RDP Komisi III Memanas, Sindiran “Sandal dan Sepatu” Dishub Sentil Soal Kebocoran PAD Parkir

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung, (Dinamik.id) – Ketegangan di ruang rapat Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung pecah oleh sebuah analogi alas kaki. Di tengah evaluasi serapan anggaran yang dianggap belum menyentuh substansi inovasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, melontarkan sindiran yang mengundang tanya. “Kamu pakai sandal dulu, saya pakai sepatu,” cetus Socrat di hadapan para legislator dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis, (12/2/2026).

Alih-alih hening, suasana rapat justru mendadak cair sekaligus bikin politis saat Rama Apriditya, anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Golkar, menyambar ucapan Socrat dengan seloroh yang menohok.

“Ya, makanya dipijit-pijitlah. Namanya ibu sama anak, pastilah diturutin,” balas Rama, disambut tawa tipis peserta rapat.

Metafora “Ibu dan Anak” yang memerankan Rama seolah menguliti realitas politik di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dishub, sebagai “anak”, dianggap perlu lebih pandai mengambil hati sang “Ibu” yaitu Wali Kota agar restu anggaran untuk inovasi, seperti digitalisasi parkir yang selama ini terganjal di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), bisa segera cair.

Berdasarkan data yang dipaparkan Ketua Komisi III, Agus Djumadi, Dishub sebenarnya mencatatkan kinerja keuangan yang cukup apik pada APBD 2025. Dari pagu Rp28 miliar, realisasi fisik mencapai 89 persen atau sekitar Rp25 miliar.

Namun, angka-angka itu menyembunyikan luka lama yaitu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Retribusi parkir hanya menyentuh angka 30 persen dari target. Penyebabnya klasik, yakni ketergantungan pada sistem manual yang rentan “rembes” akibat kebijakan yang belum terdigitalisasi.

Baca Juga :  Yuni Karnelis Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga

“Ada yang tidak terealisasi, terkait optimalisasi perparkiran sistem pelayanan perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik,” ujar Agus Djumadi.

Ironisnya, meski kajian sudah ada, TAPD belum juga memberikan lampu hijau anggaran untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Seluruh Fraksi DPRD Bandar Lampung Satu Suara ‘Caplok’ Jati Agung

Antara Sepatu Boots dan Sandal Jepit
Dikonfirmasi usai rapat, Socrat Pringgodanu mencoba meredam makna politis dari ucapannya. Ia berdalih bahwa “sandal” dan “sepatu” adalah soal kesiapan mental pegawai Dishub bekerja dalam keterbatasan alat dan biaya.

Baca Juga :  Sulistiani Dorong Ketahanan Keluarga Berbasis Nilai Pancasila

“Maksudnya kita bekerja bersama-sama. Tidak ada alasan pegawai tidak bekerja. Ada tidak ada anggaran, wajib bekerja. Ibaratnya kalau menangani banjir bagusnya pakai boots, tapi kalau tidak ada, pakai sandal jepit juga bisa,” kata Socrat diplomatis.

Namun, di mata legislatif, bekerja dengan “sandal jepit” di tengah tuntutan modernisasi transportasi adalah sebuah anomali. Komisi III mendesak agar Dishub tidak berhenti melakukan pelanggaran, termasuk peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk menutup lubang kebocoran PAD.

Kini, masyarakat menantikan apakah “pijatan” birokrasi Socrat kepada sang Wali Kota cukup ampuh untuk mengganti “sandal jepit” Dishub menjadi “sepatu boots” yang tangguh untuk mengejar kebocoran retribusi di sepanjang jalan protokol Bandar Lampung.(pin).

Berita Terkait

DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot
Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi
48 RT di Pesawahan Diduga “Jabatan Hantu”, DPRD Desak Pemilihan Ulang Sebelum Ramadhan
Romi Husin Tegaskan Tutup Total Hiburan Malam Saat Ramadhan, Tanpa Toleransi
DPRD Prihatin, Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Menunggu Haknya
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Tegaskan THR Wajib Dibayar Tepat Waktu, Siap Awasi Perusahaan dan Pemkot
Anggota DPRD Kota Sri Ningsih: Hormati Sesama, Wujud Nyata Pengamalan Nilai Pancasila
DPRD Soroti Reklame Karatan di Tugu Adipura, Romi Husin Desak Audit dan Penertiban Tegas

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:40 WIB

DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28 WIB

Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:19 WIB

48 RT di Pesawahan Diduga “Jabatan Hantu”, DPRD Desak Pemilihan Ulang Sebelum Ramadhan

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:29 WIB

DPRD Prihatin, Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Menunggu Haknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:55 WIB

Komisi IV DPRD Bandar Lampung Tegaskan THR Wajib Dibayar Tepat Waktu, Siap Awasi Perusahaan dan Pemkot

Berita Terbaru

DPRD Bandar Lampung

Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi

Rabu, 4 Mar 2026 - 12:28 WIB