Kongres PMII ke-21, Perjuangan Ideal Atau Pertarungan Politik Pragmatis?

Jumat, 9 Agustus 2024 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – Resmi sudah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Kongres ke-21 di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Dalam aturan formalnya, kongres merupakan ajang untuk memilih Ketua tertinggi di organisasi sekaligus menjadi tempat untuk merumuskan strategi dan arah gerak PMII selama satu periode ke depan.

Namun, ada hal yang patut menjadi perhatian bersama. Kenyataan di lapangan sering kali tidak sejalan dengan aturan yang ada. Kongres PMII, yang idealnya menjadi ruang untuk diskusi strategis dan visioner, justru kerap kali menjadi ajang pertarungan politik internal yang didominasi oleh kepentingan-kepentingan pragmatis.

Alih-alih membahas strategi pengembangan kader yang efektif dan berkelanjutan, kongres lebih didominasi oleh pertarungan politik antar kandidat. Akibatnya, kepentingan pribadi dan kelompok mengalahkan kepentingan organisasi secara keseluruhan, seolah pertarungan politik mengaburkan visi misi organisasi.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita perlu merenungkan, apakah ini merupakan cerminan dari semangat yang diusung PMII sejak didirikan? Seharusnya bukan. PMII, sebagai organisasi yang lahir dari rahim perjuangan mahasiswa Islam, seharusnya menjadi pelopor dalam menciptakan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan komitmen tinggi terhadap kepentingan umat dan bangsa.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Ajak KNPI Sinergi Wujudkan Lampung Berjaya

Tidak dapat dipungkiri, sejak berdirinya pada tahun 1960 hingga saat ini, PMII belum menunjukkan lompatan besar dalam hal pengembangan organisasi dan kaderisasi. Meskipun PMII telah melahirkan banyak tokoh penting di berbagai bidang, jika dilihat dari perspektif kelembagaan, PMII tampak berjalan perlahan tanpa terobosan signifikan.

Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya ketimpangan dalam hal kaderisasi. Pulau Jawa, sebagai pusat pergerakan, dikenal dengan kaderisasinya yang masif dan sistematis, sementara wilayah-wilayah lain seolah terabaikan. Ketimpangan ini tentunya menjadi sebuah ironi, mengingat PMII adalah organisasi yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai keadilan dan pemerataan.

Kondisi ini juga menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang terpilih sebagai Ketua dalam Kongres ke-21 ini. Apakah ia akan terus membiarkan kondisi ini berlanjut, atau ia akan berani mengambil langkah untuk memperbaikinya?

Baca Juga :  Empat Ormawa Unila Raih Pendanaan PPK Ormawa 2023

Penulis paham, PMII memang memiliki forum Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas), yang seharusnya menjadi ajang utama untuk merumuskan arah dan strategi organisasi ke depan. Akan tetapi, penulis melihat proses Muspimnas tidak efektif dalam menciptakan kaderisasi yang menyesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing.

Ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari Pengurus Cabang maupun Pengurus Koordinator Cabang (PKC) mengenai kendala yang dihadapi di tingkat rayon dan komisariat, yang merupakan garda terdepan dalam proses kaderisasi. Oleh karena itu, penulis menilai, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua pada Kongres ke-21 ini, harus berani mengambil langkah inovatif untuk menghadirkan musyawarah kaderisasi yang lebih luas dan inklusif di tingkat nasional.

Dalam musyawarah tersebut, penting untuk melibatkan Pengurus Rayon dan Pengurus Komisariat, yang masih murni berfokus pada proses kaderisasi. Peran Pengurus Cabang dan PKC dalam hal ini seharusnya lebih sebagai pengawal proses, bukan sebagai penentu kebijakan yang terkadang jauh dari realitas di lapangan.

Musyawarah ini pun harus menjadi wadah bagi Rayon dan Komisariat untuk berbicara, menyampaikan kendala dan tantangan yang mereka hadapi, serta merumuskan strategi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal masing-masing daerah. Dengan demikian, kita dapat menciptakan penyeragaman kaderisasi yang lebih merata, tanpa mengabaikan keberagaman kondisi sosial dan budaya di berbagai daerah. Itu pula yang menjadi salah satu misi hadirnya PC PMII Bandarlampung di gelanggang Kongres.

Baca Juga :  PKL PMII Bandar Lampung Perkuat Akurasi Gerakan

Langkah tersebut tidak hanya penting untuk memastikan PMII dapat terus berkembang, tetapi juga untuk menjaga semangat dan nilai-nilai yang menjadi dasar pendirian organisasi. PMII harus kembali pada jati dirinya sebagai organisasi yang mengedepankan pendidikan dan pengkaderan, bukan sekadar arena politik yang penuh intrik dan kepentingan sesaat.

Akhirnya, harapan kita semua adalah agar Kongres ke-21 ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan Ketua, tetapi juga menjadi titik balik bagi PMII untuk kembali pada visi dan misi awalnya. PMII harus mampu menjadi lokomotif pergerakan yang membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Berita Terkait

Refleksi Hari Kartini Ke-147: Ichwan Ajak Generasi Muda Bangun Kedaulatan Intelektual di Era Digital
Pensiunan PT SIL Gelar Halalbihalal Jaga Silaturahmi
PMII Komisariat STKIP PGRI Bandar Lampung Perkuat Komunikasi Kader dan Alumni Lewat Bukber
Safari Daud Kembali Diamanahkan, Ini Daftar Pejabat yang Baru Dilantik Rektor UIN RIL
Dari Buka Puasa ke Buka Fakta: Forum Publik di Talangsari Ingatkan Negara soal Keadilan
BEM FH UBL Desak Tangkap Aktor dan Beking Tambang Emas Ilegal Waykanan, Cek Juga di Pesawaran!
Masyarakat Berhak Menggugat: Pemerintah Disebut Gagal Melindungi Warga dari Bencana Banjir
PW MDS Rijalul Ansor Lampung Rakor Persiapan Kegiatan Ramadhan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:32 WIB

Refleksi Hari Kartini Ke-147: Ichwan Ajak Generasi Muda Bangun Kedaulatan Intelektual di Era Digital

Minggu, 12 April 2026 - 22:42 WIB

Pensiunan PT SIL Gelar Halalbihalal Jaga Silaturahmi

Minggu, 15 Maret 2026 - 02:05 WIB

PMII Komisariat STKIP PGRI Bandar Lampung Perkuat Komunikasi Kader dan Alumni Lewat Bukber

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:53 WIB

Safari Daud Kembali Diamanahkan, Ini Daftar Pejabat yang Baru Dilantik Rektor UIN RIL

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:42 WIB

Dari Buka Puasa ke Buka Fakta: Forum Publik di Talangsari Ingatkan Negara soal Keadilan

Berita Terbaru

Berita

Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:21 WIB

Berita

Sah, HPN dan Porwanas di Lampung Serentak April 2027

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:15 WIB