Mendag Sebut Hasilkan Produk Turunan Jaga Stabilitas Harga Cabai

Senin, 30 Oktober 2023 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (dinamik.id) – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan untuk menjaga stabilitas harga cabai di pasaran maka perlu dilakukan pembuatan beragam produk turunan dengan pemanfaatan teknologi.

“Masalah harga cabai yang naik turun ini memang menjadi perhatian juga, dan dalam kunjungan keluar negeri beberapa waktu lalu ada pemanfaatan teknologi untuk membuat produk turunan dari cabai dan tomat ini menjadi inspirasi juga,” ujar Zulkifli Hasan di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut penting dilakukan untuk mengolah hasil pertanian yang berlimpah saat panen, agar tidak terbuang percuma.

“Perlu sekali pemanfaatan teknologi agar bisa menjangkau pasar baru dan membuat produk turunan, dengan adanya penggunaan teknologi untuk mengolah produk turunan dari hasil panen petani bisa membantu menjaga stabilitas harga di pasaran juga,” katanya.

Baca Juga :  Polres Mesuji Gelar Apel Sarpras Jelang Pilkades Serentak 2023

Dia melanjutkan selain itu pemanfaatan kelebihan produksi hasil pertanian tersebut pun dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk membuat inovasi produk sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian.

“Untuk pengolah cabai ini memang kita belum punya alatnya, dan ini sedang dipikirkan caranya agar cabai ini bisa diawetkan jangan sampai saat panen harganya hanya Rp15 ribu per kilogram petani rugi, paling tidak harga normal bisa di Rp40 ribu per kilogram. Tetapi jangan juga kalau tidak panen naik menjadi Rp100 per kilogram ini terlalu tinggi,” tambahnya.

Baca Juga :  Usulan UMK Bandar Lampung Rp 3.103.631,36 Disetujui Gubernur Lampung

Menurut dia, diharapkan dalam waktu dekat dapat dilakukan pemanfaatan teknologi untuk membuat produk turunan dari kelebihan hasil panen milik petani.

“Inovasi pembuatan produk turunan dari hasil pertanian yang berlebih ini juga bisa meningkatkan pendapatan petani, bisa bekerjasama dengan UMKM juga. Lalu secara tidak langsung harga yang terbentuk di pasar jadi lebih stabil,” ujar dia lagi.

Diketahui berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Senin (30/10) di Provinsi Lampung berbagai jenis cabai mengalami kenaikan harga dimana harga cabai merah besar saat ini Rp60.400 per kilogram naik Rp4.250 per kilogram, cabai merah keriting Rp57.500 per kilogram atau mengalami kenaikan harga Rp10.850 per kilogram, cabai rawit hijau Rp57.150 per kilogram dimana mengalami kenaikan harga Rp6.900 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp68.750 per kilogram atau mengalami kenaikan Rp4.600 per kilogram.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Prioritaskan 14 Item Pembangunan Di Tahun 2023

Adanya kenaikan harga tersebut terjadi karena adanya faktor cuaca yang mengurangi produktivitas tanaman cabai, namun di sisi lain harga cabai akan mengalami penurunan signifikan bila memasuki musim panen. (Pin)

Berita Terkait

Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK
Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta Basarnas dan SAR Siaga Penuh Respon Erupsi GAK
BMKG Identifikasi Sebaran Abu Vulkanik GAK dari Banten, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu
Anggota Komisi V DPR Mukhlis Basri: Kolom Abu Terbawa Angin ke Wilayah Selatan dan Timur, Masyarakat Lampung Diminta Tenang dan Waspada
BPBD Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Tuntaskan Permasalahan Jalan, Pemkab Mesuji Kerahkan Alat Berat di RJU Mesuji
170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan
Sudah Di-hold, Pembangunan Masih Jalan; Wabup Pringsewu: Kalau Belum Berizin Berhenti

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:31 WIB

Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK

Minggu, 6 September 2026 - 12:14 WIB

Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta Basarnas dan SAR Siaga Penuh Respon Erupsi GAK

Minggu, 6 September 2026 - 12:01 WIB

BMKG Identifikasi Sebaran Abu Vulkanik GAK dari Banten, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Anggota Komisi V DPR Mukhlis Basri: Kolom Abu Terbawa Angin ke Wilayah Selatan dan Timur, Masyarakat Lampung Diminta Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 21:12 WIB

BPBD Bandar Lampung Imbau Warga Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru