DPRD Kota Bandar Lampung Pastikan Hunian ASN Tertunda, Komisi III Sarankan Skema Non-APBD

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung, (Dinamik.id) ,-Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyoroti tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bandar Lampung sepanjang 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, jumlah kasus HIV/AIDS di Bandar Lampung mencapai 119 kasus, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung.

Ia menilai kondisi ini sebagai alarm serius bagi sistem kesehatan daerah. Menurut Asroni, tingginya kasus HIV tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah daerah diminta mengambil langkah nyata dan terukur, mulai dari penguatan pencegahan, perluasan akses tes dan deteksi dini, jaminan kesinambungan terapi antiretroviral, hingga edukasi publik yang berkelanjutan.

Baca Juga :  H. Sidik Efendi Sosialisasikan Pemanfaatan Gadget Secara Bijak di Era Digital

Ia menegaskan penanganan HIV/AIDS tidak boleh hanya bersifat rutin atau seremonial. Komisi IV DPRD, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan agar program penanggulangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Penanganan HIV/AIDS tidak boleh hanya bersifat rutin atau sekadar menggugurkan kewajiban program. Ini soal nyawa dan masa depan generasi kita. Pemerintah harus mengambil langkah nyata, terukur, dan memiliki dampak langsung,” tegas Asroni saat memberikan keterangan pada Minggu (27/2/2026).

Baca Juga :  Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi

Asroni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta pendekatan humanis tanpa stigma terhadap ODHA. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan literasi dan kepedulian, karena kelalaian hari ini berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih berat di masa depan. (*)

Berikut adalah daftar lengkap sebaran kasus berdasarkan jumlah temuan:

Peringkat Kabupaten / Kota Jumlah Kasus (2025)
1 Kota Bandar Lampung 119 Kasus
2 Kabupaten Way Kanan 101 Kasus
3 Kabupaten Pringsewu 100 Kasus
4 Kabupaten Tulang Bawang 93 Kasus
5 Kota Metro 92 Kasus
6 Kabupaten Tanggamus 83 Kasus
7 Kabupaten Lampung Selatan 82 Kasus
8 Kabupaten Lampung Tengah 81 Kasus
9 Kabupaten Lampung Timur 77 Kasus
10 Kabupaten Tulang Bawang Barat 74 Kasus
11 Kabupaten Pesawaran 71 Kasus
12 Kabupaten Lampung Barat 70 Kasus
13 Kabupaten Mesuji 69 Kasus
14 Kabupaten Pesisir Barat 68 Kasus
15 Kabupaten Lampung Utara 65 Kasus

Berita Terkait

DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot
Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi
48 RT di Pesawahan Diduga “Jabatan Hantu”, DPRD Desak Pemilihan Ulang Sebelum Ramadhan
Romi Husin Tegaskan Tutup Total Hiburan Malam Saat Ramadhan, Tanpa Toleransi
DPRD Prihatin, Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Menunggu Haknya
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Tegaskan THR Wajib Dibayar Tepat Waktu, Siap Awasi Perusahaan dan Pemkot
Anggota DPRD Kota Sri Ningsih: Hormati Sesama, Wujud Nyata Pengamalan Nilai Pancasila
DPRD Soroti Reklame Karatan di Tugu Adipura, Romi Husin Desak Audit dan Penertiban Tegas

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:40 WIB

DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28 WIB

Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:19 WIB

48 RT di Pesawahan Diduga “Jabatan Hantu”, DPRD Desak Pemilihan Ulang Sebelum Ramadhan

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:03 WIB

Romi Husin Tegaskan Tutup Total Hiburan Malam Saat Ramadhan, Tanpa Toleransi

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:29 WIB

DPRD Prihatin, Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Menunggu Haknya

Berita Terbaru