Anggota Fraksi PKB Jauharoh Haddad Desak Polisi segera Ungkap Pembunuhan Aktivis Fatayat NU

Kamis, 1 Agustus 2024 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Penemuan mayat perempuan bernama Riyas Nuraini (33), warga Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, yang ditemukan di kebun jagung, masih belum menemukan titik terang.

Riyas, kader Fatayat NU Lampung, ditemukan tewas pada 18 Juli 2024 sekitar pukul 10.00 WIB dengan kondisi jasad terbungkus karung dan sepeda motornya di sampingnya.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Haddad, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus dugaan pembunuhan sadis ini.

“Saya meminta dan mendesak Kepolisian agar segera memproses dan menangkap pelaku serta menjatuhkan hukuman setimpal,” tegas Jauharoh pada Kamis, 1 Juli 2024.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Jl Sutami-Sribawono Terancam 20 Tahun Penjara

Politisi PKB tersebut menyatakan bahwa kasus ini telah menghebohkan warga Lampung dan menjadi perhatian nasional. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan mengenai pelaku.

“Kasus ini belum menunjukkan titik terang dan pelaku belum teridentifikasi,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya meminta mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku dapat diidentifikasi dan diproses hukum.

“Pihak kepolisian harus melakukan upaya maksimal agar kasus ini segera terungkap,” ujarnya.

Menurut Jauharoh, dengan adanya peristiwa ini menandai semakin banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di sekitar masyarakat.

Baca Juga :  Pj Bupati Firsada Apresiasi Seminar Ilmiah Kejari Tubaba

“Di negara kita, kekerasan masih sering terjadi dalam berbagai bentuk. Hal ini tidak bisa ditoleransi, dimaklumi, atau dibiarkan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kekerasan dapat menimbulkan dampak yang mungkin belum terlihat langsung.

“Kita tinggal di negara yang memiliki hukum. Konflik apapun seharusnya diselesaikan dengan musyawarah atau jalur hukum,” katanya

Jauharoh mengajak masyarakat untuk membangun budaya aktif tanpa kekerasan.

“Kebiasaan menyelesaikan konflik dengan kekerasan perlu ditinggalkan. Kita tidak bisa memaklumi peristiwa kekerasan sebagai hal yang biasa,” pungkasnya.

Baca Juga :  Polres Tubaba Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Seorang Bidan

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi dinamik.id, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik, pada Rabu, 24 Juli 2024, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan bukti-bukti terus dikumpulkan.

Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa 19 orang saksi terkait kasus tersebut. Saksi-saksi yang telah diperiksa termasuk keluarga korban, warga sekitar lokasi penemuan jasad, serta pemilik toko tempat korban biasa berbelanja untuk keperluan berjualan.

Meskipun demikian, polisi belum berhasil mengungkap pelaku di balik meninggalnya Riyas Nuraini. (Amd)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Siap Lawan Banding, JPU Ajukan Banding atas Vonis 8 Bulan Terdakwa Tegar Rismawan
Kapolres Mesuji: Tersangka Pembakaran Ponpes Sudah Diamankan, Mari Jaga Kamtibmas
Ini Tokoh Berjasa Dibalik Pengungkapan Kasus PT LEB
Dipicu Isu Pencabulan, Massa Bakar Ponpes Nurul Jadid Mesuji
KPK Dalami Aliran Dana Kasus DJKA ke Mantan Menhub Budi Karya Sumadi
PTPN I Regional 7 Apresiasi Polda Lampung dan Kodam XXI/RI Tindak Tambang Emas Ilegal
Bhabinkamtibmas Polsek Mesuji Berbagi Sembako ke Warga Binaan
PERMAHI Lampung Wacanakan Lagi Dukungan Polri di Bawah Kementerian

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:19 WIB

Kuasa Hukum Siap Lawan Banding, JPU Ajukan Banding atas Vonis 8 Bulan Terdakwa Tegar Rismawan

Senin, 11 Mei 2026 - 14:48 WIB

Kapolres Mesuji: Tersangka Pembakaran Ponpes Sudah Diamankan, Mari Jaga Kamtibmas

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:06 WIB

Ini Tokoh Berjasa Dibalik Pengungkapan Kasus PT LEB

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:15 WIB

Dipicu Isu Pencabulan, Massa Bakar Ponpes Nurul Jadid Mesuji

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:43 WIB

KPK Dalami Aliran Dana Kasus DJKA ke Mantan Menhub Budi Karya Sumadi

Berita Terbaru

Berita

BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:44 WIB

Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter, Sabtu.

Ekonomi dan Kreatif

Pemerintah Tegaskan Harga Eceran Minyakita Tetap Rp15.700/Liter

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:43 WIB