Bandar Lampung-Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah mendesak evaluasi seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) imbas ratusan murid diduga keracunan Makan Begizi Gratis (MBG).
Terdapat tiga sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala serupa. Yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung. “Kami meminta evaluasi menyeluruh terhadap SPPG di Kota Bandar Lampung,” tegasnya, Selasa (17/2).
Terutama, lanjut dia, terkait dengan standar sanitasi, kualitas bahan baku makanan, dan rantai distribusi yang harus dijaga dengan ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asroni mengungkapkan berdasar informasi yang didapat, yang diduga mengalami keracunan tidak hanya murid. Melainkan juga guru dan wali murid/orang tua.
Oleh sebab itu, ia juga mendesak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga terkontaminasi. Tujuannya untuk menemukan penyebab pasti keracunan.
Bahkan dia minta MBG dihentikan sementara sampai ada klarifikasi teknis tentang penyebab indsiden tersebut.
Lebih lanjut, politisi Gerindra itu meminta Pemkot Bandar Lampung meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait, guna memperketat pengawasan terhadap kualitas dan keamanan gizi yang diberikan kepada siswa di sekolah.
“Program yang bertujuan baik ini tidak boleh tercoreng oleh kelalaian. Jika ada kesalahan, harus segera diperbaiki. Jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas!,” jelas Asroni Paslah.
Pihaknya juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada orang tua siswa. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan lebih lanjut.
DPRD Kota Bandar Lampung juga siap memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah dan instansi teknis untuk memastikan bahwa keamanan pangan di sekolah dapat terjaga dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyedia jasa makanan terkait.
Investigasi ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dari keracunan massal tersebut, sementara para korban terus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis setempat.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait, agar lebih berhati-hati dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak. Terlebih dalam program yang bertujuan untuk mendukung gizi dan kesehatan siswa. (BOY)

Penulis : Boy
Editor : Eka Setiawan











