PRINGSEWU (dinamik.id)–Sungguh miris, prilaku tak etis tertidur dan menonton Tiktok dipertontonkan dua oknum Anggota DPRD Pringsewu saat mengikuti sidang Paripurna, Jumat (14/8/2026).
Celakanya, prilaku tak etis itu terjadi disela pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 RI.
Anggota DPRD yang terlihat tidur adalah Rizal Agusty atau yang akrab disapa Agus Perkut dari Fraksi NasDem. Dari rekaman video awak media yang melihat tampak Anggota Komisi IV Rizal Agusty kelelahan hingga sempat menyandarkan badan dan kepala di atas meja dan memejamkan mata hingga pulas.

Sementara anggota DPRD yang terlihat asyik menonton Tiktok adalah Anggota Komisi III Najarudin dari Fraksi Gerindra. Saat diperbesar, rekaman video terlihat anak buah partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu diduga lebih senang menonton video kambing daripada mendengarkan pidato kenegaraan Presiden yang merupakan Ketua Umumnya sendiri.
Padahal, kegiatan tersebut merupakan agenda resmi yang menjadi tugas pokok dan fungsi utama anggota legislatif yang mewakili amanat rakyat.
Saat dikonfirmasi usai rapat paripurna, Rizal membantah dirinya tertidur. Ia mengatakan posisi tersebut terjadi karena dirinya sedang mendengarkan pesan suara atau voice note (VN) melalui telepon seluler.
“Saya tidak tidur, saya sedang mendengarkan VN,” ujar Rizal saat dikonfirmasi usai paripurna, Jumat (14/8/2026).
Meski demikian, dalam dokumentasi video, Rizal terlihat dengan posisi kepala dan badan bersandar di meja saat agenda pidato Presiden berlangsung.
Sementara hingga berita ini ditayangkan, wartawan media ini kehilangan jejak Anggota Komisi III Najarudin dan belum dapat dikonfirmasi.
Prilaku tak etis itu mendapat respon Bendahara DPD KNPI Pringsewu Darma Winada. Ia menegaskan prilaku tak etis itu amat menciderai rakyat. Padahal wakil rakyat hanya wajib hadir saat sidang paripurna dan rapat dengar pendapat atau rapat lainnya.
“Jelas tupoksinya legislasi, pengawasan, dan anggaran, kalau tidur dan nonton tiktok waktu sidang soal rakyat berarti mereka abai tugas. Mereka harus mendapatkan sanksi tegas,” ujar Darma.
Sebagai wakil rakyat, lanjutnya, anggota DPRD semestinya menunjukkan sikap serius dan menghormati jalannya agenda tersebut.
“Pemandangan ini pun memunculkan pertanyaan publik: jika dalam agenda mendengarkan pidato Presiden saja masih terlihat tidur dan sibuk dengan ponsel, bagaimana keseriusan mereka dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat? Partai harus evaluasi,” tegas aktivis pemuda itu.
Darma mendesak Badan Kehormatan dan Partai memberikan sanksi tegas terhadap keduanya.
Publik tentu berharap wakil rakyat dapat menjadi contoh kedisiplinan, terlebih saat menjalankan agenda resmi yang menggunakan fasilitas dan anggaran negara.(Rhn)

Penulis : Raihan
Editor : Eka Setiawan









