BANDAR LAMPUNG, (Dinamik.id) — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, kembali turun ke akar rumput guna memperkuat fondasi kebangsaan sekaligus memanaskan mesin partai.
Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Nakip, Tanjungkarang Timur, Sabtu (07/02/2026), politisi PDI Perjuangan ini membawa pesan kuat: Pancasila adalah nafas perjuangan politik.
Di hadapan ratusan peserta yang didominasi oleh pengurus PAC, simpatisan, hingga pemilih pemula dari kalangan Generasi Z, Dedi Yuginta menegaskan bahwa berpolitik bukan sekadar soal suara, melainkan implementasi nyata dari sila keempat Pancasila.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Musyawarah mufakat dan gotong royong bukan cuma teori di buku sekolah. Ini adalah jati diri kita. Di PDI Perjuangan, kita bergerak berdasarkan konsep keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar Dedi Yuginta Sabtu (07/02/2026).
Sentuhan untuk Gen Z dan Pemilih Pemula
Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Nakip, Tanjungkarang Timur, Sabtu (07022026), politisi PDI Perjuangan ini membawa pesan kuat Pancasila adalah nafas perjuangan politik.
Kegiatan ini terasa berbeda karena kehadiran narasumber dari jajaran DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung, seperti Suhaili dan tim ahli lainnya, yang mampu mengemas materi ideologi menjadi lebih relevan bagi anak muda.
Dedi menjelaskan bahwa kelima sila Pancasila—mulai dari Ketuhanan hingga Keadilan Sosial—adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bagi para first-time voters, ia menekankan bahwa konsep “Persatuan” adalah kunci agar masyarakat tidak terpecah belah meski memiliki latar belakang berbeda.
Gotong Royong Menuju Kemenangan
Lebih lanjut, Dedi Yuginta mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk menjadikan semangat gotong royong sebagai strategi utama memenangkan PDI Perjuangan di Bandar Lampung. Menurutnya, jika nilai-nilai Pancasila sudah mendarah daging di setiap kader, maka kepercayaan masyarakat akan mengalir dengan sendirinya.
“Keadilan sosial berarti setiap warga negara berhak atas kehidupan layak. Itulah yang kita perjuangkan di legislatif dan harus kita menangkan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama dari para kader dan kaum milenial/Gen Z untuk terus mengawal nilai kebangsaan sekaligus memperkuat posisi partai di wilayah Tanjungkarang Timur dan sebaliknya di seluruh penjuru Kota Tapis Berseri. (*)












