Harga Kopi Anjlok, Petani Lampung dan Sumsel Berharap Pemerintah Jaga Stabilitas

Jumat, 11 Juli 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waduh, Petani Kopi Lampung Barat Jual Kopi Hanya Rp30 Ribu/Kilogram

Bandar Lampung (dinamik.id) – Petani kopi di Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluhkan penurunan harga jual kopi di pasaran. Saat ini, harga beli di petani kopi amat fluktuatif berkisar Rp47 ribu-Rp50 ribu per kilogram. Bahkan di Lumbok Seminung, Lampung Barat, harga kopi turun drastis hanya Rp30 ribu per kilogram dari musim sebelumnya mencapai Rp70 ribu perkilogram.

Hal itu disampaikan Khairullah, petani kopi di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Jumat (11/7/2025). Menurutnya, harga kopi kering tertinggi dengan kualitas super hanya Rp51 ribu per kilogram. “Kalau masih sedikit basah hanya Rp50 ribu per kilogramnya bahkan bisa di bawahnya,” ungkap dia.

Ia berharap harga kopi dapat naik dan stabil seperti musim panen sebelumnya yang menjadi semangat baru para petani untuk mempertahankan komoditas perkebunan andalan Bumi Ruwa Jurai itu.

“Kami amat sangat bersyukur dengan harga kopi tahun lalu. Dari hasil panen kami dapat menabung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini harga masih rendah, maka kami belum mau jual. Semoga harga kopi bisa naik lagi dan stabil,” kata dia.

Demikian juga diungkapkan Neni Anggraini, petani asal Lumbok Seminung, Lampung Barat. Menurutnya, harga kopi di wilayahnya juga dikeluhkan petani setempat. Saat ini harga jual petani hanya berkisah Rp30 ribu per kilogram. “Baru kemarin di Lumbok Seminung jual kopi hanya Rp30 ribu per kilogram. Gak sesuai perawatan pupuk dan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Resmi Menyandang Gelar Doktor Honoris Causa

Terpisah, petani kopi Kecamatan Sungai Are, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Pratama Ramadhan juga mengeluhkan penurunan harga kopi dari semula Rp70 ribu/kilogram.

Pada musim tahun ini dari harga Rp60 ribu per kilogram pada bulan Mei lalu menurun menjadi Rp48 ribu per kilogram. “Untuk kopi super atau bagus jenis Arabika saat ini harga di pasaran berkisar Rp47 ribu-Rp48 ribu. Harga kopi ini naik turunnya bahkan tidak dalam hitungan minggu, setiap hari bisa berubah,” ungkap Pratama, petani muda lulusan UIN Raden Intan Lampung itu.

Baca Juga :  Tetap Kompak Jelang Musda, Elit Golkar Lampung Buka Puasa Bersama

Ia berharap pemerintah turut mengawasi harga beli kopi di petani agar tidak dipermainkan oleh tengkulak. “Sebab saat ini waktunya petani kopi di Sumatera bangkit dari keterpurukan yang pada tahun 2023 hanya berkisar Rp17 ribu-Rp18 ribu per kilogram. Dengan harga baik petani semangat menanam kopi, termasuk saya sebagai petani muda yang membudidayakan kopi sejak tahun 15 tahun lalu. (ANG)

Berita Terkait

Diserang OTK, Ketua PWI Way Kanan Laporkan Pelaku ke Polisi
KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Belum Tiga Bulan Sudah Tujuh Kali OTT
DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik
Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII
Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK
Habiburokhman Apresiasi Tindakan Tegas Polri ke AKBP Didik
Komisi VIII Pertanyakan Anggaran dan Lambannya Pembuatan Sertifikasi Halal

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:26 WIB

Diserang OTK, Ketua PWI Way Kanan Laporkan Pelaku ke Polisi

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:08 WIB

KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Belum Tiga Bulan Sudah Tujuh Kali OTT

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:13 WIB

DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:57 WIB

Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:02 WIB

PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII

Berita Terbaru