Antisipasi TBC, Pemkab Pringsewu Bentuk Satgas 

Rabu, 21 September 2022 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU (dinamik.id) – Pemkab Pringsewu melalui Dinas Kesehatan kabupaten Pringsewu, membentuk satuan tugas (TBC) dalam penangan penyakit yang menular tersebut. Kegiatan yang berlangsung di aula balai pertemuan Hotel Regency Gadingrejo Selasa (21/9/2022), dibuka oleh Purhadi Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Pemkab Pringsewu.

Menurutnya, pembentukan Satgas ini sebagaimana menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan penyakit Tuberkulosis. Dimana, satgas ini berperan aktif dalam mengantisipasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut.

Baca Juga :  Wakili Gubernur, Karo Kesra Buka Seleksi Kompetensi Pemilihan Calon Pimpinan Baznas Lampung

“Satgas ini sistem kerjanya tak sendiri, melainkan berkolaborasi dengan Perangkat Daerah (PD) lainnya dan elemen masyarakat laiinya, dalam upaya penanggulangan TBC selama triwulan sebelumnya,” katanya.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai antisipasi lanjut Purhadi, untuk para Satgas yang telah terbentuk harus bekerja ekstra menemukan kasus dan mengobati pasiennya sampai dengan sembuh. Dan kita iuga harus optimistis bisa mencapai target tersebut, karena sudah terbentuknya satgas TBC maka akan ada sedikit penurunan incidence rate dalam kasus tersebut.

“Dengan begitu tidak ada kasus TBC yang neglected (ditelantarkan) tidak tertangani oleh pihak medis dan tidak ada kasus TBC yang drop out, ” ujarnya.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Pemkot Bandar Lampung Salurkan Beras Bagi 24 Ribu KK Kurang Mampu

Sementara Kadis Kesehatan Pringsewu dr. Ulinnoha mengatakan, dalam rangka untuk mengatasi permasalahan Tuberkulosis dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pringsewu, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan. Percepatan Eliminasi TBC tahun 2030 perlu melibatkan multisector karena program tuberculosis, stunting dan pengentasan kemiskinan saling beririsan. Urgensi pembentukan forum multisector di daerah adalah sebagai wadah untuk tim percepatan penanggulangan TBC di Pringsewu dengan melibatkan Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan dan Multisektor lainnya.

Baca Juga :  Kerja Cepat, Walikota Eva Dwiana Pantau Vaksinasi Guru

“Perlu diketahui juga, diharapkan kepada masyarakat agar lebih waspada dan mengetahui gejala-gejala penyakit TBC. Dan apabila ketemu dengan pasien TBC segera melaporkan supaya pasien bisa langsung ditangani oleh tenaga medis, ” harapnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kadis Kesehatan Pringsewu dr. Ulinnoha, Purhadi Asisten I Biang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Para Camat, para kepala OPD yang mewakili dan para tamu undangan. (pon)

Berita Terkait

Ketua Kwartir Cabang Pramuka Pringsewu Buka Rakercab ke-XI Tahun 2026
Kapolres Tubaba Pimpin Sertijab Kasat Lantas, AKP Fony Salimubun Digantikan Iptu Ucida
Pemprov Lampung Dorong Peran Jasaboga Perkuat Gizi, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Jalan TPU Pandansari I Baru Dikerjakan Sudah Rusak, DPRD Akan Panggil PUPR
Pemprov Lampung Ajukan Perluasan Kawasan Kotabaru 4.000 Ha ke Kemenhut
Gerbong Mutasi Pemprov Bergerak Lagi, Ini Daftarnya
Ini Empat Pesan Sekdaprov Marindo Kurniawan pada 31 Pejabat Baru
Belum Seumur Jagung, Jalan Menuju TPU Pekon Pandansari Rusak Lagi

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:23 WIB

Ketua Kwartir Cabang Pramuka Pringsewu Buka Rakercab ke-XI Tahun 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:44 WIB

Kapolres Tubaba Pimpin Sertijab Kasat Lantas, AKP Fony Salimubun Digantikan Iptu Ucida

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:53 WIB

Pemprov Lampung Dorong Peran Jasaboga Perkuat Gizi, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:53 WIB

Jalan TPU Pandansari I Baru Dikerjakan Sudah Rusak, DPRD Akan Panggil PUPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:04 WIB

Pemprov Lampung Ajukan Perluasan Kawasan Kotabaru 4.000 Ha ke Kemenhut

Berita Terbaru