidup Masyarakat Pesisir Sumatera

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain

Senin, 21 September 2026 - 15:26 WIB

Ditreskrimsus Polda Lampung Tegas Tangani Dugaan Tipikor Rugikan Negara Rp14,16 Miliar

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Berita Terbaru

Bisnis

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:52 WIB

Bisnis

PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:12 WIB