Habis Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Terbitlah “Hasan Nasbi’ Komisaris Pertamina

Minggu, 21 September 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Lembaga Survei Cyrus Network Hasan Nasbi menjadi komisaris PT Pertamina Persero pada 11 September 2025.

Pendiri Lembaga Survei Cyrus Network Hasan Nasbi menjadi komisaris PT Pertamina Persero pada 11 September 2025.

Jakarta (dinamik.id) – Meski masuk dalam gerbong reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid III pada 17 September lalu, Hasan Nasbi tetap mendapat posisi strategis di pemerintahan.

Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi ditetapkan sebagai komisaris PT Pertamina Persero pada 11 September 2025.

“Iya, mengacu salinan keputusan para pemegang saham perusahaan,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, Sabtu (20/9/2025).

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam salinan keputusan para pemegang saham perusahaan, kata Fadjar, Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Lakukan Rolling 58 Pejabat Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional

Sebelumnya, Hasan Nasbi menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO).

Jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan secara resmi berakhir pada Rabu (17/9), sejak Presiden Prabowo Subianto melantik Angga Raka Prabowo.

Kantor Komunikasi Kepresidenan pun berubah nama menjadi Badan Komunikasi Pemerintah. Hasan Nasbi merupakan pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei Cyrus Network.

Baca Juga :  Anggota PWI dan IKWI se Lampung Meriahkan Senam Bersama Kick Off HPN Daerah di Lampura

Karir Hasan Nasbi yang merupakan lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) ini cukup moncer. Ia pernah menjadi wartawan pada 2005-2006. Aktivis ini kemudian menjajaki profesi baru dengan menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia sejak 2006 hingga 2008.

Hebatnya, pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Hasan menjadi konsultan politik untuk Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hasan Nasbi merupakan pendiri lembaga survei bernama Cyrus Network.

Hasan juga menjadi salah satu inisiator organisasi Teman Ahok. Organisasi tersebut mendorong Ahok maju sebagai calon independen di Pilkada DKI tahun 2017 sebelum akhirnya dipinang oleh PDIP Perjuangan. Puncaknya pada Pilpres 2024, Hasan Nasbi masuk dalam jajaran juru bicara TKN Prabowo-Gibran.

Baca Juga :  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Pria kelahiran Bukittingi, Sumatera Barat (Sumbar), 1979 tersebut pernah menjadi anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. (RED)

Berita Terkait

Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII
Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK
Habiburokhman Apresiasi Tindakan Tegas Polri ke AKBP Didik
Komisi VIII Pertanyakan Anggaran dan Lambannya Pembuatan Sertifikasi Halal
Ketua PWI Lampung Siap Hadiri Launching IJP FC, Dukung Wartawan Aktif Berolahraga
HPN 2026, Presiden Tekankan Peran Strategis Pers
Gubernur Banten Ungkap HPN 2026 Berdampak Positif untuk Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:57 WIB

Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:02 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:50 WIB

Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK

Senin, 16 Februari 2026 - 18:03 WIB

Habiburokhman Apresiasi Tindakan Tegas Polri ke AKBP Didik

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:12 WIB

Komisi VIII Pertanyakan Anggaran dan Lambannya Pembuatan Sertifikasi Halal

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Senin, 23 Feb 2026 - 16:57 WIB