Sejarah Festival Ogoh-Ogoh Lampung: Peran I Made Suarjaya Mengangkat Tradisi ke Panggung Budaya

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah, (Dinamik.id) — Festival Ogoh-Ogoh yang kini menjadi tradisi tahunan menjelang Hari Raya Nyepi di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, ternyata memiliki sejarah panjang yang penuh perjuangan. Di balik kemeriahan festival yang setiap tahun menyedot perhatian masyarakat, terdapat sosok yang sejak awal konsisten memperjuangkannya, yakni I Made Suarjaya.

Festival Ogoh-Ogoh di Seputih Raman pertama kali digelar pada tahun 1999.
Kegiatan ini diprakarsai oleh sejumlah aktivis Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Pengurus Daerah Lampung, di antaranya I Made Suarjaya, Ketut Sugina, Wayan Eko, Wayan Aryudi, serta beberapa tokoh muda Hindu lainnya.

Namun pada awal kemunculannya, gagasan untuk menjadikan Ogoh-Ogoh sebagai sebuah festival tidak langsung diterima masyarakat. Sebagian pihak menilai Ogoh-Ogoh merupakan simbol sakral dalam tradisi Hindu yang tidak pantas diperlombakan atau difestival-kan.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah berbagai penolakan tersebut, I Made Suarjaya bersama rekan-rekannya tetap memperjuangkan gagasan tersebut. Mereka meyakini bahwa selain memiliki nilai religius, Ogoh-Ogoh juga merupakan karya seni yang dapat menjadi media ekspresi kreativitas generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga :  Arinal Djunaidi Komitmen Stabilkan Harga Singkong dan Karet

Melalui berbagai dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pendekatan kepada pemerintah daerah, gagasan tersebut akhirnya mendapat ruang untuk diwujudkan.

Festival Ogoh-Ogoh pertama di Seputih Raman pada tahun 1999 digelar dengan memperebutkan Piala Bimas Hindu Provinsi Lampung. Saat itu, Bimas Hindu Provinsi Lampung dipimpin oleh Kepala Bidang Bimas Hindu, Made Suma.

Pembukaan festival dilakukan oleh Camat Seputih Raman saat itu, Loekman Hakim. Sementara pengamanan kegiatan turut didukung oleh Kapolsek Seputih Raman saat itu, Ipda Faisol bersama jajaran TNI dari Koramil setempat.

Festival perdana tersebut diikuti oleh delapan peserta Ogoh-Ogoh yang berasal dari berbagai banjar dan kelompok masyarakat, yaitu Rama Dewa (RD) 1, Rama Dewa (RD) 2, Rama Dewa (RD) 4, Rama Gunawan (RG) dengan dua Ogoh-Ogoh, Rama Murti (RM) 1, serta Rukti Harjo (RH) 7 dan RH 4.

Dalam festival pertama tersebut, Rukti Harjo 7 berhasil keluar sebagai juara.
Seiring berjalannya waktu, Festival Ogoh-Ogoh Seputih Raman berkembang pesat dan menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap menjelang Hari Raya Nyepi. Tidak hanya umat Hindu, masyarakat umum bahkan dari luar daerah turut memadati lokasi festival untuk menyaksikan parade patung raksasa yang sarat makna filosofis tersebut.

Baca Juga :  Presiden Jokowi pantau vaksinasi yang diselenggarakan Polda Bersama GAMKI, PGI, GMKI dan HKBP Distrik Lampung

Perkembangan festival ini tidak terlepas dari peran dan konsistensi I Made Suarjaya yang terus mendorong pelestarian tradisi tersebut. Bahkan ketika menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung, ia kembali menginisiasi penyelenggaraan Parade Ogoh-Ogoh tingkat Provinsi Lampung pertama kali pada tahun 2008 yang digelar di Lapangan Merah, Bandar Lampung.

Parade Ogoh-Ogoh tingkat provinsi tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya tradisi Ogoh-Ogoh diangkat menjadi agenda budaya yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Lampung.

Sejumlah tokoh penting daerah juga pernah hadir dalam festival tersebut, di antaranya Gubernur Lampung saat itu M. Ridho Ficardo serta tokoh adat Lampung, Edward Syah Pernong.

Di tingkat Kabupaten Lampung Tengah, festival ini bahkan pernah mencapai puncak partisipasi pada tahun 2015 dengan jumlah peserta mencapai 34 Ogoh-Ogoh. Pada masa itu kegiatan ini telah masuk dalam agenda budaya daerah dan didukung melalui anggaran APBD Kabupaten Lampung Tengah dengan kepanitiaan yang dikoordinasikan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lampung Tengah.

Baca Juga :  Laporan Masuk: Damkar Lamsel Langsung Turun Buru Hantu

Namun setelah tahun 2015, kegiatan ini tidak lagi mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Akibatnya kepanitiaan tidak lagi dikelola oleh Parisada Kabupaten.
Meski demikian, semangat masyarakat untuk menjaga tradisi tidak pernah surut.

Penyelenggaraan festival kemudian dilanjutkan oleh generasi muda melalui Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma Indonesia (PERADAH) Lampung Tengah.
Hingga kini, festival yang dahulu sempat menuai penolakan tersebut tetap hidup dan terus dilaksanakan oleh masyarakat. Tahun ini, Festival Ogoh-Ogoh Kecamatan Seputih Raman kembali digelar pada Minggu, 8 Maret 2026.

Sejarah Festival Ogoh-Ogoh Seputih Raman menjadi bukti bahwa sebuah tradisi besar sering lahir dari keberanian melawan keraguan. Perjuangan para penggagas, terutama I Made Suarjaya, menjadi bagian penting dari perjalanan panjang festival ini hingga akhirnya dikenal luas sebagai salah satu perayaan budaya umat Hindu di Provinsi Lampung.(*).

Berita Terkait

Kanwil DJP Bengkulu-Lampung Gandeng Polda Lampung Perkuat Penegakan Hukum Perpajakan
Tinjau Lokasi Banjir di Lampung Selatan, Lesty Putri Utami Dorong Perbaikan Tanggul Way Galih
DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik
Ketua PWI Lampung Siap Hadiri Launching IJP FC, Dukung Wartawan Aktif Berolahraga
Dewan Pers Tegaskan Pendataan Perusahaan Pers Amanat UU
IKWI Lampung Juara I Lomba Masak HPN 2026
PERMAHI Lampung Desak Penegakkan Etik Atas Tindakan AR Terhadap Mahasiswi UBL
Dorong Akses Bantuan Hukum Rakyat Kecil, LBH Ansor Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:44 WIB

Sejarah Festival Ogoh-Ogoh Lampung: Peran I Made Suarjaya Mengangkat Tradisi ke Panggung Budaya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:51 WIB

Kanwil DJP Bengkulu-Lampung Gandeng Polda Lampung Perkuat Penegakan Hukum Perpajakan

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:13 WIB

DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:25 WIB

Ketua PWI Lampung Siap Hadiri Launching IJP FC, Dukung Wartawan Aktif Berolahraga

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:32 WIB

Dewan Pers Tegaskan Pendataan Perusahaan Pers Amanat UU

Berita Terbaru