Indeks Kematangan SPBE Lampung Katagori Baik

Kamis, 27 Januari 2022 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Bandar Lampung (dinamik.id) — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung Ganjar Jationo mengungkapkan indeks kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Provinsi Lampung meraih skor 2,76. Angka ini masuk dalam katagori baik.

Demikian diungkapkannya pada talk show bertema “Bincang PWI” yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Warta Coffee & Roastery, Balai Wartawan Solfian Ahmad, Rabu (26/1/2022).

Ganjar menegaskan komitmennya untuk terus melakukan peningkatan agar mendapatkan skor terbaik 5. Dimana ekosistem pemerintah yang berbasis digital sudah berjalan dengan baik dan maksimal di semua sektor ke depan.

Baca Juga :  Bupati Dendi Hadiri Silatda I DPD KNPI Pesawaran

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Lampung harus sudah melakukan Layanan Pemerintah Berbasis Elektronik.

Ganjar Jationo yang juga mantan Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung itu juga menjelaskan tantangan kerja dibidang Informatika. Menurutnya, saat ini zaman sudah berubah menjadi era digital. Dimana pemerintah pusat sudah mengharuskan untuk melakukan digitalisasi layanan pemerintah.

“Indikator yang kita raih berdasarkan dari Kemenpan-RB itu harus melakukan pengukuran terhadap semua daerah atau semua instansi pemerintah yang disebut indeks kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pengukuran tersebut juga berdasarkan kluster dan indikator,” paparnya.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Ajak IWO Lampung Turut Aktif Menyampaikan Hasil Pembangunan

Pada kesempatan itu, Ganjar Jationo juga menjelaskan empat tugas yang harus dilakukan oleh Diskominfotik.

“Secara kewenangan kami menampung empat urusan di pemerintahan yakni terkait komunikasi, informasi, persandian, serta tentang statistik,” jelasnya.

Terkait hal Informasi, sambung Ganjar, cakupannya adalah layanan informasi dan komunikasi publik, informatika lebih mengenai aplikasi telematika yang mengarah kepada program pemerintahan berbasis elektronik.

Baca Juga :  Gubernur Bersama Forkopimda Lakukan Pemantauan dan Peninjauan Jelang Pergantian Tahun

Kemudian tentang persandian itu mengarah kepada pengaman Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).

Terakhir adalah statistik yakni tentang statistik sektoral yang mana dalam hal itu datanya diproduksi oleh masing-masing sektor yang ada di perangkat daerah. Dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi produsen data tersebut.

“Untuk di Lampung saat ini ada 53 Satuan Kerja (Satker), untuk kepala OPD ada 33-34,” ujarnya. (Bay)

Berita Terkait

M. Syukron Muchtar Luncurkan MSM Academy, Dorong Anak Muda Berani Maju dan Bertumbuh
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 Sekolah Raih Adiwiyata 2026-2030
Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD Lampung, Minta Tantangan Fiskal Tak Dibebankan ke Rakyat
Erupsi GAK, Mikdar Ilyas : Postur Anggaran Penanggulangan Bencana Lampung Perlu Dievaluasi
Gubernur Lapung Intruksikan KBM Daring Hingga 10 September Akibat Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Posisi Sasa Chalim dan Najiuloh, untuk Optimalisasi AKD
Hanya 8 dari 25 Anggota Hadir Paripurna, P3MN Soroti DPRD Pesisir Barat
DPRD Lampung Desak Sekolah Diliburkan Sementara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:34 WIB

M. Syukron Muchtar Luncurkan MSM Academy, Dorong Anak Muda Berani Maju dan Bertumbuh

Sabtu, 12 September 2026 - 10:44 WIB

Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 Sekolah Raih Adiwiyata 2026-2030

Rabu, 9 September 2026 - 20:23 WIB

Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD Lampung, Minta Tantangan Fiskal Tak Dibebankan ke Rakyat

Rabu, 9 September 2026 - 20:20 WIB

Erupsi GAK, Mikdar Ilyas : Postur Anggaran Penanggulangan Bencana Lampung Perlu Dievaluasi

Selasa, 8 September 2026 - 21:36 WIB

Gubernur Lapung Intruksikan KBM Daring Hingga 10 September Akibat Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terbaru