PRINGSEWU, (Dinamik.id) — Kondisi lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambarawa 3, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah aktivitas dan barang yang berada di dalam area dapur, Senin (28/9/2026).
SPPG Ambarawa 3 yang berada di Jalan Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa tersebut merupakan salah satu dapur yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pantauan di lokasi, area yang digunakan sebagai dapur SPPG tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk aktivitas pengolahan makanan.
Di dalam area tersebut terdapat sebuah rumah yang dihuni satu keluarga. Keberadaan aktivitas rumah tangga itu berada dalam lingkungan yang sama dengan area SPPG.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang yang disebut merupakan milik penghuni rumah, di antaranya gabah serta berbagai perkakas yang disimpan dalam area tersebut.
Kondisi bagian tertentu dari lingkungan dapur juga terlihat kurang tertata dan terkesan kumuh.
Saat memasuki area dapur, tercium pula bau yang cukup menyengat. Bau tersebut diduga berasal dari saluran air atau selokan yang berada di sekitar lokasi, yang disebut berkaitan dengan sisa aktivitas rumah makan di sebelah bangunan SPPG.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar kebersihan dan sanitasi pada lingkungan dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat program MBG.
Saat wartawan melakukan penelusuran di lokasi pada Senin (28/9/2026), Kepala SPPG Ambarawa 3 tidak berada di tempat.
Wartawan kemudian menemui petugas keamanan yang berjaga di lokasi, Umam.
Umam membenarkan bahwa terdapat aktivitas lain di dalam area bangunan selain kegiatan SPPG.
“Memang ada rumah di sini yang ditempati satu keluarga. Rumah tersebut milik salah satu mitra dapur,” ujar Umam saat ditemui di lokasi.
Menurut Umam, keberadaan rumah tersebut memang berada dalam area yang sama dengan lokasi SPPG.
“Kalau untuk aktivitas rumah tangga memang ada. Itu rumah milik salah satu mitra yang menggunakan atau menempati bagian dari lokasi ini,” katanya.
Umam juga membenarkan adanya sejumlah barang seperti gabah dan perkakas yang berada di area tersebut.
“Barang-barang itu memang ada di sini, termasuk gabah dan beberapa perkakas. Itu berkaitan dengan pemilik rumah tersebut,” ujarnya.
Terkait kondisi lingkungan dan bau yang tercium di sekitar dapur, Umam mengatakan sumber bau berasal dari saluran di sekitar lokasi.
“Kalau bau, memang terasa terutama di bagian tertentu. Ada saluran di sekitar sini yang berkaitan dengan sisa aktivitas rumah makan sebelah,” katanya.
Namun demikian, mengenai apakah kondisi tersebut telah sesuai dengan standar operasional dan persyaratan sanitasi SPPG, Umam mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih jauh.
“Untuk soal standar dapur dan apakah kondisi seperti ini diperbolehkan, itu kewenangan kepala SPPG. Saya hanya bertugas sebagai security,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Ambarawa 3 belum berhasil dikonfirmasi terkait keberadaan rumah pribadi, penyimpanan gabah dan perkakas, kondisi lingkungan dapur, serta sumber bau yang ditemukan di sekitar lokasi.
Standar Higiene Jadi Sorotan
Temuan tersebut menjadi perhatian karena BGN sendiri menetapkan standar keamanan pangan dan higiene sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan program MBG.
(Rhn)

Penulis : Raihan
Editor : Pina haidar









